Bitcoin Keok, Waspada Zona Kunci US$95.000

Harga Bitcoin kembali menunjukkan sinyal melemah setelah sempat pulih dari tekanan besar akibat kebijakan tarif Trump dan over leverage di pasar derivatif. Kini, BTC bergerak di kisaran US$105.000–US$108.000, menimbulkan kekhawatiran baru. Pertanyaannya, apakah tren penurunan ini akan berlanjut, atau justru menjadi momentum untuk rebound?

Garis Tren Naik Tertembus, Bitcoin Terancam Turun ke US$95.000

Grafik perdagangan Bitcoin yang diunggah oleh analis First1Bitcoin pada Jumat (17/10/2025) memperlihatkan sinyal pelemahan jangka pendek setelah harga gagal menembus zona pasokan di sekitar US$126.000. 

Saat ini, BTC diperdagangkan di kisaran US$105.000, menandakan fase koreksi teknikal di tengah tren naik. Penolakan kuat di area ungu (resistance utama) menunjukkan tekanan jual yang signifikan dari pelaku pasar yang mengambil keuntungan setelah reli sebelumnya.

Struktur grafik menunjukkan bahwa garis tren naik (ascending trendline) yang telah menopang harga BTC sejak Mei kini telah ditembus ke bawah, mengonfirmasi adanya momentum bearish dan tekanan jual kemungkinan akan berlanjut.

IKLAN
Chat via WhatsApp
BACA JUGA:  Analisis Kripto Hari Ini: DOGE, LTC, PI, MUBARAK dan EGLD di Titik Kritis

Ascending trendline telah ditembus, mengonfirmasi adanya pelemahan. Harga kemungkinan akan menyapu likuiditas turun ke zona US$95.000–US$92.000, yang merupakan area permintaan institusional kuat,” jelasnya.

Proyeksi Pergerakan Harga Bitcoin - First1Bitcoin
Proyeksi Pergerakan Harga Bitcoin – First1Bitcoin

Zona oranye pada grafik menjadi area krusial karena berfungsi sebagai support institusional yang sebelumnya menjadi titik awal sejumlah reli besar. Jika harga kembali menyentuh area ini, potensi pantulan (rebound) cukup tinggi.

Banyak pelaku besar atau smart money biasanya mulai mengakumulasi posisi beli di level tersebut. Karena itu, koreksi menuju zona ini masih dianggap sebagai retracement sehat dalam tren naik jangka panjang.

Menurutnya skenario terbaik terjadi jika BTC berhasil rebound dan menembus US$115.000. Hal ini akan membuka ruang untuk kelanjutan tren naik Bitcoin hingga ke US$138.000 sebagai target berikutnya. 

“Skenario bullish: jika BTC memantul dari US$95.000 dan berhasil kembali menembus US$115.000, pergerakan berlanjut dapat mengarah ke US$126.000, US$135.000, dan US$138.000,” tegasnya.

BACA JUGA:  Spekulasi Skyholic Muncul di Podcast AH, Damai dengan Oscar Darmawan?

Survei terbaru dari Coinbase juga semakin memperkuat optimisme skenario tersebut. Sekitar 67 persen institusi dan 62 persen investor ritel memperkirakan Bitcoin akan melampaui US$130.000 dalam 3–6 bulan ke depan.

Survei Kenaikan Harga Bitcoin - Coinbase
Survei Kenaikan Harga Bitcoin – Coinbase

Namun, risiko tetap ada. Jika support US$92.000 gagal bertahan, tekanan jual bisa membawa harga lebih dalam ke area US$88.000–US$90.000 sebelum potensi ekspansi berikutnya muncul. 

Menunggu Sinyal Bullish dari Zona Kunci Bitcoin

Secara keseluruhan, kondisi saat ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase koreksi, bukan pembalikan tren. Zona US$95.000 menjadi area kunci untuk menilai apakah pasar siap kembali memasuki fase akumulasi sebelum melanjutkan ekspansi berikutnya, atau justru memulai fase bearish yang lebih panjang. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia