Harga Bitcoin saat ini terbilang cukup stabil, bertahan di rentang US$83.000 hingga US$87.000 dalam beberapa waktu terakhir. Namun, pergerakan yang tenang itu menyimpan perubahan besar di balik layar.
Saat ritel mulai mengambil untung, kelompok whale dan shark bergerak ke arah berlawanan. Akumulasi besar kembali muncul, membuat peluang harga BTC menembus US$90.000 semakin menarik.
Whale Borong 86.702 BTC Saat Ritel Mulai Jualan
Data yang dibagikan Santiment pada Rabu (07/10/2026) menunjukkan bahwa wallet yang memegang 10 hingga 10.000 BTC telah menambah 86.702 BTC hanya dalam tiga pekan. Akumulasi itu membawa kepemilikan kelompok tersebut ke level tertinggi sejak 23 April.
Pergerakan ini menarik karena kelompok wallet tersebut memiliki korelasi cukup dekat dengan arah harga Bitcoin. Ketika kepemilikan mereka meningkat, BTC kerap mendapat dorongan dari permintaan pemodal besar.

Situasinya justru berbanding terbalik dengan trader ritel. Wallet crypto kecil yang memegang kurang dari 0,01 BTC mulai memperlihatkan tanda profit taking, sementara Bitcoin masih bertahan di sekitar US$85.000.
“Kombinasi ini cenderung bullish. Pemegang kuat terus menambah BTC, sementara trader kecil justru menjual saat harga naik, pola yang sebelumnya kerap mendukung kelanjutan apresiasi harga,” jelas Santiment.
Kondisi tersebut membuat peluang kenaikan berikutnya semakin terbuka. Santiment menilai penembusan US$90.000 dalam waktu dekat kini terlihat semakin realistis jika pola akumulasi dan penyerapan tekanan jual terus berlanjut.
US$85.000 Jadi Medan Pertarungan Harga Bitcoin
Sinyal on-chain tersebut bertemu dengan struktur teknikal yang tidak kalah menarik. Analis Daan Crypto Trades menyoroti area US$85.000, level yang setiap hari kembali disentuh dan terus memicu reaksi harga.
Pada grafik dua jam, BTC berada di sekitar US$85.582. Area US$85.121 terlihat berfungsi sebagai support dan resistance, membuat level tersebut menjadi titik pertarungan penting antara pembeli dan penjual.
Di atas harga saat ini, tumpukan likuiditas terlihat di US$87.004 hingga US$87.378. Sejumlah lower high juga berkumpul di kawasan tersebut, sehingga breakout berpotensi memicu pergerakan yang lebih agresif.

Skenario sebaliknya juga terbuka. Area US$82.891 hingga US$83.000 menyimpan likuiditas di bawah harga, sehingga kehilangan US$85.000 dapat menyeret BTC menuju batas bawah rentang perdagangan terbaru.
“Saya memperkirakan squeeze akan terjadi ketika salah satu level tersebut ditembus,” ujar Daan di X, Selasa (06/10/2026). Artinya, rentang US$83.000 hingga US$87.000 menyerupai pegas yang semakin tertekan sebelum menentukan arah berikutnya.
Holder Lama Jual Bitcoin, tetapi Pasar Masih Menyerap
Tekanan jual ternyata bukan hanya datang dari ritel. Analis Axel Adler Jr. mencatat long-term holder juga mengurangi posisi, menandakan sebagian investor lama memilih merealisasikan keuntungan setelah pemulihan harga Bitcoin.
Hal itu tercermin pada LTH SOPR yang berada di 1,18. Angka di atas satu menunjukkan koin milik long-term holder rata-rata dipindahkan dalam kondisi untung, sehingga aktivitas profit taking masih berlangsung.
Menariknya, harga BTC tetap mampu naik ketika pasokan masuk ke pasar. Bagi Adler, kondisi ini menunjukkan permintaan sejauh ini masih cukup kuat untuk menyerap Bitcoin yang dilepas pemegang jangka panjang.
“Long-term holder mulai mengurangi posisi mereka, sementara pasar masih mampu menyerap pasokan yang dilepas. LTH SOPR di level 1,18 menunjukkan adanya aksi ambil untung, tetapi harga Bitcoin tetap melanjutkan kenaikan,” jelasnya di X, Selasa (06/10/2026).

Gabungan ketiga sinyal itu membuat posisi Bitcoin cukup unik. Whale mengakumulasi, retail mengambil untung, sementara LTH mendistribusikan sebagian kepemilikan, tetapi pasar sejauh ini masih mampu menyerap tekanan jual.
Karena itu, US$87.000 menjadi level yang sangat layak diperhatikan. Jika ditembus bersama berlanjutnya akumulasi whale, jalan menuju US$90.000 bisa semakin terbuka. Sebaliknya, kehilangan US$83.000 dapat mengubah narasi bullish dengan cepat.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita Bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


