Bitcoin masih berada di fase krusial. Setelah bertahan di area support US$$62.000, BTC kini menguji resistance penting, sementara sejumlah indikator on-chain mulai memunculkan sinyal yang pada siklus sebelumnya kerap mendahului perubahan tren.
EMA 200 Jadi Medan Pertempuran Baru Bitcoin
Pergerakan harga Bitcoin kembali menarik banyak pelaku pasar setelah bangkit dari tekanan. Meski volatilitas tinggi, struktur harga menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang membuat trader kembali memperhatikan arah tren berikutnya.
Analis Jelle menyoroti bahwa para pembeli atau bulls terus mendorong harga BTC menuju area Exponential Moving Average (EMA) pada timeframe empat jam. Saat ini, Bitcoin sedang berusaha merebut EMA 200 yang berada di kisaran US$63.900 hingga US$64.000.
Menurutnya, level tersebut bukan sekadar resistance biasa. Pada pergerakan sebelumnya, keberhasilan harga Bitcoin menembus EMA 200 di timeframe empat jam menjadi pemicu reli yang cukup agresif.
“Bull mendorong harga ke EMA pada timeframe empat jam dan berusaha merebut EMA 200. Terakhir kali Bitcoin menembus moving average tersebut, harganya reli dari US$69.000 menjadi US$82.000 hanya dalam beberapa minggu,” tulis Jelle di X, Selasa (07/07/2026).

Meski kondisi pasar saat ini berbeda dibandingkan reli sebelumnya, level EMA 200 menjadi acuan penting. Selama harga BTC mampu bertahan di atas area tersebut, peluang untuk melanjutkan kenaikan dinilai masih terbuka.
Namun, kegagalan menembus resistance itu berpotensi memicu aksi ambil untung jangka pendek. Karena itu, pergerakan harga di sekitar EMA 200 diperkirakan menjadi penentu arah Bitcoin dalam beberapa hari mendatang.
Indikator NUPL Beri Sinyal, Bottom Bitcoin Sudah Dekat?
Selain dari sisi teknikal, indikator on-chain juga mulai memberikan gambaran yang menarik. Analis thechessONCHAIN di CryptoQuant mengamati pola historis menggunakan indikator Net Unrealized Profit/Loss (NUPL) dengan EMA 100 hari.
Data historis menunjukkan bahwa setiap dasar siklus Bitcoin selalu terjadi ketika EMA 100 hari NUPL turun hingga melewati level nol. Pada siklus 2012, nilai NUPL sempat menyentuh sekitar -0,58, kemudian menjadi -0,22 pada 2015, -0,15 pada 2019, dan -0,14 pada 2023.
Menariknya, kondisi saat ini sedikit berbeda. EMA 100 hari NUPL berada di sekitar 0,21 dan terus bergerak turun, tetapi belum berhasil menembus level penting seperti yang terjadi pada siklus-siklus sebelumnya dan terdapat dua skenario besar.
“EMA 100 hari mungkin akan menembus level nol seperti pada setiap dasar siklus sebelumnya, atau kali ini menjadi yang pertama membentuk bottom tanpa menyentuh level tersebut, yang menunjukkan tren koreksi yang dangkal di setiap siklus,” tuturnya di X, Selasa (07/07/2026).

Artinya, EMA NUPL berpotensi turun menuju nol untuk mengonfirmasi pola historis. Namun, apabila tidak pernah menyentuh level tersebut, siklus kali ini menjadi yang pertama dengan dasar harga BTC yang lebih dangkal dibandingkan periode sebelumnya.
Pandangan tersebut sejalan dengan karakteristik pasar Bitcoin yang semakin matang. Seiring meningkatnya partisipasi investor institusi, volatilitas ekstrem mulai berkurang sehingga koreksi pada setiap siklus cenderung tidak sedalam beberapa tahun lalu.
Support BTC Bertahan, Target US$68.000 Mulai Disorot
Sementara itu, analis Michaël van de Poppe melihat struktur harga Bitcoin masih berada dalam kondisi yang sehat. Menurutnya, BTC sempat menguji area support US$61.000, tetapi langsung memantul dan kini bergerak dalam fase konsolidasi.
Lewat grafik yang dibagikan pada Selasa (07/07/2026), area US$60.876 menjadi support level penting yang berhasil dipertahankan. Selama zona tersebut tetap aman, peluang harga untuk melanjutkan kenaikan menuju kisaran US$68.000 dinilai masih terbuka.
“Bitcoin terlihat sangat kuat saat ini. Sebelumnya, harga sempat menguji level US$61.000 dalam waktu singkat, lalu dengan mudah memantul dan kini bergerak dalam fase konsolidasi,” tulis van de Poppe.
Ia juga menyinggung kabar mengenai penjualan Bitcoin oleh Michael Saylor yang sempat menjadi perhatian pasar. Menurutnya, apabila kabar tersebut benar-benar berdampak besar, seharusnya Bitcoin sudah mengalami penurunan lebih dalam sejak pekan lalu.

Jika ketiga analisis digabungkan, ketiganya saling melengkapi. CryptoQuant melihat peluang terbentuknya dasar siklus yang lebih dangkal, Jelle menilai reclaim EMA 200 menjadi konfirmasi teknikal, sementara van de Poppe menyoroti kuatnya support di area US$61.000.
Artinya, peluang reli Bitcoin masih terbuka selama support utama bertahan dan EMA 200 berhasil direbut kembali sebagai area support. Jika skenario tersebut terwujud, ruang kenaikan menuju US$68.000 atau bahkan lebih tinggi akan semakin terbuka.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


