Bitcoin Masih Kuat! Sektor AI dan GameFi Justru Rontok Parah

Dunia kripto kembali dikejutkan dengan data terbaru yang menunjukkan bahwa sebagian besar sektor dalam industri ini mengalami penurunan yang jauh lebih besar dibandingkan Bitcoin.

Berdasarkan laporan terkini dari Delphi Digital, sektor seperti AI, GameFi dan memecoin mencatatkan angka penurunan yang cukup mencolok. Fakta ini memicu pertanyaan, apakah ini hanya koreksi biasa, atau justru pertanda tren yang lebih dalam?

Sektor AI dan GameFi Paling Merana

Dari semua sektor yang terlibat, proyek berbasis kecerdasan buatan (AI) menjadi yang paling terpukul. AI Frameworks mengalami penurunan hingga 84,05 persen, sementara proyek berbasis agent yang beroperasi dalam ekosistem AI juga merosot hingga 70,27 persen.

Di sisi lain, GameFi yang sempat digadang-gadang akan menjadi masa depan industri game berbasis blockchain juga tak luput dari badai. Infrastruktur GameFi turun hingga 51,54 persen, hampir sebanding dengan memecoin yang anjlok 51,74 persen.

Sementara itu, solusi modular, yang sebelumnya menjadi andalan dalam pengembangan blockchain yang lebih fleksibel, turun 47,48 persen.

Bitcoin Tetap Lebih Kuat

Dibandingkan dengan berbagai sektor kripto lainnya, Bitcoin menunjukkan daya tahan yang lebih baik. Meskipun mengalami penurunan harga dan sempat jatuh di bawah US$90.000, Bitcoin hanya mencatatkan penurunan sekitar 5,23 persen.

Sebagai aset kripto terbesar dan paling matang, Bitcoin masih menjadi pilihan utama bagi banyak investor yang ingin menghindari volatilitas ekstrem di sektor lain.

Ethereum dan Solana, dua aset besar lainnya, juga mengalami penurunan yang cukup dalam. Ethereum turun sebesar 25,5 persen, sementara Solana mencatatkan penurunan 24,8 persen. Secara keseluruhan, rata-rata aset utama turun sekitar 18,53 persen.

Ekspektasi vs Realita

Turunnya sektor AI dan GameFi memang mengejutkan, mengingat ekspektasi tinggi yang sempat melekat pada keduanya. Beberapa bulan lalu, survei menunjukkan bahwa hampir 45 persen pengguna kripto percaya bahwa proyek di sektor AI dan memecoin akan menjadi pilar utama di tahun ini. Namun, realita berkata lain.

Banyak proyek yang sebelumnya tampak menjanjikan kini justru kehilangan momentum. Investor mulai mempertanyakan apakah sektor ini benar-benar memiliki nilai fundamental yang kuat atau hanya didorong oleh hype sementara. Sebagai contoh, banyak proyek AI yang gagal memberikan kasus penggunaan nyata yang dapat diterapkan secara luas.

Faktor Eksternal Ikut Berperan

Penurunan besar di berbagai sektor kripto tidak hanya terjadi karena faktor internal, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor eksternal. Salah satu pemicu utama adalah peretasan senilai US$1,5 miliar dalam bentuk Ether dari salah satu bursa kripto besar, Bybit.

Insiden ini memicu kepanikan dan aksi jual di seluruh pasar, yang kemudian memperparah penurunan yang sudah terjadi.

Di samping itu, kondisi makroekonomi juga turut memengaruhi sentimen investor. Ketidakpastian ekonomi global, kebijakan suku bunga yang lebih ketat, serta regulasi yang masih abu-abu di beberapa negara membuat investor lebih berhati-hati dalam menaruh dananya di aset kripto yang dianggap lebih spekulatif.

Bagi investor, situasi saat ini menuntut strategi yang lebih hati-hati. Sektor seperti AI dan GameFi yang sebelumnya terlihat menjanjikan ternyata masih memiliki tantangan besar dalam adopsi nyata dan model bisnis yang berkelanjutan.

Sementara itu, Bitcoin tetap menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin bertahan dalam pasar yang penuh gejolak.

Namun demikian, bukan berarti semua harapan hilang. Sejarah menunjukkan bahwa kripto adalah industri yang sangat dinamis dan selalu berkembang.

Siapa tahu, proyek-proyek yang saat ini terpuruk justru akan bangkit dengan inovasi baru yang lebih kuat di masa depan. Bagi yang masih ingin bertaruh di sektor ini, mungkin ada baiknya untuk tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga memahami fundamental proyek yang didukung. Mari kita saksikan. [st]

Terkini

Warta Korporat

Terkait