Bitcoin Masih Rapuh, Analis: Waspada US$62.400

Harga Bitcoin kembali menjadi sorotan setelah sejumlah analis memperingatkan bahwa struktur pasar masih menunjukkan tanda-tanda pelemahan meskipun sempat mengalami pemulihan dalam beberapa hari terakhir.

Area US$62.400 kini dipandang sebagai level penting yang berpotensi menentukan arah pergerakan Bitcoin selanjutnya di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar.

Pada perdagangan awal pekan, Bitcoin bergerak di kisaran US$64.000 setelah sebelumnya sempat menguji area resistance jangka pendek. Namun, berbagai indikator teknikal dan data on-chain menunjukkan bahwa tekanan jual masih belum sepenuhnya mereda sehingga risiko koreksi lanjutan tetap perlu diwaspadai oleh pelaku pasar.

Reli Jangka Pendek Masih Dibayangi Ancaman Koreksi

Dari sisi teknikal, analis Linda menilai Bitcoin sedang membentuk fase manipulasi harga di sekitar zona resistance lokal US$64.100 hingga US$64.250. Menurutnya, pergerakan tersebut berpotensi memicu short squeeze yang dapat mendorong harga naik dalam jangka pendek.

BTC analisis 22 jun

Namun, ia menegaskan bahwa tren utama masih bersifat bearish sehingga setiap kenaikan sebaiknya dipandang sebagai reli korektif, bukan pembalikan arah tren yang sesungguhnya.

Linda juga menyoroti area US$62.400 sebagai support penting yang perlu dipertahankan. Selama struktur bearish yang lebih luas masih bertahan, tekanan jual dinilai tetap mendominasi pasar. Jika level tersebut gagal dipertahankan, risiko penurunan menuju area yang lebih rendah berpotensi kembali terbuka.

BACA JUGA:  Volatilitas Bitcoin Anjlok ke Titik Terendah 2026, Investor Waspadai Hal Ini

Pandangan yang relatif serupa disampaikan analis CryptoZ. Ia melihat sebagian besar pelaku pasar masih berharap Bitcoin dapat kembali naik ke rentang US$72.000 hingga US$74.000 melalui skenario retest yang dianggap ideal.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

bitcoin analisis 22 jun

Namun, menurutnya, kondisi pasar saat ini justru menunjukkan kemungkinan berbeda setelah likuiditas di sisi atas telah banyak terserap dan pembeli yang masuk pada level tinggi mulai terjebak.

CryptoZ menilai area likuiditas yang tersisa kini lebih banyak berada di bawah harga saat ini. Karena itu, ia memperkirakan Bitcoin masih berpeluang melakukan retest ke sekitar US$65.600 sebelum kembali mengalami tekanan jual.

Dalam skenario yang dipetakan, penurunan ke bawah US$60.000 dinilai hanya tinggal menunggu waktu apabila struktur pasar saat ini tidak berubah secara signifikan.

Sinyal On-Chain Mengarah ke Penyusutan Pasokan Bitcoin

Di sisi lain, data on-chain terbaru menunjukkan perkembangan yang lebih konstruktif untuk jangka menengah. Aktivitas jaringan selama 14 hari terakhir memperlihatkan perubahan signifikan pada arus Bitcoin di bursa, khususnya Binance.

BACA JUGA:  Kripto Hari Ini 8 Juni 2026: PENGU Siap Kejutkan Pasar, LTC Siap Akhiri Tren Turun?

Analis CryptoOnchain di CryptoQuant menyatakan bahwa tren arus keluar Bitcoin dari Binance menjadi sinyal yang lebih penting dibanding lonjakan persentase aktivitas mega-whale yang sempat menarik perhatian pasar.

BTC onchain 22 jun

Data menunjukkan Binance mencatat arus keluar bersih lebih dari 5.200 BTC dalam satu hari pada 15 Juni. Selain itu, rata-rata netflow tujuh hari bursa tersebut berubah menjadi sekitar minus 887 BTC per hari, atau berbalik lebih dari 500 persen dibanding rata-rata 90 hari sebelumnya.

Menurut analis itu, delapan dari 14 hari terakhir mencatat netflow negatif di Binance, dengan dua periode menunjukkan arus keluar lebih dari 1.500 BTC dalam sehari. Kondisi tersebut secara historis sering dikaitkan dengan berkurangnya pasokan Bitcoin yang tersedia di pasar likuid.

Meski demikian, CryptoOnchain mengingatkan bahwa lonjakan 3.224 persen pada arus masuk dompet mega-whale perlu disikapi hati-hati karena terjadi dari basis angka yang relatif kecil. Oleh sebab itu, fokus utama analisis tetap tertuju pada tren arus keluar Binance yang berlangsung konsisten.

BACA JUGA:  Meski Rugi Rp190 Triliun, Saylor Kasih Sinyal Beli Bitcoin

Kombinasi antara arus keluar berkelanjutan dari bursa dan meningkatnya dominasi transaksi dompet besar dinilai dapat mengindikasikan penyusutan pasokan Bitcoin secara bertahap.

Walau belum cukup untuk memastikan fase akumulasi sedang berlangsung, pola tersebut dinilai sejalan dengan kondisi yang pada siklus sebelumnya kerap mendahului munculnya tekanan kenaikan harga.

Dengan demikian, pasar Bitcoin saat ini berada dalam persimpangan antara sinyal teknikal yang masih cenderung bearish dan data on-chain yang mulai menunjukkan kemungkinan pengetatan pasokan.

Dalam jangka pendek, perhatian pelaku pasar tetap tertuju pada kemampuan Bitcoin mempertahankan area US$62.400 sebagai benteng utama agar tekanan jual tidak semakin dalam.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait