Minat institusi terhadap Bitcoin belum menunjukkan tanda pemulihan yang kuat, menurut analisis terbaru dari XWIN Research Japan di CryptoQuant.
Indikator utama yang digunakan, yaitu Coinbase Premium, masih bertahan di wilayah negatif, yang menunjukkan bahwa permintaan dari investor institusi berbasis dolar AS belum kembali secara signifikan meskipun harga Bitcoin tetap stabil di atas level biaya rata-rata makro.

Coinbase Premium Jadi Indikator Kunci Arus Modal Institusi
Coinbase Premium merupakan metrik yang mengukur selisih harga Bitcoin antara pair BTCUSD di Coinbase dan BTCUSDT di Binance.
Premium positif biasanya menandakan adanya akumulasi oleh institusi dan whale yang berbasis di AS, sementara premium negatif menunjukkan lemahnya tekanan beli atau dominasi aktivitas jual dari pelaku pasar yang menggunakan Coinbase.
XWIN Research Japan menjelaskan bahwa Coinbase kini memainkan peran strategis dalam ekosistem kripto global, terutama karena perusahaan tersebut menjadi kustodian utama untuk sebagian besar aset Bitcoin yang dimiliki oleh ETF spot di AS. Dengan demikian, aktivitas harga di Coinbase semakin mencerminkan arus modal institusional.
“Premium negatif yang berkepanjangan menunjukkan bahwa stabilisasi harga Bitcoin saat ini belum dipimpin oleh akumulasi institusional yang kuat,” ungkap XWIN Research Japan.
Data historis menunjukkan bahwa selama bull run 2020, Bitcoin mampu menembus berbagai level resistance utama ketika Coinbase Premium berada dalam zona positif secara konsisten.

Hal tersebut mencerminkan adanya pembelian agresif oleh institusi, terutama selama periode koreksi harga. Sebaliknya, kondisi saat ini menunjukkan absennya dukungan institusional yang serupa.
Aktivitas Jaringan Bitcoin Melemah Selama Enam Bulan
Selain indikator Coinbase Premium, data on-chain lainnya juga menunjukkan pelemahan partisipasi pasar. Analis Gaah di CryptoQuant melaporkan bahwa aktivitas jaringan Bitcoin telah berada pada level rendah selama enam bulan berturut-turut.
Kondisi ini mencerminkan berkurangnya aktivitas transaksi dan partisipasi investor secara keseluruhan.

Gaah mencatat bahwa situasi serupa terakhir kali terjadi pada 2024, ketika harga Bitcoin mengalami koreksi sekitar 30 persen sebelum akhirnya menemukan stabilitas baru. Aktivitas jaringan yang rendah biasanya berkaitan dengan penurunan minat terhadap aset dan meningkatnya tekanan kerugian di kalangan investor.
Penurunan aktivitas ini mengindikasikan bahwa meskipun harga BTC belum mengalami penurunan tajam, partisipasi pasar belum menunjukkan tanda ekspansi yang sehat. Dalam siklus sebelumnya, peningkatan aktivitas jaringan sering menjadi indikator awal masuknya fase bullish baru yang didorong oleh arus modal segar.
Tanpa peningkatan aktivitas tersebut, fase stabilisasi saat ini lebih mencerminkan periode konsolidasi dibandingkan awal tren naik yang kuat.
Siklus Historis Bitcoin Tunjukkan Risiko Koreksi Masih Ada
Sementara itu, analis Tracer mengingatkan bahwa Bitcoin secara historis bergerak dalam siklus yang berulang, yang biasanya melibatkan fase kenaikan tajam diikuti oleh koreksi besar.

Berdasarkan data historis, BTC mengalami penurunan sekitar 87 persen setelah puncak pada 2014, turun 83 persen setelah puncak 2018, dan turun 75 persen setelah puncak 2021.
Menurut analisis tersebut, jika pola siklus ini berlanjut, Bitcoin berpotensi mengalami penurunan sekitar 67 persen dari puncaknya pada 2025, dengan kemungkinan mencapai level yang jauh lebih rendah sebelum menemukan dasar baru.
Meskipun demikian, analis on-chain menekankan bahwa arah jangka panjang Bitcoin akan sangat bergantung pada kembalinya arus modal institusional. Salah satu sinyal paling penting yang perlu dipantau adalah apakah Coinbase Premium dapat kembali ke wilayah positif dan bertahan secara konsisten.
Jika indikator tersebut mulai menunjukkan penguatan, maka hal itu dapat menjadi tanda awal bahwa institusi kembali mengakumulasi Bitcoin, yang secara historis sering menjadi fondasi bagi fase pemulihan struktural dan potensi tren naik berikutnya.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



