Bitcoin Masih Seret, Modal Parkir di Stablecoin

Harga Bitcoin (BTC) masih berada dalam tekanan struktural di tengah likuiditas pasar yang belum mengalir kembali secara agresif dari stablecoin ke aset kripto tersebut.

Analisis on-chain dari CryptoZeno di CryptoQuant menunjukkan rasio Stablecoin Supply Ratio (SSR) bertahan dalam rezim negatif berkepanjangan pada indikator 90 hari, 200 hari dan 365 hari. Kondisi ini dinilai mencerminkan perubahan struktur likuiditas, bukan sekadar fluktuasi jangka pendek.

stablecoin bitcoin

CryptoZeno mengungkapkan bahwa setelah Bitcoin sempat mencetak puncak di atas US$120.000 pada pertengahan tahun lalu, harga berbalik dari fase ekspansi menuju kontraksi dan membentuk serangkaian lower high hingga kuartal IV dan awal kuartal I.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Penembusan tegas oscillator SSR di bawah garis nol menjadi sinyal perubahan makro dalam dinamika modal pasar.

“Perubahan bermakna berikutnya pada Bitcoin kemungkinan besar akan bertepatan dengan reaktivasi permintaan stablecoin secara tegas, bukan hanya momentum harga semata,” ungkap CryptoZeno.

BACA JUGA:  Survei: 56 Persen Pengguna Stablecoin Siap Tambah Aset 2026

Likuiditas Ada, Namun Tidak Masuk ke Bitcoin

SSR yang terkompresi menandakan pasokan stablecoin relatif besar dibandingkan kapitalisasi pasar Bitcoin. Dalam fase ekspansi, kenaikan oscillator biasanya mencerminkan rotasi modal dari stablecoin ke Bitcoin, memperkuat momentum kenaikan harga. Namun, konfigurasi saat ini menunjukkan modal masih tertahan.

CryptoZeno menjelaskan bahwa likuiditas tersedia di dalam sistem, tetapi belum dikerahkan secara agresif ke eksposur spot. Divergensi antara ketersediaan modal dan performa harga menunjukkan pelaku pasar cenderung berhati-hati dan mempertahankan posisi defensif.

Pada awal tahun, pembacaan oscillator yang positif selaras dengan struktur harga yang kuat serta ekspansi volatilitas yang konstruktif. Namun, pembalikan serempak pada tiga time frame utama menandai titik infleksi makro.

Sejak itu, volatilitas sisi bawah meningkat sementara reli harga gagal menunjukkan kelanjutan yang solid, menandakan permintaan belum cukup kuat untuk menyerap tekanan jual.

BACA JUGA:  Tak Sekadar Stablecoin, Tether Bangun Imperium Bisnis di Banyak Sektor

Koreksi Dalam, Pola Serupa November 2019

Sementara itu, analis lain di CryptoQuant, CW8900, melaporkan bahwa investor Bitcoin tengah mengalami kerugian terbesar sepanjang siklus koreksi saat ini.

Dalam laporannya, ia menyebut bahwa trader dan investor on-chain menderita kerugian terbesar pada siklus ini, yang berdampak pada mundurnya sebagian investor ritel dari pasar.

on-chain trader BTC

Namun, menurut analisis tersebut, investor besar atau whale justru meningkatkan akumulasi dengan intensitas lebih tinggi.

CW8900 menilai kondisi ini bukanlah fase bear market penuh, melainkan koreksi yang tingkat kerugiannya serupa dengan November 2019. Pada periode tersebut, Bitcoin kemudian memulai fase kenaikan eksplosif.

Momentum Bitcoin Ditentukan Zona Kritis

Dari sisi teknikal, analis GainMuse menilai Bitcoin saat ini berkonsolidasi di atas zona support krusial setelah mengalami penurunan impulsif dari resistance range. Harga BTC terkompresi di bawah garis resistance menurun, menciptakan kondisi untuk upaya breakout.

analisis Bitcoin 26 FEB

Dalam analisis tersebut disebutkan bahwa pergerakan tegas di atas garis tren lokal dapat menggeser momentum jangka pendek menjadi bullish menuju target atas. Sebaliknya, kehilangan zona support yang disorot akan mempertahankan dominasi tekanan jual.

BACA JUGA:  Menguji Petunjuk Jeffrey Epstein adalah Satoshi Nakamoto

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia