Bitcoin Masuk Fase Reaccumulation, US$90.000 di Depan Mata?

Pasar kripto menunjukkan tanda-tanda “bangkit”. Setelah sempat tertekan oleh sentimen global, kombinasi data on-chain dan perkembangan makro kini membentuk satu narasi yang menarik: Bitcoin mungkin sedang diam, tapi bukan berarti lemah, justru bisa jadi sedang bersiap untuk meledak.

Bitcoin Alami Divergensi, Tanda Reaccumulation?

Data Transaction Volume Strength yang dibagikan CryptoZ pada Sabtu (23/05/2026) membuka babak baru dalam pembacaan siklus Bitcoin. Indikatornya jatuh ke zona akumulasi ekstrem, wilayah yang sebelumnya hanya muncul di titik bawah besar seperti 2015, 2018, dan 2022.

Menariknya, setiap kali metrik ini menyentuh area tersebut, fase berikutnya selalu identik: ekspansi agresif yang berujung pada reli parabolik. Ini bukan sekadar kebetulan, melainkan pola siklus BTC yang berulang dengan konsistensi tinggi.

Namun, yang membuat situasi saat ini lebih “tajam” adalah divergensi. Harga Bitcoin bertahan di area tinggi secara makro, tetapi volume merosot ke level yang biasanya terlihat di fase bear market. Ini seperti mesin yang sedang dipanaskan.

Bitcoin Transaction Volume Strength - CryptoZ
Bitcoin Transaction Volume Strength – CryptoZ

CryptoZ menyebut kondisi ini sebagai fase kompresi, yaitu periode di mana volatilitas mengecil, likuiditas dikumpulkan, dan pasar tampak stagnan. Padahal, di balik itu, akumulasi institusi bisa saja sedang berlangsung.

BACA JUGA:  Siap Siaga! Harga Bitcoin Bisa Demam Parah ke Bawah 50 Ribu Dolar

“Pasar mungkin sibuk dengan noise jangka pendek, tapi smart money melihat arus likuiditas dan posisi relatif,” tulis CryptoZ. Jika sejarah berulang, fase sunyi ini justru bisa menjadi fondasi untuk lonjakan besar.

BTC Tertahan di Bawah STH, Tekanan Jual Masih Kuat

Di balik sinyal bullish, realitas jangka pendek belum sepenuhnya mendukung. Berdasarkan data yang dibagikan Axel Adler Jr, Bitcoin saat ini diperdagangkan di bawah short-term holder (STH) cost basis yang berada di kisaran US$80.217.

Dengan harga BTC di sekitar US$77.550, artinya mayoritas holder jangka pendek sedang mengalami kerugian. Kondisi ini menciptakan tekanan psikologis yang sering kali memicu aksi jual saat harga mencoba naik.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

“US$80.217 merupakan titik impas STH, sementara harga BTC saat ini berada di kisaran US$77.550. Rata-rata holder jangka pendek berada dalam kondisi rugi dan tekanan realisasi kerugian mulai terjadi,” tegasnya di X, Jumat (22/05/2026).

BACA JUGA:  Gawat! Data Bitcoin Ini Mulai Tunjukkan Tanda Koreksi Besar

Angka Net Realized P/L yang berada di -US$176 juta memperkuat narasi ini. Total kerugian mencapai US$366 juta, lebih besar dibandingkan profit sebesar US$190 juta. Ini menandakan bahwa distribusi masih terjadi, meskipun tidak agresif.

Bitcoin Realized Price - Axel Adler Jr
Bitcoin Realized Price – Axel Adler Jr

Level US$80.200 kini menjadi resistance. Selama area ini belum berhasil direbut kembali, setiap kenaikan berisiko dianggap sebagai relief rally semata. Pasar masih membutuhkan konfirmasi sebelum benar-benar berbalik arah.

Sentimen Global Menghangat, Setup Menuju Breakout?

Dari sisi makro, sentimen mulai berubah. Pasar kripto berhasil memulihkan sekitar US$75 miliar market cap setelah muncul kabar kemajuan kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan “sebagian besar telah dinegosiasikan”, dengan melibatkan sejumlah negara seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, hingga Turki. Salah satu poin pentingnya adalah rencana pembukaan kembali Selat Hormuz.

“Sebuah kesepakatan sebagian besar telah dinegosiasikan dan kini tinggal menunggu finalisasi antara Amerika Serikat, Republik Islam Iran, serta berbagai negara lainnya,” ujar Trump di Truth Social, Minggu (24/05/2026).

BACA JUGA:  Dominasi Bitcoin Mulai Goyah, Altseason Bersiap Tampil?

Pernyataan ini berdampak pada stabilitas harga energi dan meningkatkan minat terhadap aset berisiko seperti kripto. Hal ini tercermin dari pergerakan Bitcoin yang naik dari US$75.000 menuju US$77.000 hingga US$78.000 dalam waktu singkat.

Jika menggabungkan semua data, terbentuk sebuah setup yang menarik. Di satu sisi, BTC masih berada dalam tekanan jangka pendek. Di sisi lain, indikator siklus menunjukkan bahwa pasar kripto sedang berada di fase reaccumulation.

Trump Klaim Kesepakatan Iran Hampir Beres, Kripto Bisa Kena Efek Besar

Secara teknikal berbasis pola historis, reclaim di atas US$80.200 berpotensi membuka jalan menuju US$90.000 sebagai target awal. Jika momentum berlanjut, fase ekspansi berikutnya bahkan bisa mendorong harga lebih tinggi.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait