Bitcoin Masuk Fase Redistribusi, Investor Lama Mulai Jual

Pasar Bitcoin menunjukkan tanda-tanda memasuki fase redistribusi seiring meningkatnya aktivitas penjualan dari investor jangka panjang.

Analisis on-chain terbaru dari CryptoZeno di CryptoQuant mengungkapkan bahwa investor jangka panjang atau long-term holder (LTH) mulai melepas kepemilikan mereka dalam jumlah besar, sementara pertumbuhan permintaan justru melemah.

Kondisi ini menandai perubahan struktur pasar yang berpotensi memengaruhi pergerakan harga Bitcoin dalam waktu dekat.

LTH Bitcoin

IKLAN
Chat via WhatsApp

Data tersebut mencatat bahwa arus keluar kumulatif dari kelompok LTH dalam 30 hari terakhir mendekati level tertinggi siklus. Pola ini secara historis sering muncul pada fase akhir tren naik, ketika investor lama mendistribusikan aset kepada pelaku pasar baru.

Pada saat yang sama, indikator Apparent Demand Growth bergerak ke wilayah negatif, menunjukkan melemahnya kemampuan pasar menyerap pasokan Bitcoin yang masuk.

Demand BTC

CryptoZeno menjelaskan bahwa kondisi ini belum mengonfirmasi puncak siklus, namun menunjukkan perubahan dinamika pasar.

BACA JUGA:  OJK Ungkap Rencana Terkini Robinhood Masuk Indonesia

“Saat ini kita melihat peningkatan distribusi dari investor lama, sementara permintaan melemah, yang menandakan Bitcoin sedang berada di wilayah redistribusi,” ungkap CryptoZeno.

Fenomena ini terjadi di tengah pergerakan harga Bitcoin yang masih berada di area tinggi. Namun, lemahnya pertumbuhan permintaan dinilai dapat membatasi ruang kenaikan dalam jangka pendek, sekaligus meningkatkan potensi volatilitas.

Tekanan dari Investor Lama dan Melemahnya Permintaan

CryptoZeno mencatat bahwa peningkatan penjualan dari LTH terjadi bersamaan dengan penurunan Demand Momentum. Setelah mencatat ekspansi positif sepanjang reli 2024–2025, momentum permintaan kini berbalik melemah.

Hal ini mencerminkan berkurangnya agresivitas pembeli dan melambatnya penyerapan pasar spot terhadap pasokan Bitcoin.

Dalam analisisnya, CryptoZeno menilai bahwa pasar saat ini lebih mencerminkan proses redistribusi daripada akumulasi baru.

Investor lama yang telah mengantongi keuntungan besar mulai memindahkan kepemilikan kepada investor yang masuk di fase harga tinggi. Situasi ini berpotensi menekan pergerakan Bitcoin apabila tidak diimbangi dengan masuknya modal baru.

BACA JUGA:  Analisis Kripto Hari Ini: SOL, BTC, CHZ, ICP, PIPPIN di Titik Penentuan

Sejalan dengan itu, analis teknikal Chiefy menyoroti adanya kemiripan pola pergerakan harga saat ini dengan siklus 2017 dan 2021.

Ia menilai bahwa Bitcoin berpotensi mengalami tekanan signifikan dalam waktu dekat, dengan kemungkinan koreksi menuju kisaran US$35.000 dalam beberapa hari ke depan, berdasarkan pola historis yang diamatinya.

OI BTC

Pandangan tersebut memperkuat kekhawatiran bahwa fase redistribusi saat ini dapat menjadi periode transisi menuju konsolidasi atau koreksi harga, jika permintaan tidak segera pulih.

Data Derivatif Bitcoin Mengindikasikan Kewaspadaan Pasar

Selain data on-chain, sinyal kehati-hatian juga tercermin dari pasar derivatif. Berdasarkan data dari CoinGlass, volume perdagangan derivatif tercatat turun 8,78 persen menjadi US$63,13 miliar. Open interest juga mengalami penurunan tipis sebesar 0,51 persen ke level US$45,42 miliar.

OI BTC

Di sisi lain, volume transaksi opsi justru melonjak 62,66 persen menjadi US$3,85 miliar. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa pelaku pasar mulai aktif melakukan lindung nilai terhadap potensi volatilitas harga BTC.

BACA JUGA:  Whale Bitcoin Mulai Borong, Titik Bottom Sudah Dekat?

Kenaikan aktivitas di pasar opsi sering kali mencerminkan meningkatnya ketidakpastian arah pergerakan.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait