Pasar Bitcoin kembali memasuki zona kerugian rata-rata yang terakhir kali terjadi pada 2023.
Analis on-chain Moreno di CryptoQuant mencatat bahwa indikator adjusted Net Unrealized Profit/Loss (aNUPL) menunjukkan nilai negatif, yang menandakan sebagian besar pemegang Bitcoin saat ini berada dalam posisi rugi.
Kondisi ini dinilai sebagai salah satu sinyal penting dalam membaca kemungkinan pembentukan dasar harga baru di pasar kripto.

Dalam analisis terbaru Moreno disebutkan bahwa zona kerugian rata-rata ini muncul setelah tekanan jual meningkat sejak akhir 2024. Penurunan sentimen yang cepat memicu perubahan drastis dalam perilaku pasar, dari euforia menuju fase pesimistis dalam waktu singkat.
Kondisi ini terjadi ketika harga Bitcoin kembali ke level yang setara dengan periode Pemilihan Presiden AS 2024. Seorang investor kripto yang dikenal sebagai Ted, menyampaikan bahwa harga Bitcoin saat ini berada di titik yang sama dengan hari pemilihan tersebut dan menggambarkan situasi pasar sebagai tekanan yang sangat berat.

Fenomena ini menjadi perhatian investor karena secara historis, fase kerugian rata-rata sering kali bertepatan dengan pembentukan dasar harga sebelum memasuki periode pemulihan.
Pola Historis Kerugian dan Perubahan Sentimen
Moreno menjelaskan bahwa indikator aNUPL menunjukkan pola yang relatif konsisten dalam berbagai siklus pasar Bitcoin. Pada periode 2018–2019, 2020, serta 2022–2023, Bitcoin juga sempat memasuki wilayah negatif, sebelum akhirnya mengalami pemulihan harga yang signifikan.
Dalam analisis tersebut, kondisi saat ini menunjukkan bahwa rata-rata investor Bitcoin berada dalam posisi underwater, yakni harga beli lebih tinggi dibandingkan harga pasar.
Situasi ini secara psikologis sering memicu aksi jual dari investor dengan daya tahan rendah, yang dikenal sebagai weak hands. Namun, pada saat yang sama, fase ini juga membuka ruang bagi investor jangka panjang untuk melakukan akumulasi.
Peta perilaku investor yang diukur melalui indikator aNUPL memperlihatkan pergeseran dari zona optimisme menuju zona keputusasaan. Zona ini secara historis mencerminkan dominasi sentimen negatif, ketika rasa takut lebih kuat dibandingkan keyakinan terhadap pemulihan pasar.
Analis tersebut menilai bahwa perubahan cepat dari euforia pada akhir 2024 menuju fase tekanan saat ini menunjukkan adanya reset sentimen yang tajam. Berbeda dengan siklus sebelumnya yang berlangsung bertahap, kali ini koreksi terjadi dalam waktu relatif singkat.
Dampak bagi Investor dan Prospek Pasar Bitcoin
Bagi investor, kondisi ini menjadi sinyal penting dalam membaca arah pasar Bitcoin ke depan. Indikator NUPL digunakan sebagai alat kuantitatif untuk mengukur psikologi pasar pada titik ekstrem, baik saat optimisme berlebihan maupun ketika pesimisme mendominasi.
Dalam laporan tersebut, Moreno menyebutkan bahwa meskipun indikator ini tidak dapat memprediksi waktu pembalikan harga secara pasti, data historis menunjukkan bahwa fase NUPL negatif cenderung berlangsung singkat. Setelah periode ini, Bitcoin biasanya memasuki fase pemulihan yang lebih stabil.
Selain tekanan teknikal, kondisi makroekonomi global dan dinamika politik internasional juga turut memengaruhi pergerakan Bitcoin. Ketidakpastian kebijakan moneter, pergerakan suku bunga, serta sentimen investor terhadap aset berisiko menjadi faktor pendukung yang memperkuat volatilitas pasar.
Integrasi data on-chain dan pergerakan harga menunjukkan bahwa tekanan jual yang terjadi saat ini merupakan bagian dari proses penyesuaian pasar. Kapitulasi yang muncul dari investor jangka pendek dinilai berkontribusi terhadap pembentukan struktur harga baru.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



