Bitcoin Masuk Zona Support Struktural, Siap Rebound ke US$72.000?

Bitcoin kembali menjadi sorotan setelah sejumlah indikator on-chain dan teknikal menunjukkan sinyal menarik. Seiring harga BTC kembali bertahan di kisaran US$66.000, optimisme terhadap potensi rebound pun mulai menguat.

89 Persen BTC Tak Bergerak, Tekanan Jual Mulai Menipis

Meski harga Bitcoin masih bergerak fluktuatif, data on-chain justru mengirimkan sinyal yang berbeda. Mayoritas investor tampaknya belum tergoda melepas aset mereka, meski pasar masih diselimuti ketidakpastian.

Hal itu terlihat dari grafik Bitcoin HODL Waves yang dibagikan Quinten François. Data tersebut menunjukkan hampir 89 persen Bitcoin yang beredar tidak berpindah dompet selama lebih dari tiga bulan, sekaligus menjadi tingkat illiquid supply tertinggi kedua sepanjang sejarah.

“Tidak ada yang ingin melepas Bitcoin mereka. Titik terendah harga diperkirakan sudah sangat dekat,” tulis Quinten melalui akun X miliknya pada Rabu (22/07/2026).

Bitcoin HODL Waves - Quinten
Bitcoin HODL Waves – Quinten

Secara sederhana, semakin banyak BTC yang disimpan investor jangka panjang, semakin sedikit pasokan yang tersedia. Jika permintaan kembali meningkat, keterbatasan suplai tersebut berpotensi menjadi katalis yang mendorong harga bergerak lebih tinggi.

BACA JUGA:  Co-Founder Zcash Sebut Batas Supply 21 Juta Bitcoin Perlu Diubah

Meski demikian, Bitcoin HODL Waves bukanlah indikator untuk menentukan waktu masuk secara presisi. Metrik ini lebih mencerminkan perilaku investor dan kekuatan sentimen jangka panjang dibandingkan memberikan sinyal beli atau jual secara langsung.

Model SMB Tempatkan Bitcoin di Zona Support Struktural

Pandangan tersebut diperkuat oleh model Structural Market Bands (SMB) yang dikembangkan Alphractal. Berbeda dari indikator konvensional, SMB memanfaatkan data usia kepemilikan koin untuk mengidentifikasi area ketika pasar mulai mengalami kelelahan.

Menurut Alphractal, Bitcoin kini berada di bagian atas zona support struktural, tetapi bergerak di bawah Structural Midline. Level tengah saat ini berada di US$66.704, sedangkan area support membentang dari US$61.367 hingga US$55.867.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Sementara itu, zona resistance berikutnya berada di kisaran US$72.042 hingga US$96.426. Jika Bitcoin mampu merebut kembali level tengah tersebut, peluang menguji area US$72.000 dinilai semakin terbuka.

“Semakin dalam harga bergerak ke dalam zona tersebut, semakin besar pula tekanan yang berpotensi mendorong harga kembali ke area normalnya,” tutur mereka di X, Selasa (21/07/2026).

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Siap Rebound? Sinyal Buy Terkuat Sejak 2022 Terlihat
Bitcoin Structural Market Bands - Alphractal
Bitcoin Structural Market Bands – Alphractal

Meski begitu, Alphractal mengingatkan bahwa zona support bukanlah sinyal beli otomatis. Model SMB tetap perlu dikombinasikan dengan indikator tren karena makna support berbeda pada tren naik maupun tren turun.

Konfirmasi Tren Terlihat, Target US$72.000 Jadi Sorotan

Menariknya, pandangan tersebut sejalan dengan analisis Maartunn. Sebelum perdagangan Selasa, ia menyebut hari tersebut menjadi momen penting untuk mengonfirmasi arah pergerakan Bitcoin setelah sentimen awal terbentuk pada Senin.

“Senin menentukan arah awal, sedangkan Selasa sering menunjukkan apakah pergerakan tersebut benar-benar valid. Gangguan pasar lebih sedikit, sinyal palsu berkurang, dan konfirmasi tren menjadi lebih jelas,” pungkasnya.

Pergerakan Bitcoin pada Selasa pun mendukung pandangan tersebut. Harga BTC kembali bertahan di kisaran US$66.000, menunjukkan tekanan beli masih cukup kuat untuk menjaga harga tetap berada di dekat Structural Midline di US$66.704.

BACA JUGA:  Kabar Baik, Harga Bitcoin Cetak Pola Bullish di Timeframe Harian
BTC Price Action on Each Day of Week - Maartunn
BTC Price Action on Each Day of Week – Maartunn

Jika ketiga indikator dibaca secara bersamaan, terbentuk narasi yang melengkapi. Bitcoin HODL Waves menunjukkan investor enggan melepas aset, sementara SMB menempatkan harga di zona support struktural yang berpotensi menjadi area pemulihan.

Meski begitu, perhatian kini tertuju pada kemampuan Bitcoin menembus sekaligus bertahan di atas Structural Midline. Jika level US$66.704 berhasil dilewati, peluang menuju area resistance berikutnya di sekitar US$72.000 diperkirakan akan terbuka.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait