Harga Bitcoin memang belum benar-benar lepas landas. Meski begitu, beberapa indikator penting mulai mengindikasikan sinyal bullish, memunculkan optimisme bahwa nampa BTC sedang membangun fondasi untuk reli berikutnya.
Indikator On-Chain BTC Beri Kode Fase Bottom
Analis dan pendiri Alphractal, Joao Wedson, membagikan grafik Realized Profit vs. Realized Loss Crossover Signal melalui akun X pribadinya pada Kamis (30/07/2026). Indikator menyoroti hubungan antara keuntungan dan kerugian yang direalisasikan investor Bitcoin.
Menurut Wedson, setiap kali Realized Profit berhasil melintasi Realized Loss, Bitcoin cenderung membentuk dasar harga (bottom). Ia juga menilai persilangan serupa kemungkinan segera terjadi, sehingga layak menjadi perhatian pelaku pasar.
“Ketika Realized Profit melintasi Realized Loss, Bitcoin cenderung membentuk dasar harga. Persilangan berikutnya kemungkinan sudah sangat dekat. Jadi, pantau perkembangannya!” tuturnya.

Grafik historis turut memperlihatkan pola serupa. Beberapa persilangan sebelumnya muncul berdekatan dengan fase akhir pasar bearish, kemudian diikuti pergerakan naik yang cukup signifikan dalam siklus berikutnya.
Meski belum terjadi secara penuh, jarak kedua indikator menyempit. Kondisi tersebut membuat sebagian analis mulai menganggap fase pelemahan harga Bitcoin berpotensi mendekati titik akhir apabila pola historis kembali terulang.
Koreksi Bitcoin ke US$60.000 Bisa Jadi Bahan Bakar
Sinyal dari data on-chain ternyata tidak bertentangan dengan analisis teknikal. Sebaliknya, keduanya justru saling melengkapi dalam membaca struktur pergerakan harga Bitcoin saat ini.
Analis kripto Ali Martinez menilai investor tidak perlu panik apabila harga BTC kembali turun menuju US$60.000. Menurutnya, pelemahan tersebut justru dapat menyempurnakan pola pembalikan tren.
“Jangan takut jika Bitcoin turun ke US$60.000. Koreksi tersebut justru bisa menjadi bagian yang dibutuhkan untuk menyempurnakan pola inverse head and shoulders. Jika menembus dan mengonfirmasi breakout di atas US$66.500, maka target berikutnya adalah US$74.000,” tulisnya di X, Kamis (30/07/2026).

Artinya, level US$60.000 dapat dipandang sebagai bagian dari proses pembentukan pola. Selama struktur terjaga, koreksi belum tentu menjadi sinyal bearish, melainkan fase yang dapat membuka peluang reli berikutnya.
Sementara itu, harga Bitcoin saat ini berada di kisaran US$64.600, atau kurang dari 3 persen dari level konfirmasi US$66.500. Dengan kata lain, pasar kini memasuki fase krusial yang layak dicermati dalam beberapa hari ke depan.
Konsolidasi 2,35 Tahun Bisa Jadi Awal Pergerakan Besar Bitcoin
Di sisi lain, analis kripto Quinten François mengajak investor melihat gambaran yang lebih besar. Menurutnya, fokus tidak hanya tertuju pada pergerakan harga BTC harian, melainkan juga struktur pasar dalam jangka panjang.
Ia menilai Bitcoin telah bergerak dalam fase konsolidasi dalam waktu yang cukup lama dan menurut ini menjadi periode penting sebagai fondasi yang cukup panjang sebelum tren baru terbentuk.
“Bitcoin telah berkonsolidasi di kisaran US$60.000 hingga US$120.000 selama lebih dari dua tahun. Semakin lama fase konsolidasi terbentuk, semakin besar pula potensi pergerakan harga yang akan terjadi,” tegasnya di X, Kamis (30/07/2026).

Pandangan tersebut sejalan dengan dua analisis sebelumnya. Jika sinyal on-chain membentuk bottom dan pola inverse head and shoulders terkonfirmasi, peluang reli Bitcoin berpotensi semakin terbuka.
Meski demikian, investor tetap perlu mencermati level penting. Harga Bitcoin harus mampu bertahan di atas US$60.000 sekaligus menembus US$66.500 sebelum peluang menuju US$74.000 semakin realistis.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


