Bitcoin Menuju US$143 Ribu, Ini Anak Tangganya!

Harga Bitcoin menunjukkan tren pemulihan yang kian solid. Setelah sukses bertahan di atas level US$110.000 selama beberapa wak terakhur, BTC kini berupaya menembus resistance kuat di kisaran US$112.000. Sejumlah analis menilai momentum ini bisa menjadi langkah awal menuju rekor tertinggi baru.

Gelombang Bearish Bitcoin Selesai, Saatnya Rebound?

Menurut analisa yang diunggah oleh CobraVanguard pada Jumat (24/10/2025), Bitcoin saat ini telah menyelesaikan fase koreksi A–B–C berdasarkan teori Elliott Wave

Fase ini menandai akhir dari gelombang kelima, di mana tren bearish biasanya mencapai titik jenuh. Saat ini, BTC berada di Potential Reversal Zone (PRZ), area yang kerap menjadi sinyal awal pembalikan tren.

“Harga BTC telah mencapai bagian bawah kanal dan menyelesaikan gelombang bearish terakhir. Saya berharap Bitcoin akan mengikuti pola teknikal ini dan memulai gelombang bullish dari titik ini,” jelas CobraVanguard.

IKLAN
Chat via WhatsApp
BACA JUGA:  21Shares Resmi Ajukan ONDO ETF, Sektor RWA Kian Dilirik

Secara teknikal, Bitcoin masih bergerak dalam ascending channel sejak akhir 2023. Area US$100.000–US$105.000 menjadi support utama yang sejauh ini menahan tekanan jual. Selama bertahan, tren bullish tetap utuh dan peluang kenaikan berikutnya tetap terbuka.

Proyeksi Harga Bitcoin Naik ke US$143 Ribu - CobraVanguard
Proyeksi Harga Bitcoin Naik ke US$143 Ribu – CobraVanguard

Target kenaikan utama berada di sekitar US$143.700, yang menjadi resistance kuat di batas atas channel. Jika level ini berhasil ditembus dengan volume besar, BTC berpotensi melanjutkan reli menuju US$150.000.

Sementara itu, indikator MACD mulai menunjukkan bullish crossover, dengan pergerakan yang berbalik positif. Sinyal ini menandakan tekanan beli meningkat dan memperkuat potensi rebound dari zona support — menjadi konfirmasi tambahan untuk tren naik jangka menengah.

Secara keseluruhan, struktur teknikal menunjukkan transisi dari koreksi menuju tren naik. Selama harga Bitcoin bertahan di atas US$105.000, prospek bullish tetap kuat. Dengan momentum yang mulai pulih, target US$143.000 kini terlihat semakin realistis.

BACA JUGA:  Sharpe Ratio Kasih Alarm, Bitcoin Masuk Fase Kritis Jelang Titik Balik?

Bitcoin Mulai Masuki Fase Akumulasi

Menariknya, analisa teknikal CobraVanguard turut diperkuat oleh data on-chain CryptoQuant yang dibagikan oleh Axel Adler Jr pada hari yang sama. Bitcoin Heat Macro Phase Index kini turun ke zona Bottom/Accumulation di level 0,2.

Secara historis, fase ini sering menandai akhir dari periode koreksi besar dan menjadi titik awal akumulasi sebelum reli dimulai. Pola serupa pernah terjadi pada awal 2019 dan pertengahan 2020—dua fase yang kemudian diikuti lonjakan harga ATH baru.

“Dalam pasar bullish, nilai-nilai tersebut biasanya bertepatan dengan periode akumulasi posisi sebelum memasuki fase pertumbuhan berikutnya,” tegasnya.

Bitcoin Heat Macro Phase Index - Axel Adler Jr
Bitcoin Heat Macro Phase Index – Axel Adler Jr

Penurunan ini menunjukkan berkurangnya tekanan spekulatif. Volatilitas mereda, sementara pelaku besar—seperti institusi dan whale—kemungkinan sedang membangun posisi di level harga saat ini. Singkatnya, pasar tampak beralih dari fase ketakutan menuju fase keyakinan baru.

BACA JUGA:  Arkham: Bhutan Diam-diam Pindahkan 184 Bitcoin

Namun, reli berikutnya baru bisa terkonfirmasi jika volatilitas tetap terkendali dan tidak muncul sentimen negatif. Jika kondisi ini terpenuhi, kombinasi antara penguatan struktur teknikal dan sinyal on-chain dapat menjadi dasar kuat bagi fase bullish Bitcoin yang baru. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia