Reli Bitcoin di sepanjang bulan April 2026 ternyata menyimpan risiko yang belum sepenuhnya selesai, meski harga sempat melonjak lebih dari 10 persen dari kisaran US$66.000 ke hampir US$79.000.
Data on-chain terbaru dari XWIN Japan di CryptoQuant menunjukkan kenaikan tersebut lebih banyak didorong oleh aktivitas pasar derivatif dibanding pembelian langsung di pasar spot, kondisi yang dinilai membuat fondasi kenaikan Bitcoin menjadi rapuh.
XWIN Japan menjelaskan bahwa struktur reli kali ini berbeda dari pola bull market yang sehat. Biasanya, kenaikan Bitcoin yang berkelanjutan terjadi ketika permintaan spot dan futures sama-sama tumbuh. Namun pada April ini, data memperlihatkan permintaan futures melonjak, sementara permintaan spot justru masih negatif.
Situasi itu berarti modal yang masuk ke Bitcoin belum benar-benar berupa akumulasi aset secara riil, melainkan lebih banyak berupa posisi leverage di kontrak perpetual futures. Struktur seperti ini dinilai berisiko karena harga bisa naik cepat, tetapi tanpa dukungan pembeli nyata yang kuat.
“Bitcoin sedang naik, tetapi belum benar-benar kuat,” ungkap XWIN Japan, menegaskan bahwa reli yang sehat membutuhkan pemulihan permintaan spot sebagai fondasi utama.
Koreksi harga dari puncak sekitar US$79.000 ke area US$75.000 dalam beberapa hari terakhir dinilai menjadi gambaran awal bagaimana pasar berbasis leverage mulai kehilangan tenaga. Menurut XWIN Japan, pola seperti ini pernah muncul pada awal 2022, sebelum Bitcoin memasuki fase penurunan besar.
Reli Ditopang Leverage, Bukan Akumulasi
XWIN Japan menggunakan indikator Bitcoin: Spot and Perpetual Futures Demand Growth untuk membaca kualitas modal yang masuk ke pasar. Dari indikator itu terlihat bahwa kenaikan Bitcoin saat ini tidak diiringi peningkatan permintaan spot yang memadai.

Kondisi tersebut menunjukkan pasar Bitcoin sedang bergerak dalam struktur yang tidak stabil. Ketika posisi leverage mulai ditutup, baik karena profit taking maupun likuidasi, pasar kehilangan bantalan permintaan organik yang biasanya menopang harga.
Selain itu, XWIN Japan juga mencatat adanya divergensi antara harga Bitcoin dan indikator internal pasar. Meski harga naik, sentimen pasar, arus modal dan kekuatan permintaan secara keseluruhan justru melemah. Divergensi seperti ini sering menjadi tanda awal bahwa momentum kenaikan mulai kehilangan dukungan.
Bitcoin Masuk Zona Penentu, Lanjut Breakout atau Koreksi Dalam?
Secara teknikal, analis GainMuse melihat Bitcoin baru saja menembus pola descending wedge setelah berminggu-minggu bergerak dalam fase kompresi harga. Dalam analisisnya, breakout di atas area US$78.500 membuka jalan menuju target struktural di sekitar US$82.000, selama area breakout itu mampu dipertahankan.

GainMuse juga mencatat candle mingguan Bitcoin ditutup kuat tanpa wick atas yang signifikan, yang menunjukkan tekanan beli masih dominan. Namun ia mengingatkan bahwa jika Bitcoin ditutup mingguan di bawah US$67.500, maka struktur bullish yang terbentuk akan batal sepenuhnya.
Di sisi lain, analis Crypto Cove menilai para pelaku bullish Bitcoin saat ini berpotensi terjebak setelah reli tajam sebelumnya. Menurut analis tersebut, Bitcoin masih memiliki peluang menguji area support US$70.000 hingga US$71.000 dalam waktu dekat.

Crypto Cove melihat jika pola flag yang terbentuk saat ini tertembus ke bawah alias breakdown, tekanan bearish dapat semakin besar dan mempercepat koreksi lanjutan. Ini menunjukkan bahwa meski Bitcoin berhasil mencatat reli kuat sepanjang April, fase konsolidasi dan risiko penurunan masih belum selesai.
Pada akhirnya, kenaikan Bitcoin saat ini memang menunjukkan momentum positif, tetapi fondasinya belum cukup kuat karena lebih banyak ditopang oleh aktivitas leverage di pasar futures, bukan akumulasi riil di pasar spot.
Selama permintaan spot belum pulih dan divergensi internal pasar masih terjadi, reli Bitcoin dinilai masih rentan terhadap koreksi mendadak dan belum bisa dianggap sebagai tren bullish yang benar-benar sehat.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


