Setelah tertekan akibat eskalasi militer AS dan Israel terhadap Iran, harga Bitcoin hari ini justru berbalik arah dan menyentuh level US$68.000. Lonjakan ini terjadi tak lama setelah muncul laporan wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Konflik Iran Memanas, Harga Bitcoin Langsung Bereaksi
Serangan udara Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada Sabtu lalu memicu kepanikan di pasar global, termasuk kripto. Dampaknya terasa cepat. Harga Bitcoin sebelumnya sempat anjlok ke area US$63.000.
Namun, situasi mulai berubah drastis dalam waktu kurang dari 24 jam. Aset kripto terbesar itu justru berbalik arah dan terlihat melonjak lebih dari US$5.000 dari titik terendahnya.
Data CoinMarketCap menunjukkan BTC menyentuh US$68.000 sebelum terkoreksi ke kisaran US$66.900, setara dengan level penutupan Jumat sebelumnya. Artinya, penurunan akibat sentimen perang berhasil dipulihkan dengan cepat.
Di tengah volatilitas, pasar derivatif ikut terguncang. Data CoinGlass mencatat 102.000 trader terlikuidasi dalam 24 jam terakhir dengan total US$417 juta. Likuidasi yang hampir seimbang antara posisi long dan short menegaskan pasar berada dalam fase tarik-menarik.

Wafatnya Khamenei dan Spekulasi Akhir Konflik
Dikutip dari laporan BBC pada Minggu (24/02/2026), Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengonfirmasi bahwa Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan yang terjadi di kantornya. Kabar ini menyebar luas dan memicu respons cepat dari pelaku pasar.
Tidak hanya Khamenei, pejabat tinggi Iran juga dilaporkan tewas, termasuk Komandan IRGC Mohammad Pakpour dan Sekretaris Dewan Pertahanan Ali Shamkhani. Peristiwa ini memicu spekulasi bahwa konflik AS–Iran bisa mereda lebih cepat dari perkiraan.
Presiden AS Donald Trump juga mengonfirmasi kabar tersebut lewat akun Truth Social miliknya dan menyebut bahwa Khamenei adalah salah satu orang paling “jahat” dalam sejarah manusia.
“Ini bukan hanya keadilan bagi rakyat Iran, tetapi juga bagi seluruh warga Amerika yang hebat, serta orang-orang dari banyak negara di seluruh dunia yang telah dibunuh atau dilukai oleh Khamenei dan gerombolan preman haus darahnya,” ujarnya, Minggu (24/02/2026).

Analis kripto Ash Crypto menilai bahwa pasar merespons kabar terbunuhnya Ayatollah Ali Khamenei sebagai sinyal potensi berakhirnya perang AS dan Israel dengan Iran dan mungkin terdapat potensi kenaikan harga BTC yang lebih tajam dalam waktu dekat.
“Jika konflik ini menunjukkan tanda-tanda penyelesaian sebelum pembukaan pasar pada Senin, saya pikir Bitcoin dapat mempertahankan kenaikannya dan bergerak lebih tinggi,” tuturnya di X, Minggu (24/02/2026).
Namun, ia menjelaskan bahwa jika konflik terus berlanjut, bukan tidak mungkin pasar akan tetap volatil dan pergerakan harga menjadi lebih liar dalam jangka pendek.
Mungkinkah Harga BTC Naik Lebih Tinggi?
Meredanya ketegangan geopolitik dinilai menjadi katalis kenaikan Bitcoin. Crypto Cove dalam analisis yang diunggah pada Minggu ini menyebut harga BTC masih berada dalam konsolidasi sehat dan berpotensi breakout jika resistance kunci ditembus.
Pada grafik yang dibagikannya, BTC terlihat bergerak dalam pola sideways selama sekitar tiga pekan. Support level kuat saat ini berada di area US$63.000–US$64.000, yang beberapa kali menahan tekanan jual dan memicu rebound cepat.
Di sisi atas, resistance krusial berada di kisaran US$70.000–US$72.000. Selama belum ada penembusan bersih di atas zona ini, Bitcoin masih berada dalam fase range dan belum mengonfirmasi tren naik baru.

Jika breakout valid terjadi di atas US$72.000, potensi kenaikan BTC terbuka menuju area US$82.000–US$83.000. Namun, jika gagal, harga kemungkinan kembali bergerak dalam rentang yang sama sebelum menentukan arah berikutnya.
Kenaikan Bitcoin hari ini menegaskan sensitifnya pasar kripto terhadap dinamika geopolitik. Sentimen besar bisa mendorong lonjakan cepat, tetapi tanpa konfirmasi teknikal yang kuat, harga tetap rentan berbalik arah.
Untuk saat ini, BTC berhasil bangkit dan memulihkan sentimen jangka pendek. Namun, apakah ini awal reli lanjutan atau sekadar rebound sementara, arah pergerakan Bitcoin berikutnya akan ditentukan oleh perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



