Bitcoin Tak Goyah Usai Fed Rate Naik, Siap Balik ke US$80.000?

Memasuki pekan ketiga September, Bitcoin baru saja menghadapi dua ujian besar sekaligus, dari kenaikan suku bunga The Fed hingga tersendatnya CLARITY Act di Senat AS. Meski tertekan, struktur BTC belum sepenuhnya kehilangan pijakan. 

The Fed Naikkan Suku Bunga, BTC Tak Goyah

Pada Rabu (16/09/2026) waktu Amerika Serikat, The Fed secara resmi menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, membawa target federal funds rate dari 3,50–3,75 persen menjadi 3,75–4,00 persen.

Keputusan tersebut disetujui bulat dengan suara 12–0. FOMC menilai aktivitas ekonomi masih solid, tetapi inflasi tetap tinggi sehingga pengetatan dibutuhkan untuk mempercepat kembalinya inflasi menuju target dua persen.

“Inflasi masih tinggi. Kebijakan hari ini akan membantu mempercepat kembalinya inflasi menuju target Komite sebesar 2 persen,” tulis mereka dalam pernyataan resminya setelah pertemuan. 

Bitcoin sempat bergerak liar setelah keputusan itu, tetapi tidak mengalami keruntuhan besar. BTC diperdagangkan sekitar US$75.000 hingga US$76.500, lalu bertahan dekat US$75.600 beberapa saat setelah pengumuman.

Harga Bitcoin Pasca Pengumuman Kenaikan Suku Bunga The Fed - CoinMarketCap
Harga Bitcoin Pasca Pengumuman Kenaikan Suku Bunga The Fed – CoinMarketCap

Reaksi itu menunjukkan kenaikan suku bunga belum memicu gelombang jual baru yang jauh lebih besar. Namun, dolar AS yang menguat dan imbal hasil obligasi tinggi tetap menjadi tekanan bagi aset berisiko.

CLARITY Act Lebih Dulu Tekan Harga Bitcoin

Tekanan besar justru datang lebih dahulu dari Washington. Sebelum keputusan FOMC, Bitcoin sudah terpukul setelah Senat AS gagal memajukan CLARITY Act melalui voting prosedural pada Selasa lalu.

BACA JUGA:  Bitcoin Makin Panas, Reli BTC Bisa Berlanjut Jika US$83.300 Ditembus

Voting cloture terhadap upaya membawa H.R. 3633 ke pembahasan berikutnya berakhir 49 suara setuju dan 50 menolak. Padahal, sedikitnya 60 suara dibutuhkan agar proses tersebut bisa dilanjutkan.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

CLARITY Act Tumbang di Voting Senat, Tapi Ceritanya Belum Selesai

Kegagalan itu bukan berarti CLARITY Act resmi ditolak menjadi undang-undang. Yang tumbang adalah proseduralnya, sehingga RUU kripto tersebut tertahan meski peluang reconsideration secara teknis masih ada.

Pasar merespons cepat. Bitcoin turun empat persen dan sempat mendekati level US$75.000, menunjukkan isu regulasi justru menjadi pukulan lebih awal sebelum The Fed mengumumkan kenaikan bunga.

Dua tekanan tersebut membuat posisinya cukup menarik. Harga Bitcoin memang turun dari area US$80.000, tetapi keputusan The Fed sendiri belum memperpanjang penurunan secara agresif setelah pasar lebih dahulu terseret isu regulasi.

Analis Soroti Level Kunci Bitcoin di Area US$65.000

Sebelum The Fed mengumumkan kenaikan suku bunga, analis PlanB sudah menyoroti satu indikator jangka panjang yang menurutnya masih menjaga struktur besar BTC, yakni 200-week moving average atau 200WMA.

Grafik Block Horizon yang dibagikannya menunjukkan harga Bitcoin sekitar US$76.809 pada 13 September, sementara 200WMA berada di US$65.172. Artinya, BTC masih diperdagangkan sekitar 18 persen di atas garis tersebut.

BACA JUGA:  Arthur Hayes Sebut Bessent “Yellen 2.0”, Bitcoin Bakal Diuntungkan?

“Bitcoin kembali menjauh dari 200-week moving average. Harga BTC berada di US$77.000, sementara 200WMA di sekitar US$65.000,” ujar PlanB di X, Senin (14/09/2026) , sambil menyoroti pola warna biru yang sebelumnya muncul dekat dasar siklus Bitcoin.

Bitcoin 200WMA - PlanB
Bitcoin 200WMA – PlanB

Menurutnya, tiga kemunculan zona biru bertepatan dengan area dasar besar. Meski pola historis tidak menjamin hasil serupa, jarak BTC dari 200WMA menunjukkan bantalan jangka panjang belum hilang.

Meski pola historis tidak menjamin pergerakan serupa kembali terulang, posisi Bitcoin yang masih jauh di atas 200WMA menunjukkan bantalan jangka panjangnya belum sepenuhnya hilang.

Namun, sebelum harga mendekati area US$65.000, terdapat level yang jauh lebih dekat. Area inilah yang kini menjadi perhatian jika tekanan jual kembali muncul.

US$71.200 Jadi Bantalan, US$80.000 Gerbang Berikutnya

Level terdekat yang kini menarik perhatian berada di sekitar Short-Term Holder Realized Price. Sebelum keputusan FOMC, analis Ali Martinez menempatkan US$71.200 sebagai zona akumulasi jika kenaikan suku bunga memicu sell-off Bitcoin.

“Jika kenaikan suku bunga memicu aksi jual Bitcoin, saya tidak panik. Saya mengamati Short-Term Holder Realized Price di sekitar US$71.200 sebagai zona akumulasi utama berikutnya,” tulis Ali di X, Rabu (16/09/2026).

BACA JUGA:  Bitcoin Tembus US$75.000, Level Ini Tentukan Nasib Selanjutnya
Bitcoin Short-Term Holder Cos Basis - Ali Martinez
Bitcoin Short-Term Holder Cos Basis – Ali Martinez

Indikator tersebut menggambarkan estimasi harga akuisisi rata-rata Bitcoin milik short-term holder. Karena itu, area tersebut kerap diperhatikan untuk membaca tekanan yang sedang dihadapi investor jangka pendek.

Jika tekanan jual kembali muncul, US$71.200 menjadi level yang patut diperhatikan sebelum 200WMA di sekitar US$65.000. Sebaliknya, jika BTC kembali menguat, perhatian beralih ke area resistance terdekat.

Analisis lain yang juga menarik datang dari Michaël van de Poppe. Dikutip dari laporan sebelumnya, ia menempatkan US$79.400 sebagai resistance yang perlu ditembus sebelum BTC menguji US$80.000 hingga US$81.000.

Bitcoin Bisa Cetak High Baru, US$81.000 Terbuka Jika Level Ini Jebol

Dengan begitu, Bitcoin kini berada di antara dua area penting. US$71.200 menjadi perhatian jika koreksi berlanjut, sementara penembusan US$79.400 bisa kembali membuka jalan menuju area US$80.000 hingga US$81.000.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita Bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait