Bitcoin Tembus US$75.000, Level Ini Tentukan Nasib Selanjutnya

Harga Bitcoin kembali mencuri perhatian setelah menembus area US$75.000 pada Jumat (21/08/2026). Kenaikan ini membawa BTC melewati sejumlah level penting, sementara fokus pasar kini mulai bergeser ke US$75.800.

Bitcoin Tembus US$70.000 dan Lewati 200-Day MA

Pergerakan terbaru melanjutkan reli tajam yang terjadi sejak Rabu. Harga BTC melonjak lebih dari 8 persen dan sempat mendekati US$69.700, mencatat kenaikan harian terbesar sejak Maret.

Reli kemudian berlanjut pada Jumat ini. Bitcoin akhirnya menembus US$75.000 dan bergerak ke kisaran US$76.000, membuat struktur harga jangka pendek terlihat lebih kuat dibandingkan beberapa pekan terakhir.

Menurut analis R. Linda, penguatan tersebut juga membawa BTC melewati 200-day moving average yang berada di sekitar US$69.030. Level ini sebelumnya menjadi salah satu hambatan penting bagi pergerakan harga.

Dalam grafik yang dibagikan pada Kamis (20/08/2026), R. Linda menempatkan US$70.000 dan 200-day moving average sebagai level kunci. Setelah keduanya dilewati, peluang kenaikan lanjutan terbuka jika BTC mampu bertahan dan mendapat dukungan faktor lainnya.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Bisa Ambruk ke US$40.000 Sebelum Cetak ATH Baru? Ini Skenarionya

“Bitcoin masih berada sekitar 45 persen di bawah level tertinggi Oktober 2025. Pergerakan berikutnya akan bergantung pada imbal hasil obligasi AS, indeks dolar, permintaan ETF, serta pemungutan suara CLARITY Act,” jelasnya.

Prediksi Pergerakan Harga Bitcoin - R Linda
Prediksi Pergerakan Harga Bitcoin – R Linda

Meski demikian, perjalanan Bitcoin belum sepenuhnya mulus. Grafik pergerakan Bitcoin masih menunjukkan resistance di sekitar US$74.046, sebelum BTC menghadapi area yang lebih besar di kisaran US$75.800.

US$75.800 Jadi Ujian Bitcoin Berikutnya

Menariknya, area US$75.800 juga muncul dalam riset yang dirilis oleh Glassnode pada Rabu (19/08/2026). Level tersebut disebut sebagai True Market Mean, sementara Short-Term Holder Cost Basis berada lebih rendah di kisaran US$68.500.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Saat laporan itu disusun, harga Bitcoin masih berada di bawah kedua level tersebut. Kondisi ini membuat struktur pasar dinilai masih mencerminkan karakteristik fase kapitulasi.

Kini, situasinya mulai berubah. Dengan harga Bitcoin yang berada di kisaran US$75.000, BTC sudah kembali berada di atas Short-Term Holder Cost Basis dan semakin mendekati True Market Mean.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Beri Harapan Palsu? Koreksi Besar Kini Mengintai

“Kondisi ini merupakan ciri khas fase kapitulasi, yang secara historis sering menjadi periode pembentukan dasar siklus pasar,” tulis Glassnode.

Realized Profit and Loss Ratio 90 Hari Bitcoin - Glassnode
Realized Profit and Loss Ratio 90 Hari Bitcoin – Glassnode

Perubahan ini membuat US$75.800 menjadi level yang layak diperhatikan. Jika ditembus, pemulihan Bitcoin berpotensi memperoleh konfirmasi lebih kuat dibandingkan sekadar rebound jangka pendek.

Sebaliknya, jika momentum melemah sebelum mencapai area ini, tekanan jual bisa kembali muncul. Dalam skenario koreksi, R. Linda menyoroti level US$68.000, US$66.000, hingga US$64.000-US$65.000 sebagai zona dukungan.

Reli BTC Menguat, tapi Risiko Belum Hilang

Meski struktur harga BTC mulai membaik, data pasar belum sepenuhnya memberikan sinyal aman. Glassnode mencatat permintaan di pasar perpetual memang kembali positif setelah sebelumnya melemah tajam.

Perbaikan serupa juga terlihat pada Bitcoin Spot ETF. Arus dana mulai stabil setelah tekanan jual besar pada Juni dan awal Juli, tetapi akumulasi institusional belum kembali secara konsisten.

Selain itu, Relative Unrealized Loss hanya memuncak sekitar 25 persen. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan lebih dari 60 persen yang terlihat pada fase kapitulasi siklus sebelumnya.

BACA JUGA:  Sayang Dilewatkan! Analis Ungkap Nasib Bitcoin Berikutnya

Di sisi lain, Realized Profit/Loss Ratio 90 hari masih berada di 0,75. Secara historis, rasio ini biasanya turun di bawah 0,5 sebelum tekanan jual benar-benar mencapai titik kelelahan dan oleh karena itu belum bisa dipastikan sebagai pengganti tren pasar.

“Selama metrik ini belum kembali menembus ambang 2, setiap pemulihan sebaiknya dianggap sebagai reli lokal, bukan perubahan rezim pasar,” tulis Glassnode dalam laporan tersebut.

Indikator Risiko Bitcoin - Glassnode
Indikator Risiko Bitcoin – Glassnode

Dengan kondisi itu, reli ke US$75.000 memang memperbaiki struktur jangka pendek. Namun, pasar masih perlu melihat apakah BTC mampu melewati US$75.800 sebelum menyimpulkan bahwa tren besar benar-benar berbalik.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait