Bitcoin Terancam Short Squeeze Besar, Level Ini Jadi Penentu

Pasar Bitcoin menghadapi risiko short squeeze besar dalam waktu dekat seiring menipisnya suplai di bursa dan meningkatnya tekanan struktural dari sisi on-chain.

Analisis terbaru dari analis GugaOnChain di CryptoQuant menunjukkan bahwa kombinasi kelangkaan likuiditas dan perilaku investor dapat memicu likuidasi berantai terhadap posisi short, terutama jika harga berhasil menembus level krusial di sekitar US$83.000.

Pada perdagangan terbaru, BTC tercatat berada di kisaran US$78.050, setara Rp1,35 miliar, dengan kenaikan 2,52 persen dalam 24 jam terakhir.

Volume spot juga melonjak menjadi sekitar US$49,72 miliar, naik 36,5 persen, menandakan aktivitas pasar yang kembali meningkat. Meski demikian, kondisi makroekonomi global yang masih diliputi ketidakpastian membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Likuiditas Menyusut, Risiko Short Squeeze Meningkat

Dalam laporan tersebut, GugaOnChain menjelaskan bahwa aliran masuk whale ke bursa mulai menunjukkan sinkronisasi, dengan lebih dari 1.000 BTC masuk ke masing-masing platform besar seperti Coinbase dan Binance.

Namun, di saat yang sama, likuiditas di bursa justru semakin menipis. Data menunjukkan rata-rata exchange inflow berada di bawah rata-rata pergerakan mingguan, sementara netflow global mengalami defisit sekitar 1.300 BTC.

BACA JUGA:  Pungutan Bitcoin di Hormuz Diragukan, Arthur Hayes Sebut Ini Drama

Bitcoin whale inflow

Kondisi ini mencerminkan berkurangnya cadangan Bitcoin yang tersedia untuk diperdagangkan, yang pada akhirnya memperketat keseimbangan antara permintaan dan penawaran.

Indikator Binance Squeeze Risk Oscillator bahkan mendekati ambang kritis di 0,79, hampir menyentuh level peringatan kelelahan.

“Pasar kini menghadapi risiko likuidasi berantai yang semakin dekat, terutama pada posisi short,” ungkap GugaOnChain.

Sejalan dengan itu, analis lain dari CryptoQuant, Darkfost, menyoroti bahwa pasar saat ini memasuki fase disbelief, di mana pelaku pasar tetap mempertahankan bias bearish meskipun harga bergerak naik.

Bitcoin funding rate

Ia mencatat bahwa funding rate kumulatif 30 hari di Binance masih berada di kisaran negatif sekitar -4,5 persen, menunjukkan banyak trader yang terus bertaruh melawan tren. Secara historis, kondisi seperti ini justru sering menjadi dasar terbentuknya reli lanjutan.

Bitcoin Uji Resistance Kunci, Arah Besar Segera Ditentukan

Dari sisi struktur harga, GugaOnChain melihat level US$83.000 kini menjadi titik penentu utama. Data menunjukkan bahwa harga realisasi pemegang jangka pendek berada di kisaran US$83.055, sementara indikator MVRV menunjukkan investor masih mengalami kerugian sekitar 7 persen.

BACA JUGA:  Andai Selat Malaka Ikuti Tarif Kripto ala Hormuz, Segini Pendapatan RI

Dalam kondisi ini, tekanan jual cenderung tertahan hingga harga mencapai titik impas, memperkuat area tersebut sebagai resistance kuat dalam jangka pendek.

Dari sisi teknikal, analis Ali Martinez mengidentifikasi pembentukan pola Morning Star pada grafik bulanan Bitcoin, sebuah formasi tiga candle yang umumnya menandakan kelelahan penjual dan mulai masuknya kekuatan beli.

Bitcoin BTC monthly 23 apr

Pola ini dikenal sebagai salah satu sinyal pembalikan tren yang cukup kuat, terutama dalam timeframe tinggi seperti bulanan. Namun, Martinez juga menekankan bahwa sinyal ini tidak selalu diikuti kenaikan langsung.

Berdasarkan data historis, harga Bitcoin kerap mengalami fase jeda atau koreksi ringan terlebih dahulu, dengan rata-rata penurunan sekitar 8 persen sebelum melanjutkan reli utama.

Artinya, meskipun struktur jangka panjang mulai mengarah bullish, volatilitas jangka pendek masih sangat mungkin terjadi sebagai bagian dari proses konsolidasi.

Sementara itu, analis CryptoZ melihat pendekatan yang lebih taktis dengan fokus pada skenario penurunan jangka pendek.

Ia mencatat bahwa harga Bitcoin saat ini sedang menguji zona resistance di time frame tinggi yang juga bertepatan dengan level Fibonacci 0,5, menciptakan area konfluensi yang kuat untuk potensi pembukaan posisi short.

BTC analisis 23 apr

Dalam strateginya, CryptoZ menargetkan beberapa level penurunan, dimulai dari US$70.000 sebagai area take profit pertama, yang sekaligus merupakan zona support kuat dan pusat likuiditas. Selanjutnya, ia mengincar area US$66.000 sebagai dasar range yang telah beberapa kali dipertahankan oleh pembeli.

BACA JUGA:  Harga XRP Hari Ini Lesu, Trader Mulai Kurangi Posisi

Target akhir berada di sekitar US$60.000, yang masih menyisakan liquidity wick yang belum terisi. Meski demikian, ia menegaskan bahwa skenario ini akan gagal jika harga BTC mampu ditutup secara meyakinkan di atas zona resistance utama, yang berpotensi membatalkan bias bearish dan membuka jalan ke kenaikan lebih lanjut.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait