Bitcoin Terjebak! Level US$80 Ribu Kini Jadi Medan Perang Besar

Harga Bitcoin (BTC) kembali berada dalam tekanan setelah area US$80 ribu berubah menjadi titik pertarungan paling krusial antara buyer dan seller.

Sejumlah analis on-chain dan teknikal mulai melihat munculnya kombinasi sinyal pelemahan yang berpotensi memicu koreksi lebih dalam apabila level support utama gagal dipertahankan dalam waktu dekat.

Analis on-chain GugaOnChain di CryptoQuant menilai area tersebut kini menjadi “breaking point” pasar setelah average cost basis investor jangka pendek berubah menjadi resistance kuat.

Dalam laporan terbarunya,ia mencatat Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$80.730 pada Selasa saat tekanan jual mulai meningkat.

Bitcoin realized price STH

Data indikator Bitcoin: Realized Price STH & MVRV STH menunjukkan nilai MVRV dari short-term holder berada di 0,9977 atau masuk zona “Tactical Capitulation.” Kondisi itu menandakan sebagian besar investor jangka pendek mulai berada dalam posisi rugi karena harga rata-rata akumulasi mereka berada di sekitar US$80.721.

Level support lama kini berubah menjadi resistance yang sulit ditembus,” ujar GugaOnChain.

Menurutnya, situasi tersebut membuat banyak holder jangka pendek mulai sensitif terhadap pergerakan harga. Ketika Bitcoin gagal bertahan di atas area cost basis tersebut, tekanan panic selling mulai meningkat dan memperbesar risiko pelemahan lanjutan di pasar kripto.

BACA JUGA:  Stablecoin Tak Lagi Pasif, BlackRock Siapkan 2 Produk Baru

Tekanan pasar juga mulai terlihat dari aktivitas whale di exchange. GugaOnChain mencatat indikator Bitcoin: Exchange Whale Ratio – All Exchanges mencapai 0,9796, yang berarti sekitar 98 persen aliran deposit ke bursa berasal dari whale besar.

Aktivitas tersebut disebut terkonsentrasi di Binance dengan Binance Whale Concentration Indicator berada di level 53,26 persen.BTC wallet 13 mei

Di tengah tekanan itu, platform analitik blockchain Arkham Intelligence juga mendeteksi wallet baru yang menarik 331 BTC senilai sekitar US$26,7 juta dari Binance. Pergerakan dana dalam jumlah besar tersebut muncul ketika pasar sedang memantau ketat arah pergerakan Bitcoin di area support psikologis utama.

Momentum Bitcoin Mulai Retak di Area Resistance Kuat

Sementara itu, analis teknikal Zayk menyoroti Bitcoin mulai kehilangan momentum bullish setelah beberapa kali gagal menembus resistance US$81 ribu hingga US$82 ribu pada time frame 4 jam.

BTC koreksi 13mei

Dalam grafik yang dibagikannya, Bitcoin masih bergerak di atas ascending trendline yang terbentuk sejak awal April 2026. Trendline tersebut selama ini menjadi supiport dinamis yang menjaga struktur higher low tetap bertahan di tengah volatilitas pasar.

BACA JUGA:  Harga XRP Masih Tertahan, Indikator Penting Ini Beri Sinyal Positif

Namun, Zayk melihat munculnya rejection berulang di area resistance atas mulai mengindikasikan pelemahan momentum buyer. Jika trendline support akhirnya breakdown, BTC disebut berpotensi terkoreksi menuju area US$71.800 atau turun sekitar 10 persen dari posisi saat ini.

Menurutnya, struktur higher low yang sebelumnya menopang reli dapat berubah menjadi pembentukan lower high apabila buyer gagal merebut kembali resistance utama di area US$81 ribu hingga US$82 ribu. Meski begitu, peluang rebound dinilai masih terbuka selama trendline support belum ditembus secara valid.

BTC dan DXY Kembali Bentuk Pola Siklus Lama

Di sisi lain, analis pasar CryptoZ juga melihat hubungan historis antara Bitcoin dan indeks dolar AS atau DXY mulai kembali menunjukkan pola yang mirip dengan siklus sebelumnya.

Bitcoin analisis cryptoz

CryptoZ mencatat DXY saat ini kembali berada di area struktur bottoming pada trendline 10 tahun, sementara Bitcoin justru bergerak mendekati potensi local top. Dalam beberapa siklus sebelumnya, penguatan DXY sering diikuti pelemahan harga Bitcoin setelah aset kripto tersebut mencapai puncak lokal.

BACA JUGA:  Dominasi Bitcoin Naik, Tapi Ini Bukan Bull Run Sebenarnya

Ia menilai pola yang sama berpotensi kembali terjadi pada siklus kali ini. Jika DXY mulai memasuki fase penguatan baru, tekanan terhadap BTC diperkirakan dapat meningkat karena dolar AS yang lebih kuat secara historis cenderung melemahkan minat investor terhadap aset berisiko.

Secara keseluruhan, pasar kini memusatkan perhatian pada kemampuan Bitcoin mempertahankan area US$80 ribu dalam beberapa hari ke depan.

Kegagalan bertahan di atas level tersebut berpotensi memicu efek domino berupa likuidasi lanjutan, sementara keberhasilan reclaim area US$81 ribu hingga US$82 ribu dapat menjadi sinyal awal pemulihan momentum bullish jangka pendek.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait