Bitcoin Terlihat Lesu, Tapi Hal Besar Ini Terjadi Tanpa Disadari

Bitcoin menunjukkan tanda-tanda pelemahan di permukaan, namun data on-chain terbaru mengindikasikan adanya akumulasi besar yang berlangsung diam-diam di tengah sentimen pasar yang masih didominasi rasa takut.

Analisis dari GugaOnChain di CryptoQuant mengungkap bahwa meskipun harga bergerak stagnan di kisaran US$77.652, aktivitas modal besar justru terus mengalir ke dalam pasar.

Dari sisi teknikal, BTC telah membentuk pola Long Leg Doji pada time frame harian, yang mencerminkan ketidakpastian arah akibat tarik-menarik antara pembeli dan penjual. Volume perdagangan juga tercatat lemah, hanya sekitar 7,78 ribu BTC, jauh di bawah rata-rata 20 hari di kisaran 16,94 ribu BTC.

Kondisi ini diperkuat oleh indikator Fear and Greed Index yang berada di level 39 atau zona “fear.” Namun, di balik kondisi tersebut, GugaOnChain menilai bahwa kelelahan grafik yang terlihat saat ini bersifat semu.

IKLAN
Chat via WhatsApp

“Modal sebenarnya sedang terakumulasi,” ujarnya.

Akumulasi Bitcoin Diam-Diam oleh Pelaku Besar

Data on-chain menunjukkan adanya pergeseran kepemilikan Bitcoin dari mega whale ke kelompok investor yang lebih aktif. Dalam periode 30 hari terakhir, pemegang lebih dari 10.000 BTC tercatat mendistribusikan sekitar 25.51 ribu BTC.

Namun, tekanan jual tersebut langsung diserap oleh kelompok “sharks” (100–1.000 BTC) yang mengakumulasi sekitar 37.92 ribu BTC, serta kelompok 1.000–10.000 BTC yang menambah sekitar 9.57 ribu BTC.

BACA JUGA:  Analisis Kripto Hari Ini: ETH, PIPPIN, SHIB, XLM, ONT di Titik Kritis Pasar

Akumulasi BTC

Fenomena ini menciptakan apa yang disebut sebagai “perisai harga” institusional, di mana distribusi oleh whale besar tidak berdampak signifikan terhadap penurunan harga karena diserap oleh pelaku pasar lain.

Selain itu, tidak ditemukan adanya tekanan jual besar di pasar spot. Data menunjukkan bahwa aliran Bitcoin dari whale ke bursa utama seperti Binance tercatat nol dalam 24 jam terakhir untuk kelompok 100–10.000 BTC, mengindikasikan tidak adanya niat jual dalam waktu dekat.

Tekanan Jangka Pendek Masih Mengintai

Di sisi lain, tekanan jangka pendek masih menjadi perhatian. Indikator Exchange Whale Ratio berada di level 61,89 persen, yang masuk dalam zona waspada moderat. Sementara itu, open interest Bitcoin meningkat 10,43 persen dibandingkan rata-rata 30 hari, mencapai US$25,98 miliar, menandakan meningkatnya aktivitas di pasar derivatif.

Cadangan Bitcoin di bursa juga mengalami penurunan sekitar 0.96 persen dalam 30 hari terakhir, menjadi 2.66 juta BTC, yang menunjukkan adanya penarikan aset ke luar bursa.

Ditambah dengan nilai Miner Position Index (MPI) di -0,50, yang mencerminkan minimnya tekanan jual dari penambang, serta Coinbase Premium Gap yang positif, menandakan adanya tekanan beli ringan dari investor AS.

BACA JUGA:  Bank Digital Ini Buka Akses XRP ke 13 Juta Pengguna, Adopsi Melebar ke Level Ritel

Namun demikian, di sisi teknikal, analis Klondike mengidentifikasi bahwa Bitcoin sempat keluar dari pola bullish pennant pada time frame 1 jam, sebuah struktur yang umumnya mencerminkan kelanjutan tren naik setelah fase konsolidasi.

BTC analisis 25 apr

Dalam jangka pendek, breakout ini membuka peluang kenaikan lanjutan dengan target terdekat di kisaran US$82.162. Meski demikian, keberlanjutan skenario ini tetap bergantung pada kekuatan volume dan kemampuan harga mempertahankan momentum di atas area breakout, mengingat kondisi pasar yang masih dibayangi ketidakpastian.

Namun, pandangan berbeda disampaikan oleh analis CryptoCove yang melihat adanya potensi jebakan likuiditas di balik pergerakan harga saat ini.

Bitcoin analisis 25 apr

Ia menilai bahwa Bitcoin kemungkinan besar telah membangun momentum beli yang justru berfungsi untuk menarik partisipasi trader ritel sebelum terjadi pergerakan berlawanan.

Dalam analisisnya, likuiditas di sisi atas telah tersapu, sehingga meningkatkan risiko bahwa pembeli yang masuk terlambat akan terjebak dalam posisi yang kurang menguntungkan.

CryptoCove memperkirakan bahwa dalam beberapa hari ke depan, Bitcoin berpotensi bergerak turun menuju area US$67.000 hingga US$68.000 sebagai bagian dari fase koreksi lanjutan.

Bahkan, jika pola bearish flag yang terbentuk saat ini mengalami breakdown ke bawah, maka skenario penurunan dapat berlanjut lebih dalam ke kisaran US$54.000 hingga US$56.000. Meski demikian, ia menekankan bahwa konfirmasi tetap diperlukan sebelum validasi penuh terhadap skenario bearish tersebut.

BACA JUGA:  Harga XRP Naik 2 Persen, Sinyal Ini Bisa Gagalkan Reli

Selain itu, CryptoCove juga menyoroti bahwa selama Bitcoin masih bergerak dalam struktur channel atau flag yang terbentuk saat ini, sejumlah altcoin diperkirakan masih memiliki ruang untuk bergerak naik secara selektif.

Artinya, tekanan pada Bitcoin tidak selalu langsung berdampak negatif terhadap seluruh pasar kripto, terutama bagi aset yang memiliki katalis tersendiri.

Sementara itu, analis Ted menilai bahwa Bitcoin saat ini tengah mengalami koreksi ringan setelah pergerakan sebelumnya. Ia menegaskan bahwa level US$76.000 menjadi titik support krusial yang harus dipertahankan dalam jangka pendek.

Bitcoin terbaru 25 april

Jika level tersebut mampu bertahan, maka struktur pasar masih relatif stabil. Namun, apabila terjadi penembusan ke bawah, maka risiko penurunan tajam dinilai akan meningkat,, seiring potensi terbukanya likuiditas di bawah area tersebut.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait