BTC kembali memantik optimisme setelah sejumlah indikator mulai selaras. Arus dana Bitcoin Spot ETF berbalik positif, Puell Multiple memasuki zona historis, sementara MA-200 hari masih menjadi tantangan utama sebelum peluang reli semakin terkonfirmasi.
ETF Kembali Serap Likuiditas, Bitcoin Dapat Angin Segar
Pergerakan Bitcoin beberapa pekan terakhir mulai menunjukkan perubahan sentimen yang cukup menarik. Setelah sempat dihantam tekanan jual, pasar kini perlahan mendapatkan kembali kepercayaan dari investor institusional melalui Bitcoin Spot ETF.
Grafik arus kumulatif Bitcoin Spot ETF memperlihatkan tren outflow yang sempat membebani pasar mulai mereda. Bahkan, aliran modal kembali menguat setelah harga Bitcoin bertahan di area psikologis sekitar US$60.000 dan mencatat inflow positif.
“Rangkaian arus keluar dana (outflow) dari Bitcoin ETF baru-baru ini telah berakhir, dan sejak harga menyentuh titik terendah terbaru, kami kembali melihat arus masuk bersih (net inflow) hampir US$1 miliar,” tulis DaanCrypto, Jumat (24/07/2026).

Ia menjelaskan sebagian besar BTC telah berpindah tangan di kisaran US$60.000. Karena pasokan jual dinilai mulai menipis setelah outflow sebelumnya, tambahan arus dana baru berpotensi memberikan dampak yang lebih besar terhadap harga.
Kondisi tersebut membuat peluang Bitcoin untuk melanjutkan kenaikan terbuka. Dengan tekanan jual yang berkurang, setiap pembelian institusional diperkirakan mampu mendorong pergerakan lebih efektif dibanding beberapa pekan sebelumnya.
Puell Multiple Beri Sinyal Bottom, Adopsi ETF Masih Punya Ruang Besar
Optimisme tersebut diperkuat oleh indikator on-chain yang selama ini cukup diperhatikan pelaku pasar, yakni Puell Multiple. Indikator ini kini kembali memasuki wilayah oversold, sebuah zona yang dalam sejarah Bitcoin sering muncul menjelang pembalikan tren.
CryptoMichNL lewat analisis yang dibagikan pada Jumat (24/07/2026) menilai kondisi saat ini sangat mirip dengan fase dasar harga pada siklus sebelumnya. Menurutnya, pola serupa pernah muncul pada dasar pasar beberapa tahun sebelumnya.
“BTC memasuki wilayah oversold pada indikator Puell Multiple. Pada setiap kali indikator ini mencapai level tersebut, harga Bitcoin tidak lama kemudian membentuk botom. Hal yang sama terjadi pada dasar 2015, 2018, 2020, dan 2022. Kali ini pun seharusnya tidak berbeda,” ujarnya.

Di saat yang sama, data kepemilikan Bitcoin ETF juga menunjukkan akumulasi institusional masih berada di level yang relatif tinggi. Meskipun sempat mengalami penurunan dibanding puncaknya, ETF non-GBTC masih menyimpan lebih dari satu juta BTC.
Potensi pertumbuhan bahkan belum berhenti di situ. CryptoQuant membagikan grafik xwinfinance yang menyoroti rencana Bitcoin Spot ETF di Jepang senilai sekitar US$18,4 miliar, angka yang ternyata hanya mewakili sekitar 0,13 persen dari total aset keuangan rumah tangga di jepang.
“Total aset keuangan rumah tangga di Jepang mencapai US$14,6 triliun. ETF senilai US$18,4 miliar hanya akan mewakili sekitar 0,13 persen dari jumlah tersebut. Nilai itu juga setara dengan sekitar 1 persen dari pasar dana investasi saham publik Jepang,” pungkasnya di X, Jumat (24/07/2026).
Nilai tersebut juga hanya setara sekitar 1 persen dari pasar dana investasi saham publik Jepang. Artinya, apabila minat investor terus meningkat, ruang ekspansi Bitcoin ETF masih tergolong sangat luas.

Target US$70.000 Semakin Dekat, tetapi MA-200 Hari Masih Jadi Ujian
Meski berbagai indikator mulai berpihak kepada pembeli, tantangan teknikal belum benar-benar selesai. Grafik harga masih memperlihatkan Bitcoin bergerak menuju area resistance penting yang berdekatan dengan garis 200-day Moving Average (MA).
Menurut Colin Talks Crypto, garis terus menurun mengikuti tren sebelumnya. Jika pergerakan saat ini berlanjut, titik pertemuan harga dengan indikator tersebut diperkirakan berada di bawah level US$70.000.
“Dengan laju seperti sekarang, ketika harga BTC menyentuh MA-200 hari, posisinya kemungkinan sudah berada di bawah US$70.000. Kalaupun benar-benar berhasil mencapainya,” tulis ColinTCrypto.
Grafik juga memperlihatkan Bitcoin mulai membentuk rangkaian higher low setelah memantul dari area sekitar US$58.000. Kini harga bergerak mendekati resistance horizontal di kisaran pertengahan US$60.000 yang menjadi pintu awal menuju area US$70.000.

Apabila resistance tersebut berhasil ditembus, peluang menguji MA-200 hari akan semakin terbuka. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan momentum dapat memicu konsolidasi sebelum pasar mencoba membangun tenaga baru.
Untuk saat ini, gambaran besarnya semakin jelas. Arus dana ETF yang kembali positif, Puell Multiple yang memasuki zona historis, serta potensi pertumbuhan adopsi institusional memberikan fondasi yang semakin kuat.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


