Bitcoin Tutup September Hijau, Uptober Mulai Menggoda

Bitcoin memasuki Q4  2026 dengan momentum yang terasa sejak September. Sepanjang bulan lalu, BTC berhasil ditutup hijau, ditopang arus dana institusional yang menguat, sekaligus mengungguli saham dan emas.

Bekal tersebut membuat Oktober terasa lebih menarik. Narasi Uptober kembali mencuat, kali ini bukan sekadar karena rekam jejak historis, tetapi juga karena BTC membangun momentum sebelum Q4 dimulai.

September Hijau Jadi Bekal Bitcoin di Uptober

Data Santiment yang dibagikan pada Rabu (30/09/2026) memperlihatkan Bitcoin tampil paling menonjol sepanjang September. BTC naik sekitar tujuh persen, sementara S&P 500 nyaris datar dan emas justru turun lebih dari enam persen.

Menurut Santiment, selisih performanya menunjukkan Bitcoin memasuki Q4 dengan momentum yang lebih kuat dibanding aset tradisional, setelah mencatat kenaikan ketika saham cenderung datar dan emas justru melemah.

Perjalanan menuju posisi tersebut tidak mulus. Pada awal September, BTC sempat tertahan di kisaran US$76.000 hingga US$78.000 setelah reli akhir Agustus kehilangan tenaga dan US$80.000 sulit dipertahankan.

Performa Bitcoin, Saham dan Emas pada September - Santiment
Performa Bitcoin, Saham dan Emas pada September – Santiment

Arah pasar crypto mulai berubah pada pertengahan bulan lalu. Setelah berkutat di sekitar US$75.000 hingga US$77.000, Bitcoin menembus US$80.000 pada 19 September dan mulai membangun pijakan harga yang lebih kuat.

BACA JUGA:  Serangan Hantam Blink Wallet, Puluhan Akun Bitcoin Custodial Dikuras

Beberapa hari kemudian, BTC melanjutkan reli ke kisaran US$85.000. Rangkaian itu membuat September terlihat seperti pemanasan, ketika Bitcoin perlahan mengumpulkan momentum sebelum memasuki Uptober dan Q4.

Uang Baru Masuk, Mesin Bitcoin Ikut Panas

Kenaikan harga Bitcoin juga berjalan beriringan dengan masuknya modal institusional. Data SoSoValue per Jumat (02/10/2026) menunjukkan Bitcoin Spot ETF AS mencatat net inflow US$172,43 juta pada Juli, lalu melonjak menjadi US$3,52 miliar pada Agustus.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Tren positif itu berlanjut pada September dengan net inflow US$2,65 miliar. Artinya, selama tiga bulan berturut-turut sejak Juli, arus dana bersih ke produk Bitcoin ETF dari investor institusional berada di zona positif.

“Uang baru membantu menjaga reli hidup. Bitcoin ETF menarik dana miliaran pada September, termasuk arus masuk menjelang akhir bulan, sementara Strategy menambah 1.665 BTC. Ini menunjukkan permintaan nyata yang masuk bersamaan dengan kenaikan harga,” jelas mereka.

Bitcoin Spot ETF Inflow - SoSoValue
Bitcoin Spot ETF Inflow – SoSoValue

Meski demikian, arus institusional tidak bergerak satu arah. Hari terakhir September mencatat net outflow sekitar US$148,69 juta, menunjukkan bahwa tekanan jual dan aksi ambil untung tetap bisa muncul sewaktu-waktu.

Uptober Datang, Sejarah Mulai Bikin Trader Melirik

Setelah September berakhir hijau, perhatian kini bergeser ke rekam jejak Oktober. Data yang dibagikan analis Merlijn The Trader menunjukkan Bitcoin menutup sepuluh dari 13 Oktober terakhir dengan return positif.

BACA JUGA:  Bitcoin Jelang Uptober Setelah September Menghijau, Sejarah Bilang Apa?

Dalam periode 2013 hingga 2025, rata-rata return Bitcoin pada Oktober mencapai sekitar 19,92 persen, sedangkan mediannya berada di 14,71 persen. Catatan inilah yang membuat narasi Uptober terus hidup setiap tahun.

Performa Pasar Kripto pada Oktober Tiap Tahunnya - Merljin The Trader
Performa Pasar Kripto pada Oktober Tiap Tahunnya – Merljin The Trader

Oktober tahun lalu memang menjadi pengecualian setelah Bitcoin ditutup turun sekitar 3,69 persen. Namun, dalam 13 tahun terakhir, BTC belum pernah mencatat dua Oktober merah secara berturut-turut.

“Oktober lalu ditutup merah. Dua Oktober merah berturut-turut? Belum pernah terjadi dalam 13 tahun terakhir. Para bear, kalian sudah diperingatkan,” ujarnya di X, Rabu (30/09/2026).

Meski statistik cukup menggoda, sejarah tentu bukan jaminan Bitcoin akan kembali naik. Pola musiman hanya memberi konteks, sementara arah harga tetap dipengaruhi permintaan spot, likuiditas, kondisi makro, dan posisi leverage trader.

Sinyal Uptober Muncul, tetapi Jalannya Tidak Mulus

Ada alasan mengapa Oktober kali ini terasa lebih menarik dibanding sekadar pola kalender. Bitcoin datang dengan harga yang lebih kuat, tiga bulan inflow ETF positif, dan permintaan korporasi yang belum berhenti.

BACA JUGA:  Fidelity Ungkap Titik Krusial Bitcoin di Q4, November Jadi Penentu?

Momentum pasar juga mulai merembet ke altcoin. Altcoin Season Index CoinMarketCap berada di level 58 pada awal Oktober, menunjukkan banyak altcoin mengejar BTC meski altseason belum tercapai.

“Q4 dimulai dengan momentum yang lebih kuat dibanding saham maupun emas. Permintaan ETF yang berlanjut, akumulasi korporasi, kejelasan regulasi yang membaik, serta kembali aktifnya altcoin memberi trader alasan untuk tetap optimistis,” jelas Santiment.

Uptober Bukan Cuma Bitcoin, Sinyal Altcoin Season Mulai Menyala?

Namun, risiko belum hilang. Imbal hasil obligasi yang tinggi serta leverage yang terlalu padat masih bisa memicu koreksi tajam, bahkan ketika struktur bulanan Bitcoin dan arus modal institusional terlihat konstruktif.

Karena itu, September mungkin menjadi pemanasan, tetapi Oktober tetap menjadi ujian sesungguhnya. Jika US$80.000 bertahan sebagai pijakan dan inflow ETF berlanjut, narasi Uptober berpeluang mendapat bahan bakar yang lebih kuat.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita Bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait