Bitmine Gas Pol Platform Staking ETH Skala Institusi

Bitmine Immersion Technologies resmi meluncurkan platform staking Ethereum (ETH) bernama MAVAN (Made in America Validator Network).

Dalam peluncuran tersebut, Bitmine langsung mengoperasikan staking ETH dalam skala besar, dengan total 3.142.643 ETH atau setara sekitar US$6,8 miliar yang telah di-stake hingga Selasa (24/3/2026).

Dari Internal ke Institusi, Ekspansi Bitmine Dimulai

Perusahaan menyebut bahwa MAVAN awalnya dikembangkan untuk mengelola aset Ethereum internal, namun kini dibuka untuk klien institusional seperti kustodian, bursa, hingga mitra blockchain.

Langkah tersebut dilakukan untuk menangkap peluang pertumbuhan staking ETH yang semakin diminati oleh institusi sebagai sumber yield berbasis aset digital.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Dalam satu minggu terakhir sebelum peluncuran, Bitmine juga menambahkan sekitar 101.776 ETH atau setara US$219 juta ke dalam jaringan staking tersebut. Dengan rencana ekspansi lanjutan, perusahaan menargetkan peningkatan kapasitas staking ETH secara bertahap hingga mencakup sebagian besar kepemilikan ETH mereka.

BACA JUGA:  50 Hari Menggantung, Bagaimana Kelanjutan Kasus Timothy Ronald?

“Karena Bitmine adalah pemilik Ethereum terbesar di dunia, tak lama setelah diluncurkan, MAVAN akan menjadi platform staking Ethereum terbesar di dunia. Kami berencana untuk berekspansi ke jaringan proof-of-stake tambahan dan infrastruktur blockchain penting lainnya seiring waktu, dan hingga tahun 2026, kami akan meningkatkan upaya kami di bidang-bidang seperti brankas on-chain, pengembangan klien pasca-kuantum, dan banyak lagi,” ujar Ketua Bitmine, Tom Lee, dalam siaran pers, pada Rabu (25/3/2026).

Skala Staking ETH Bitmine Tembus Level Institusi

Peluncuran MAVAN menunjukkan skala operasi yang langsung besar di pasar staking ETH global. Dengan estimasi imbal hasil tahunan sekitar 2,83 persen, Bitmine berpotensi meraih pendapatan hingga mendekati US$300 juta per tahun jika seluruh kapasitas staking ETH dimaksimalkan.

Angka tersebut mencerminkan pergeseran fungsi aset kripto, khususnya Ethereum, yang kini tidak hanya dipandang sebagai instrumen spekulatif, tetapi juga sebagai aset yang mampu menghasilkan arus kas secara berkelanjutan.

BACA JUGA:  Veteran Kripto Erik Voorhees Diduga Borong 25.000 ETH

Bagi institusi, model ini dinilai menarik karena menawarkan kombinasi antara eksposur terhadap aset digital dan potensi pendapatan pasif.

Selain itu, MAVAN dirancang dengan pendekatan infrastruktur hybrid, menggabungkan validator berbasis AS dengan jaringan operasional global.

Model ini memungkinkan perusahaan menjaga performa jaringan sekaligus menawarkan layanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan institusi, termasuk opsi white-label bagi pihak ketiga.

Bitmine Ubah Arah dari Mining ke Infrastruktur Digital

Langkah Bitmine meluncurkan platform staking ETH juga mencerminkan perubahan strategi bisnis perusahaan, yang sebelumnya dikenal sebagai pelaku di sektor mining. Kini, fokus mulai bergeser ke pengelolaan aset digital dan penyediaan infrastruktur blockchain untuk institusi.

Di sisi lain, ekspansi ini memperlihatkan tren yang lebih luas di industri kripto, di mana staking ETH mulai diposisikan sebagai salah satu sumber yield utama di ekosistem blockchain. Institusi tidak lagi hanya mengejar kenaikan harga aset, tetapi juga mempertimbangkan potensi pendapatan dari aktivitas staking.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait