Perusahaan kripto BitMine Immersion Technologies telah kembali melakukan akumulasi besar terhadap Ethereum dalam sepekan terakhir, dengan pembelian tambahan sebanyak 71.524 ETH.
Aksi ini menjadikan total kepemilikan perusahaan mendekati 4,875 juta ETH, sekaligus menjadi akumulasi mingguan terbesar mereka sejak Desember 2025.
BitMine dan Ethereum kembali menjadi sorotan utama pasar, seiring meningkatnya agresivitas akumulasi yang dilakukan perusahaan tersebut dalam beberapa pekan terakhir.
Dengan nilai total aset kripto dan kas mencapai sekitar US$11,8 miliar, BitMine kini menguasai sekitar 4 persen dari total pasokan Ethereum global, yang diperkirakan berada di atas 120 juta ETH.
Langkah ini terjadi dalam konteks peningkatan aktivitas akumulasi yang berlangsung selama empat minggu berturut-turut.
Pembelian dalam jumlah besar tersebut menunjukkan pendekatan jangka panjang yang terstruktur, di mana perusahaan tidak hanya berfokus pada perdagangan jangka pendek, melainkan membangun posisi strategis dalam ekosistem Ethereum.
“Perang Iran memasuki minggu ke-7 dan perang ini tetap menjadi pendorong terpenting pasar global. ETH kini menjadi aset dengan kinerja terbaik sejak awal perang, dengan kenaikan 17,4 persen dan mengungguli S&P 500 sebesar 1.830 basis poin. Dan kami percaya bahwa ETH yang mengalahkan emas sebesar 2.743 basis poin menunjukkan bahwa ETH adalah penyimpan nilai di masa perang,” ujar Ketua Bitmine, Tom Lee, dalam siaran pers, pada Senin (13/4/2026).
Strategi Staking BitMine Kian Agresif, Sasar Investor Besar
Selain memperkuat posisi sebagai pemegang aset, BitMine juga memperluas operasionalnya melalui pengembangan infrastruktur staking.
Pada 25 Maret 2026, perusahaan meluncurkan MAVAN (Made in America Validator Network), sebuah platform staking ETH yang ditujukan bagi investor institusional. Saat peluncuran, jaringan ini langsung menjadi salah satu yang terbesar di dunia dengan lebih dari 3,1 juta ETH yang telah di-stake.
Platform tersebut dirancang tidak hanya untuk kebutuhan internal, tetapi juga membuka akses bagi pihak ketiga seperti kustodian, bursa dan institusi keuangan.
Dengan estimasi imbal hasil tahunan sekitar 2,8 persen, perusahaan menargetkan potensi pendapatan staking hingga mendekati US$300 juta per tahun, seiring dengan meningkatnya partisipasi dalam jaringan.
Uplisting ke NYSE dan Lonjakan Aktivitas Saham
Di sisi lain, ekspansi BitMine juga terlihat dari langkah korporasi di pasar modal. Perusahaan diketahui telah resmi melakukan uplisting ke New York Stock Exchange pada 9 April 2026, setelah sebelumnya diperdagangkan di NYSE American.
Perpindahan ini menandai peningkatan status perusahaan ke bursa utama di AS, yang umumnya menawarkan likuiditas lebih tinggi serta eksposur yang lebih luas kepada investor global.
Seiring dengan itu, saham perusahaan dengan kode BMNR mencatat aktivitas perdagangan yang tinggi, dengan nilai transaksi harian mencapai ratusan juta dolar. Kondisi ini menunjukkan meningkatnya minat investor terhadap perusahaan yang memiliki eksposur besar terhadap aset kripto, khususnya Ethereum.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



