Pasar kripto mulai menunjukkan tanda pemulihan setelah melewati tekanan panjang. Saat sentimen mulai membaik, Bitwise menilai bull run berikutnya tidak hanya dipimpin Bitcoin, melainkan perubahan besar yang menghubungkan blockchain dengan TradFi.
Bitwise Yakin Siklus Bullish Berikutnya Akan Berbeda
CIO Bitwise, Matt Hougan, lewat memo yang dirilis pada Selasa (21/07/2026), menilai pasar kripto mulai menemukan titik balik. Sejak awal Juli, Bitcoin naik sekitar 9 persen, sementara Nasdaq-100 justru turun sekitar 6 persen.
Di saat yang sama, arus dana ke Bitcoin kembali menguat dan sentimen investor perlahan membaik. Meski belum menjadi sinyal akhir bear market, kondisi tersebut dinilai cukup menjanjikan untuk diperhatikan.
Hougan mengatakan pertanyaan investor kini mulai berubah. Bukan lagi apakah pasar sudah menyentuh dasar, melainkan sektor atau aset apa yang berpotensi memimpin bull run kripto berikutnya.
Apa Itu Real World Assets (RWA)? Ini Pengertian dan Daftar Koinnya!
Menurutnya, jawaban tersebut sudah terlihat. Ia meyakini bull run berikutnya akan digerakkan oleh konvergensi blockchain dengan keuangan tradisional melalui stablecoin hingga tokenisasi RWA.
“Bull run kripto berikutnya berpusat pada konvergensi antara blockchain dan TradFi. Fase ini didorong oleh adopsi stablecoin, tokenisasi, perdagangan 24 jam, transaksi instan, serta DeFi institusional yang berkembang hingga skala triliunan dolar,” tulis Hougan.
Hyperliquid dan Robinhood Jadi Pusat Perhatian
Untuk menggambarkan bagaimana konvergensi tersebut mulai terjadi, Bitwise menyoroti dua nama yang dinilai memimpin perubahan dari sisi berbeda, yakni Hyperliquid (HYPE) dari kripto dan Robinhood dari sektor keuangan tradisional.
Hyperliquid merupakan blockchain Layer-1 yang awalnya berfokus pada perdagangan derivatif kripto. Kini hampir separuh volumenya berasal dari aset konvensional, mulai dari minyak, perak, hingga indeks S&P 500.
Performa bisnisnya juga terus meningkat. Token HYPE melonjak sekitar 146 persen sepanjang tahun, sementara Hyperliquid membukukan pendapatan kumulatif lebih dari US$1 miliar pada Juni tahun ini.
Tak hanya itu, sekitar 99 persen pendapatan Hyperliquid digunakan untuk membeli kembali HYPE di pasar terbuka. Strategi tokenomics tersebut dinilai memperkuat nilai token karena pasokan yang beredar terus berkurang.
Sementara itu, Robinhood menunjukkan bagaimana perusahaan TradFi mulai mengadopsi blockchain. Melalui Robinhood Chain, pengguna di 120 negara dapat memperdagangkan saham yang telah ditokenisasi selama 24 jam setiap hari.
Utilitas Dinilai Jadi Penentu Bull Run Selanjutnya
Dalam dua pekan pertama sejak diluncurkan, Robinhood Chain menghimpun lebih dari US$300 juta aset dan memproses sekitar 3,6 juta transaksi setiap hari. Capaian ini dinilai menunjukkan tingginya minat terhadap layanan berbasis blockchain.
Meski aktivitas awal masih didominasi meme coin, Hougan menilai kondisi tersebut hanyalah permulaan. Ia memperkirakan tokenisasi saham dan aset keuangan lain akan berkembang jauh lebih besar dalam beberapa tahun mendatang.
Optimisme itu juga didasari karakter siklus berikutnya. Menurut Hougan, pertumbuhan kali ini tidak lagi bertumpu pada spekulasi semata, melainkan utilitas dan adopsi yang semakin nyata.
“Saya memperkirakan ini akan menjadi siklus terbesar. Siklus ini lebih ditopang utilitas dan pendapatan nyata, bukan sekadar hype. Selain itu, pasar yang disasar jauh lebih besar, yakni keuangan global, bukan hanya industri kripto,” tulis Hougan.
Karena itu, Bitwise tetap optimistis terhadap Bitcoin, Ethereum, dan Solana. Namun, perusahaan lebih menyoroti proyek dengan pendapatan nyata, tokenomics yang kuat, serta perusahaan keuangan yang serius membangun layanan berbasis blockchain.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


