Bitwise Kian Dekat Rilis Hyperliquid ETF, HYPE Diserbu?

Bitwise Asset Management kian mendekati peluncuran produk berbasis Hyperliquid setelah mengajukan amendment kedua untuk ETF yang berfokus pada koin HYPE.

Dalam pengajuan terbaru tersebut, perusahaan telah menetapkan ticker BHYP serta biaya pengelolaan sebesar 0,67 persen. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa HYPE ETF milik Bitwise telah memasuki tahap akhir sebelum resmi dipasarkan, seiring meningkatnya minat terhadap aset tersebut di kalangan investor.

HYPE ETF Bitwise

Analis ETF Bloomberg, Eric Balchunas, menilai bahwa pencantuman detail seperti ticker dan struktur biaya biasanya dilakukan menjelang peluncuran produk.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Ia mengindikasikan bahwa perkembangan ini menunjukkan kesiapan Bitwise dalam menghadirkan HYPE ETF ke pasar dalam waktu dekat. Dengan kata lain, proses yang sebelumnya berada pada tahap pengajuan kini telah bergerak menuju fase implementasi.

Perkembangan ini terjadi di tengah performa positif koin HYPE di pasar. Berdasarkan data terbaru, aset tersebut diperdagangkan di kisaran US$42,40 dengan kenaikan sekitar 3,10 persen dalam 24 jam terakhir dan melonjak hingga 19,09 persen dalam sepekan.

BACA JUGA:  Komputer Kuantum Kian Dekat, Google Siapkan Deadline di 2029

Kinerja ini memperkuat daya tarik HYPE ETF sebagai instrumen yang berpotensi menarik aliran dana baru, terutama dari investor yang mencari eksposur tanpa harus terlibat langsung dalam kepemilikan aset kripto.

Hyperliquid Melesat, Bitwise Siapkan Jalur Investasi Baru

Selain pengajuan ETF, Bitwise sebelumnya juga telah meluncurkan produk lain yang berkaitan dengan Hyperliquid. Pada Kamis (9/4/2026), perusahaan resmi memperkenalkan Hyperliquid Staking ETP di bursa Deutsche Börse Xetra, Jerman.

Produk tersebut dirancang untuk memberikan eksposur terhadap HYPE sekaligus menawarkan potensi imbal hasil melalui mekanisme staking. Investor dapat mengakses produk ini tanpa perlu mengelola wallet atau private key, karena seluruh proses telah dikemas dalam format produk bursa.

Langkah ini menunjukkan strategi Bitwise dalam memperluas akses terhadap ekosistem Hyperliquid melalui instrumen keuangan tradisional.

Dengan hadirnya produk ETP dan rencana peluncuran HYPE ETF, perusahaan tampak berupaya menjembatani kebutuhan investor institusional maupun ritel yang menginginkan akses lebih mudah ke aset kripto.

BACA JUGA:  Harga XRP Hari Ini Turun Ringan, Tertahan di Rp22.332

Di sisi lain, Hyperliquid juga mencatat pertumbuhan pesat dari sisi fundamental. Sepanjang kuartal pertama 2026, platform ini berhasil menembus jajaran 10 besar platform derivatif kripto global berdasarkan volume perdagangan.

Total volume transaksi tercatat mencapai sekitar US$492,7 miliar, hanya sedikit di bawah Coinbase dalam peringkat global. Capaian ini memperkuat posisi Hyperliquid sebagai salah satu pemain utama di sektor derivatif kripto.

HYPE ETF Jadi Arena Baru Perebutan Investor Besar

Bitwise bukan satu-satunya pihak yang mengincar peluncuran produk berbasis Hyperliquid. Sejumlah perusahaan lain seperti Grayscale dan 21Shares juga telah mengajukan produk serupa.

Persaingan ini menciptakan dinamika baru dalam industri ETF kripto, di mana fokus tidak lagi hanya pada Bitcoin atau Ethereum, tetapi mulai meluas ke aset lain seperti HYPE.

Dengan semakin dekatnya peluncuran HYPE ETF, potensi aliran dana institusional ke dalam ekosistem Hyperliquid diperkirakan akan meningkat.

BACA JUGA:  Token Monad Diam-diam Melejit dan Trending, Ini Penyebabnya

Produk ETF memungkinkan investor untuk memperoleh eksposur terhadap aset kripto tanpa harus berinteraksi langsung dengan infrastruktur blockchain, sehingga menurunkan hambatan masuk bagi banyak pihak.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait