Pasar kripto saat ini mulai memasuki fase baru. Perubahan ini bukan hanya soal pergerakan harga semata, tetapi juga tentang siapa yang kini memegang kendali dan menentukan tren pasar di balik layar.
Dalam wawancara bersama Milk Road pada Minggu (17/05/2026), perwakilan Bitwise, Matt Hougan dan Ryan Rasmussen, menyoroti narasi besar: kripto perlahan bergeser dari sekadar spekulasi menuju ekosistem yang lebih matang.
Siklus Kripto Melambat, Pasar Kian Matang
Chief Investment Officer Bitwise, Matt Hougan, menjelaskan bahwa perubahan ini bukan kebetulan. Ia melihat adanya pergeseran mendasar dalam struktur pasar kripto saat ini.
Ia menekankan bahwa ketertarikan pada kecerdasan buatan (AI) tidak serta-merta mengurangi potensi kripto. Keduanya bisa tumbuh berdampingan, hanya saja dengan siklus yang berbeda.
Lebih jauh, Hougan menyoroti perubahan sumber likuiditas di pasar. Jika sebelumnya tren kripto banyak digerakkan oleh “hot money” yang cepat berpindah seperti ritel, kini situasinya berbeda.
“Saya melihat sebagian euforia di pasar kripto berkurang, karena hot money yang berpindah antar sektor kripto kini tidak berputar seperti sebelumnya. Yang mendorong pasar saat ini adalah aliran dana institusional yang masuk secara perlahan,” jelasnya.
State Street: Institusi Bakal Gandakan Eksposur Kripto dalam 3 Tahun ke Depan
Perubahan ini membuat siklus pasar lebih panjang, pergerakan harga melambat, dan volatilitas mereda; bagi ritel terasa membosankan, tetapi bagi investor jangka panjang ini menandakan pasar yang semakin matang.
Institusi Mulai Masuk secara Perlahan
Hal senada juga diungkapkan Head of Research Bitwise, Ryan Rasmussen. Menurutnya, pemain besar memang sudah mulai masuk, tetapi dengan pendekatan yang jauh lebih hati-hati dibandingkan ritel.
“Saya setuju dengan Matt. Jika melihat pihak-pihak yang mengendalikan sebagian besar modal yang belum masuk ke kripto, mereka cenderung bergerak lebih lambat,” tutur Ryan.
Institusi seperti dana pensiun, endowment, hingga family office mulai aktif mempelajari kripto. Namun, mereka tidak langsung masuk agresif. Mereka masih berada di fase memahami, mulai dari alokasi aset hingga pilihan instrumen.
Menariknya, pendekatan yang diambil oleh mereka cenderung konservatif. Alih-alih mengejar altcoin yang spekulatif, mereka lebih memilih eksposur luas melalui indeks.
“Karena itu, yang mereka sukai dan yang kini semakin banyak diminati adalah eksposur kripto secara luas melalui instrumen pasif,” tambahnya.
Selain itu, tren lain mulai terlihat: investor besar tidak lagi sekadar “hold”, tetapi mulai mencari yield dari aset kripto mereka. Staking, strategi opsi, hingga produk berbasis pendapatan mulai dilirik sebagai cara mengoptimalkan aset.
Jalan Menuju Adopsi Massal
Perubahan paling mencolok terlihat pada cara institusi memandang risiko kripto. Jika dulu alokasi 1 persen saja terasa ekstrem, kini angka tersebut mulai bergeser signifikan.
“Saya ingat, selama enam tahun pertama Bitwise, kami kesulitan meyakinkan orang untuk mengalokasikan 1 persen portofolio mereka ke Bitcoin,” jelas Matt.
Kini, dengan dorongan dari institusi besar seperti bank investasi global, alokasi 2 hingga 7 persen mulai dianggap wajar. Pergeseran ini menandakan bahwa kripto telah melewati fase “eksperimen” dan mulai masuk ke tahap normalisasi.
Di sisi lain, adopsi juga mulai terlihat dari sektor non-keuangan. Perusahaan besar seperti Meta dan DoorDash mulai mengeksplorasi penggunaan stablecoin untuk pembayaran global.
Pendekatan ini dinilai sebagai “jembatan” menuju adopsi massal. Bukan langsung ke pengguna umum, melainkan dimulai dari kebutuhan nyata seperti pembayaran pekerja gig dan kreator global.
Pada akhirnya, pesan utama dari Bitwise cukup jelas: pasar kripto tidak lagi bergerak liar tanpa arah. Ia sedang tumbuh, lebih lambat, lebih tenang, tetapi dengan fondasi yang jauh lebih kuat dan matang.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


