Perusahaan manajer aset terbesar di dunia, BlackRock Inc., tengah memperluas pengaruhnya di pasar aset digital dengan mendorong para whale Bitcoin untuk memindahkan kepemilikan mereka ke dalam produk Exchange-Traded Fund (ETF).
Langkah ini dilakukan melalui mekanisme in-kind transfer, yang memungkinkan investor mentransfer Bitcoin langsung ke ETF tanpa melalui proses penjualan di pasar tunai.
Berdasarkan laporan Bloomberg, strategi ini menjadi bagian dari upaya BlackRock untuk memperkuat koneksi antara aset kripto dan sistem keuangan tradisional Wall Street.
Langkah tersebut juga menandai babak baru dalam proses institusionalisasi Bitcoin, di mana aset digital yang sebelumnya didominasi oleh individu dan komunitas kripto kini mulai berpindah ke dalam kendali kustodian besar dan produk investasi teregulasi.
Kepala Divisi Aset Digital BlackRock, Robbie Mitchnick, mengonfirmasi bahwa perusahaan telah memfasilitasi miliaran dolar konversi Bitcoin menjadi saham ETF sejak mekanisme in-kind diberlakukan.
“Kami melihat peningkatan signifikan dalam minat dari investor institusional yang ingin mengakses Bitcoin melalui struktur ETF yang lebih aman dan efisien,” ujar Mitchnick.
Mekanisme In-Kind Transfer Perkuat Jalur Masuk Institusi
Mekanisme in-kind transfer memberikan jalan bagi pemegang besar Bitcoin untuk menempatkan aset mereka di ETF tanpa perlu menukar koin menjadi fiat, sekaligus mengurangi beban pajak dan biaya transaksi.
Dalam sistem ini, Bitcoin disetorkan langsung ke dana kustodian ETF, dan investor menerima saham ETF yang merepresentasikan nilai Bitcoin tersebut.
Produk unggulan BlackRock, iShares Bitcoin Trust (IBIT), menjadi pionir dalam sistem ini. Hingga pertengahan 2025, IBIT telah memegang lebih dari 700.000 BTC, menjadikannya dana berbasis Bitcoin terbesar di dunia.
Struktur in-kind memungkinkan proses penciptaan dan penebusan unit ETF menjadi lebih cepat, meningkatkan likuiditas pasar, serta menekan selisih harga (spread) antar bursa.
Langkah ini juga dinilai memperkuat posisi BlackRock di antara manajer aset besar lain seperti Fidelity dan Ark Invest, yang juga mengembangkan produk serupa.
Namun, BlackRock menjadi pihak pertama yang secara aktif mendorong para whale untuk mengalihkan kepemilikan mereka ke sistem ETF, sebagai bagian dari upaya membawa Bitcoin ke ekosistem keuangan arus utama.
Di sisi lain, beberapa analis menilai pendekatan ini dapat memperkecil tingkat desentralisasi Bitcoin. Sebab, kepemilikan koin dalam jumlah besar yang sebelumnya tersebar di dompet pribadi kini berpindah ke lembaga kustodian yang tunduk pada pengawasan regulator.
Meski demikian, mekanisme ini memberi keuntungan dari sisi keamanan dan transparansi karena semua aset diawasi oleh lembaga keuangan berlisensi.
Dampak Terhadap Pasar dan Struktur Kepemilikan Bitcoin
Masuknya Bitcoin ke dalam ETF dalam skala besar menandai pergeseran struktur kepemilikan global. Para whales yang sebelumnya aktif di pasar spot kini lebih memilih instrumen investasi yang stabil dan sesuai regulasi.
Dengan semakin banyak koin yang “terkunci” di ETF, jumlah Bitcoin yang beredar aktif di pasar berkurang, yang dapat berdampak pada dinamika penawaran dan permintaan.
Bagi BlackRock, strategi ini memperkuat citra perusahaan sebagai jembatan utama antara pasar kripto dan keuangan tradisional. IBIT kini menjadi salah satu instrumen investasi digital paling banyak diminati oleh institusi besar, termasuk dana pensiun dan manajer kekayaan global.
Sementara itu, pengamat industri menilai langkah ini dapat memperkuat legitimasi Bitcoin di mata regulator.
Dengan lebih banyak aset kripto yang disimpan di bawah struktur kustodian teregulasi, risiko pencucian uang dan manipulasi pasar dinilai lebih mudah diawasi. Namun, beberapa pihak di komunitas kripto menganggap bahwa tren ini menggeser prinsip desentralisasi yang menjadi fondasi utama blockchain.
Ke depan, pasar menunggu pernyataan resmi BlackRock mengenai volume pasti konversi yang telah dilakukan melalui sistem in-kind transfer, serta siapa saja investor institusional yang terlibat.
Jika tren ini terus berlanjut, sebagian besar pasokan Bitcoin berpotensi berada di bawah kendali institusi besar, menandai babak baru di mana aset digital sepenuhnya terintegrasi dalam struktur keuangan global yang teregulasi.
Dengan mekanisme baru ini, BlackRock tidak hanya memperluas jangkauan produk ETF-nya, tetapi juga memantapkan posisi Wall Street sebagai pusat baru bagi aliran kekayaan digital dunia. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



