Blockchain di industri otomotif kini berkembang dari sekadar konsep menjadi teknologi nyata yang dipakai produsen mobil global untuk meningkatkan transparansi, keamanan data, dan efisiensi ekosistem kendaraan. Berikut adalah update terbaru yang harus kamu tahu:
Blockchain di Industri Otomotif Bukan Sekadar Tren
Selama ini, blockchain identik dengan cryptocurrency. Namun dalam praktiknya, blockchain di industri otomotif digunakan sebagai sistem pencatatan data yang aman, transparan, dan sulit dimanipulasi.
Industri otomotif yang melibatkan banyak pihak mulai dari pemasok bahan baku, pabrikan, dealer, hingga regulator membutuhkan sistem yang mampu menjaga kepercayaan tanpa bergantung pada satu otoritas pusat.
Dengan blockchain, data kendaraan seperti identitas mobil, riwayat servis, hingga kepatuhan regulasi bisa dicatat dalam satu jaringan terdesentralisasi. Hasilnya, pertukaran data menjadi lebih efisien, akurat, dan mudah diverifikasi oleh semua pihak yang berkepentingan.
Toyota dan Arah Baru Mobilitas Berbasis Blockchain
Salah satu pemain paling aktif dalam pengembangan blockchain di industri otomotif adalah Toyota. Melalui Toyota Blockchain Lab, perusahaan ini mengembangkan konsep kendaraan yang memiliki identitas digital sendiri di blockchain. Identitas ini menyimpan informasi penting seperti kepemilikan, perawatan, hingga hak penggunaan kendaraan.

Toyota juga menguji penerapan blockchain di Woven City, sebuah kota pintar yang dirancang sebagai laboratorium hidup mobilitas masa depan. Di sana, blockchain digunakan untuk mengelola akun kendaraan pintar, mengatur akses penggunaan mobil, hingga mendukung perdagangan energi peer-to-peer antara rumah dan mobil listrik.

Pada Agustus 2025, Toyota merilis white paper terbaru berjudul MON: Orchestrating Trust into Mobility Ecosystems yang memperluas pendekatan ini.
Melalui Mobility Orchestration Network (MON), Toyota menggeser fokus dari satu akun kendaraan ke sebuah jaringan yang menghubungkan seluruh relasi dalam ekosistem mobilitas, mulai dari produsen, pemilik, operator, asuransi, lembaga pembiayaan, hingga regulator lintas negara.
MON berfungsi sebagai lapisan blockchain yang menggabungkan bukti institusional, teknis, dan ekonomi agar data kendaraan bisa diverifikasi secara lintas sistem dan lintas wilayah.
Lewat MON, Toyota ingin menjadikan mobilitas sebagai aset digital yang nilainya bisa beredar lebih luas. Kendaraan tidak hanya dicatat riwayatnya, tetapi juga dapat dihubungkan dengan pembiayaan, investasi, dan layanan mobilitas baru secara transparan.
Pendekatan ini menunjukkan bagaimana blockchain bisa menjadi tulang punggung ekosistem mobilitas yang saling terhubung.
Transparansi Rantai Pasok Jadi Fokus Utama
Selain Toyota, produsen mobil lain memanfaatkan blockchain di industri otomotif untuk memperbaiki transparansi rantai pasok. BMW menggunakan blockchain untuk melacak asal-usul suku cadang, sementara Mercedes-Benz dan Renault memanfaatkannya untuk memastikan kepatuhan lingkungan dan sosial dari para pemasok.

Volkswagen bahkan melacak bahan baku baterai melalui blockchain agar proses produksi kendaraan listrik lebih transparan dan berkelanjutan. Dengan sistem ini, setiap komponen kendaraan bisa ditelusuri dari sumber awal hingga mobil selesai diproduksi, sehingga risiko manipulasi data dan pelanggaran standar bisa ditekan.
Keamanan Data dan Isu Keberlanjutan
Perkembangan blockchain di industri otomotif juga berkaitan erat dengan keamanan data dan keberlanjutan. Ford, misalnya, menguji pencatatan data emisi kendaraan berbasis blockchain agar klaim kendaraan ramah lingkungan bisa diverifikasi. Hyundai dan Kia menggabungkan blockchain dengan kecerdasan buatan untuk memantau emisi karbon di seluruh rantai pasok mereka.
Pendekatan ini membuat data lingkungan lebih transparan dan dapat dipercaya, baik oleh regulator maupun konsumen. Dalam jangka panjang, blockchain berpotensi menjadi standar baru dalam pengelolaan data kendaraan listrik dan mobil rendah emisi.
Menuju Model Bisnis Otomotif Baru
Ke depan, blockchain di industri otomotif membuka jalan bagi model bisnis baru. Kendaraan bisa diperlakukan sebagai aset digital, layanan berbagi mobil dapat berjalan tanpa perantara, dan asuransi berbasis penggunaan bisa dihitung secara otomatis lewat data yang tercatat di blockchain.
Bahkan, konsep kepemilikan kendaraan berbasis NFT mulai diperkenalkan untuk mendukung pembiayaan dan investasi kendaraan secara lebih transparan. Meski masih dalam tahap pengembangan, arah ini menunjukkan bagaimana blockchain dapat mengubah cara kita memiliki dan menggunakan kendaraan.
Jadi, Sejauh Mana Blockchain Akan Mengubah Industri Otomotif?
Melihat perkembangannya saat ini, blockchain di industri otomotif bukan lagi sekadar wacana teknologi, melainkan fondasi baru untuk membangun industri kendaraan yang lebih transparan, aman, dan efisien.
Dari rantai pasok yang bisa dilacak, data kendaraan yang lebih terlindungi, hingga lahirnya model kepemilikan dan mobilitas baru, blockchain perlahan mengubah cara produsen, regulator, dan konsumen berinteraksi.
Mau belajar crypto dan blockchain lebih lanjut? Yuk, pelajari selengkapnya hanya di Blockchain Media Indonesia! [msn]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



