Blockchain layer-1 Kadena mengumumkan penghentian seluruh kegiatan operasional dan pemeliharaan aktif jaringannya pada pekan ini.
Langkah tersebut diambil karena kondisi pasar yang dinilai tidak lagi mendukung keberlanjutan bisnis proyek. Pengumuman ini memicu kepanikan di pasar kripto dan menyebabkan harga koin KDA anjlok lebih dari 60 persen dalam satu hari perdagangan, turun ke kisaran US$0,088.
Melalui akun sosial media resmi, tim inti Kadena menyatakan bahwa seluruh aktivitas bisnis, termasuk pengembangan produk, dukungan teknis, dan promosi ekosistem, akan dihentikan secara permanen.
Meski demikian, jaringan blockchain Kadena masih akan terus berjalan selama para penambang dan validator tetap aktif menjaga operasional node mereka. Tim pengembang juga memastikan sekitar 566 juta KDA masih akan didistribusikan sebagai hadiah penambangan hingga tahun 2139.
Tim Kadena mengatakan bahwa keputusan ini merupakan langkah sulit yang diambil setelah mempertimbangkan kondisi pasar kripto global dan keberlanjutan finansial proyek.
“Kami menghentikan operasi karena kondisi pasar yang tidak mendukung, namun jaringan Kadena akan terus hidup selama komunitas masih menjaganya,” ujar tim blockchain tersebut.
Aktivitas Pengembangan Dihentikan, Penambang Masih Jalankan Jaringan
Kadena dikenal sebagai salah satu proyek blockchain berbasis proof-of-work (PoW) yang berfokus pada skalabilitas dan efisiensi transaksi.
Namun, selama dua tahun terakhir, proyek ini menghadapi tekanan besar akibat menurunnya minat investor terhadap jaringan PoW dan meningkatnya persaingan dari blockchain lain seperti Solana dan Avalanche.
Dengan penghentian operasional resmi ini, tim Kadena tidak lagi melakukan pemeliharaan perangkat lunak, pengembangan fitur baru, maupun pembaruan keamanan. Walau demikian, mekanisme PoW memungkinkan jaringan tetap berfungsi secara otomatis selama penambang dan validator masih menjalankan node mereka.
Artinya, ekosistem Kadena kini sepenuhnya bergantung pada komunitas untuk menjaga keberlangsungan jaringannya.
Meski tidak ada indikasi bahwa jaringan akan langsung berhenti beroperasi, para analis menilai keputusan ini menandai “akhir dari fase aktif” bagi proyek tersebut.
Tanpa pengembangan baru dan dukungan resmi dari tim inti, potensi inovasi serta pembaruan teknologi Kadena akan terhenti. Hal ini juga menimbulkan kekhawatiran mengenai keamanan jaringan di masa mendatang karena ketiadaan tim teknis yang menangani kerentanan atau bug.
Harga KDA Jatuh Tajam, Kepercayaan Pasar Tergerus
Setelah pengumuman penghentian operasi, harga token KDA merosot hingga 60,21 persen dalam waktu kurang dari 24 jam.
Harga KDA turun dari kisaran US$0,22 menjadi sekitar US$0,088. Penurunan tajam ini disertai lonjakan volume jual, menandakan adanya kepanikan di antara investor dan penambang yang memilih keluar dari jaringan.
Para pengamat menilai kejatuhan harga ini mencerminkan hilangnya kepercayaan pasar terhadap prospek jangka panjang Kadena. Proyek yang sebelumnya digadang-gadang mampu menyaingi Ethereum karena struktur multi-chain dan efisiensi transaksi kini menghadapi masa depan yang tidak pasti.
Di sisi lain, sebagian anggota komunitas masih berupaya menjaga jaringan tetap aktif dengan menjalankan node secara independen. Namun, tanpa dukungan pendanaan, insentif, dan koordinasi teknis dari tim inti, keberlanjutan upaya tersebut masih diragukan.
Keputusan Kadena untuk menghentikan seluruh kegiatan bisnis menjadi salah satu contoh terbaru bagaimana tekanan ekonomi dan persaingan ketat di industri blockchain dapat memaksa proyek besar untuk menutup operasionalnya.
Dengan penghentian ini, masa depan jaringan Kadena kini sepenuhnya bergantung pada kekuatan komunitas dan seberapa lama penambang serta validator mampu menjaga sistem tetap hidup tanpa dukungan resmi dari pengembang. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



