Blockchain Masuk Pesantren, Ini Visi Wapres Gibran

Pesantren tidak lagi hanya identik dengan kitab kuning dan pengajian tradisional. Di era digital, lembaga ini didorong untuk masuk ke ranah teknologi, termasuk blockchain dan kecerdasan buatan (AI), tanpa meninggalkan nilai akhlak.

Wakil Presiden Gibran RI, Rakabuming Raka, menegaskan pesantren adalah kekuatan sosial ekonomi yang harus dilibatkan dalam transformasi nasional. Potensinya dinilai strategis untuk mendukung pembangunan dan inovasi di masa depan.

Pesantren Jadi Pilar Sosial Ekonomi Masa Depan

Dalam sebuah video yang diunggah pada Jumat (20/02/2026) di kanal YouTube GibranTV, Gibran menyebut bahwa saat ini terdapat lebih dari 42.000 pondok pesantren dengan lebih dari 11 juta santri di seluruh Indonesia. 

“Ini bukan sekadar angka. Ini adalah kekuatan sosial ekonomi masa depan yang berakar di tengah masyarakat serta tumbuh dari tradisi dan semangat perjuangan,” ungkapnya.

IKLAN
Chat via WhatsApp
BACA JUGA:  Peran Perempuan Indonesia Kian Kuat di Siber dan Blockchain

Menurutnya, pesantren adalah warisan peradaban yang memadukan ilmu dan akhlak. Dari sana lahir tokoh bangsa, pejuang kemerdekaan, ulama, hingga entrepreneur penggerak ekonomi umat.

Buktinya telah terlihat dalam praktik usaha pesantren. Produk digital printing yang digunakan perusahaan di Belanda ternyata diproduksi oleh Citu Printing, unit usaha Ponpes Edi Mancoro di Semarang.

Hal ini menegaskan bahwa pesantren bukan sekadar pusat pendidikan agama. Pesantren juga mampu menghasilkan produk yang kompetitif dan menembus pasar internasional melalui inovasi dan kemandirian ekonomi.

Dari Pertanian Modern hingga Blockchain dan AI

Di tengah pertumbuhan pesat teknologi, Gibran menilai pesantren harus melahirkan santri yang menguasai pertanian modern, robotik, teknologi blockchain, dan AI. Tujuannya agar santri tak sekadar menjadi pengguna, tetapi juga pencipta inovasi.

“Santri harus mampu menjadi pencipta peluang, menjadi pelopor inovasi yang menciptakan solusi, serta menjadi bagian dari perubahan tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai akhlak,” tegasnya. 

Prabowo-Gibran Wajib Baca Ini demi Masa Depan Industri Aset Kripto Indonesia

Wapres RI tersebut menekankan bahwa modernisasi tidak boleh mengikis identitas pesantren sebagai penjaga moral dan juga nilai spiritual. Teknologi dan akhlak seharusnya berjalan beriringan.

BACA JUGA:  Mitra KYC OpenAI Diduga Kirim Data Crypto Wallet ke Pemerintah AS

Namun, ia mengakui masih banyak tantangan yang perlu dibenahi. Mulai dari tata kelola, akses teknologi, hingga dukungan permodalan. Optimalisasi program pemerintah seperti KIP, MBK, dan JKG juga dinilai penting untuk memperkuat ekosistem pesantren.

Direktorat Jenderal Pesantren dan Agenda Nasional

Komitmen tersebut, lanjut Gibran, mendapat dukungan dari Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah menjadikan pengembangan pesantren sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional.

Ia menyampaikan telah merestui pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren sebagai langkah strategis. Lembaga ini diharapkan mampu meningkatkan tata kelola layanan pendidikan dan mencarikan solusi atas berbagai kendala yang dihadapi pesantren.

“Itulah sebabnya Presiden membentuk Direktorat Jenderal Pesantren untuk meningkatkan tata kelola layanan pendidikan di pesantren, menginventarisir permasalahan dan mencarikan alternatif solusi terhadap kendala yang dihadapi pesantren,” tuturnya.

Transformasi ini menegaskan bahwa pesantren menjadi mitra negara dalam membangun masa depan. Dengan dukungan kebijakan dan sumber daya yang memadai, pesantren berpeluang melahirkan santri religius, adaptif, dan siap bersaing di era digital.

BACA JUGA:  SUMU Gelar Workshop Blockchain untuk Pengusaha Muhammadiyah

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia