AI kini semakin dekat dengan pekerjaan redaksi, mulai dari riset hingga produksi konten. Blockchainmedia.id merespons perkembangan ini dengan menerbitkan kebijakan transparansi penggunaan AI dalam proses jurnalistiknya.
Kebijakan yang pertama kali disusun pada Selasa (06/10/2026) itu menetapkan batas yang cukup jelas. AI dapat membantu pekerjaan redaksi, tetapi keputusan jurnalistik dan tanggung jawab atas konten tetap berada pada manusia.
Kecerdasan Buatan Jadi Alat Bantu, Bukan Pengganti Jurnalis
Pemimpin Redaksi Blockchainmedia.id, Vinsensius Sitepu, menjelaskan AI digunakan untuk membantu berbagai pekerjaan redaksi, mulai dari mencari gagasan, merangkum informasi, menerjemahkan materi, melakukan transkripsi, hingga memperbaiki tulisan.
Namun, perannya berhenti sebagai alat bantu. Penentuan sudut pemberitaan, pemilihan sumber, konteks, penyuntingan, judul, hingga keputusan akhir untuk menerbitkan sebuah artikel tetap berada di tangan jurnalis dan editor.
“Kami tidak memandang AI sebagai pengganti jurnalis, editor, narasumber, maupun proses verifikasi jurnalistik sepenuhnya,” ujar Vinsensius dalam kebijakan transparansi penggunaan AI Blockchainmedia.id.
AI juga dapat membantu pengembangan draf dan analisis data. Meski hasilnya meyakinkan, setiap informasi yang dihasilkan tetap harus diperiksa sebelum digunakan sebagai bagian dari karya jurnalistik.
Pemeriksaan itu mencakup angka, kutipan, data, grafik, gambar, hingga berbagai klaim faktual. Blockchainmedia.id juga menegaskan AI tidak digunakan untuk menciptakan narasumber fiktif, kutipan palsu, data rekaan, maupun peristiwa yang tidak pernah terjadi.
AI Bukan Sumber Berita, Fakta Tetap Harus Diperiksa
Dalam proses riset, AI dapat membantu redaksi mengolah data, membaca dokumen, atau menemukan informasi awal yang perlu ditelusuri lebih jauh. Namun, teknologinya tidak diposisikan sebagai sumber berita.
Setiap temuan masih harus diperiksa melalui dokumen resmi, sumber primer, narasumber, data terpercaya, atau teknologi pendukung lain. Langkah ini penting karena AI berisiko menghasilkan informasi keliru atau mengarang fakta.
“Prinsip kami sederhana: AI memang dapat membantu proses pencarian dan analisis, tetapi teknologi AI tidak menggantikan proses verifikasi jurnalistik,” ujar Vinsensius.
Prinsip yang sama juga diterapkan pada penggunaan visual. Blockchainmedia.id dapat memakai teknologi AI untuk membuat sebagian ilustrasi berita, tetapi gambar tetap diposisikan sebagai ilustrasi, bukan dokumentasi langsung suatu peristiwa.
Jika sebuah berita membutuhkan bukti visual faktual, redaksi tetap menggunakan foto asli, dokumen, tangkapan layar, materi narasumber, atau sumber resmi. Foto jurnalistik juga tidak boleh dimanipulasi hingga mengubah fakta.
Transparansi Jadi Kunci Penggunaan AI
Kebijakan tersebut juga mengatur penggunaan AI untuk avatar, suara, hingga video sintetis. Jika konten dibuat menyerupai figur tertentu, Blockchainmedia.id tetap memperhatikan hak individu dan persetujuan sesuai ketentuan Dewan Pers.
Perhatian yang sama berlaku pada hak cipta, privasi, keamanan data, dan non diskriminasi. Dokumen rahasia, identitas narasumber terlindungi, informasi sensitif, serta materi internal harus diperlakukan secara hati-hati selama proses produksi.
Transparansi menjadi bagian penting ketika kecerdasan buatan berperan dalam sebuah karya jurnalistik. Dalam kondisi tersebut, Blockchainmedia.id dapat menjelaskan penggunaannya agar pembaca mengetahui sejauh mana teknologi terlibat dalam konten.
Namun, penggunaan AI tidak mengubah pihak yang bertanggung jawab. Jika ditemukan kesalahan, koreksi, ralat, perubahan, maupun pencabutan konten tetap menjadi tanggung jawab redaksi dan mengikuti mekanisme jurnalistik yang berlaku.
“Prinsip kami tetap sama: AI adalah alat bantu. Keputusan jurnalistik dan tanggung jawab editorial tetap berada pada manusia,” ujar Vinsensius.
Kebijakan ini akan terus diperbarui mengikuti perkembangan teknologi, regulasi, dan praktik jurnalistik. Namun, satu hal tetap menjadi pegangan: AI membantu proses kerja, sementara keputusan akhir berada di tangan manusia.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita Bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


