BlockDAG Masuk Fase Baru, Mainnet Live dan Staking Dibuka

BlockDAG Network resmi memasuki fase baru dalam pengembangannya. Setelah melalui tahap pembangunan dan distribusi, jaringan ini kini mengaktifkan mainnet sekaligus membuka fitur staking bagi para pemegang koin BDAG.

Langkah ini menandai transisi penting dari sekadar proyek pengembangan menjadi ekosistem blockchain yang aktif. Dengan infrastruktur on-chain yang mulai berjalan, BlockDAG kini memfokuskan diri pada adopsi jaringan dan ekspansi utilitas di dalam ekosistemnya.

Mainnet Aktif, BlockDAG Beroperasi sebagai Layer-1

BlockDAG Network kini telah beroperasi penuh sebagai blockchain Layer-1 lewat fase mainnet. Peluncuran ini menjadi tonggak penting dalam evolusi proyek tersebut setelah sebelumnya melalui fase pengembangan dan distribusi token.

Jaringan ini dibangun menggunakan arsitektur Directed Acyclic Graph (DAG) yang mengatasi berbagai keterbatasan blockchain. Teknologi ini memungkinkan throughput transaksi yang lebih tinggi, konfirmasi lebih cepat, serta skalabilitas yang lebih baik.

IKLAN
Chat via WhatsApp

BlockDAG Mainnet Live

Selain itu, BlockDAG tetap mempertahankan model keamanan Proof-of-Work (PoW) melalui pendekatan hibrida yang dikombinasikan dengan struktur DAG. Pendekatan ini bertujuan menjaga keamanan jaringan sekaligus meningkatkan efisiensi pemrosesan transaksi.

“Kami menawarkan struktur DAG yang dipadukan dengan konsensus PoW hibrida, sehingga jaringan dapat mencapai skalabilitas yang lebih tinggi tanpa mengorbankan keamanan maupun prinsip desentralisasi,” jelas tim pengembang.

Setelah Token Generation Event (TGE) selesai, sebanyak 151.432 holder tercatat memegang koin BDAG sebagai bagian dari proses distribusi token yang terstruktur. Jumlah ini menandai dimulainya fase partisipasi on-chain secara langsung oleh komunitas pengguna.

Staking dan NFT Marketplace Mulai Beroperasi

Seiring dengan peluncuran mainnet, BlockDAG juga mengaktifkan staking rewards hub yang memungkinkan holder BDAG berpartisipasi dalam keamanan jaringan sekaligus memperoleh imbalan.

Lebih dari US$4 juta telah dialokasikan sebagai hadiah staking bagi para peserta yang berkontribusi menjaga stabilitas jaringan BlockDAG secara berkelanjutan.

Peluncuran fitur ini menandai pergeseran BlockDAG dari fase presale menuju ekosistem yang aktif, di mana holder dapat terlibat langsung dalam pertumbuhan jaringan.

BlockDAG (BDAG) Staking

Di sisi lain, BlockDAG turut meluncurkan NFT marketplace yang menjadi bagian dari ekspansi fungsi on-chain jaringan tersebut. Marketplace ini memungkinkan kreator dan juga kolektor memperdagangkan aset digital langsung di dalam ekosistem.

Dalam sistem ini, BDAG berfungsi sebagai native coin yang digunakan untuk berbagai aktivitas, mulai dari biaya transaksi, staking, hingga perdagangan NFT.

Pengembangan Ekosistem yang Berkelanjutan

Salah satu keunggulan yang diusung proyek BlockDAG adalah kompatibilitas dengan Ethereum Virtual Machine (EVM). Fitur ini memungkinkan integrasi dengan berbagai aplikasi, dompet kripto, serta alat pengembangan yang telah digunakan dalam ekosistem Ethereum.

Dengan kompatibilitas tersebut, pengembang dapat membangun atau memigrasikan aplikasi berbasis Ethereum ke BlockDAG tanpa harus membuat infrastruktur dari nol. Hal ini berpotensi mempercepat pertumbuhan ekosistem dan adopsi teknologi.

Selain itu, proyek ini juga terus memperluas infrastruktur jaringan, termasuk pengembangan node dan dukungan wallet untuk meningkatkan aksesibilitas pengguna.

Dengan mainnet, staking, dan NFT marketplace, BlockDAG (BDAG) kini memasuki fase baru yang berfokus pada adopsi pasar dan ekspansi ekosistem. Proyek ini pun beralih dari tahap pengembangan menuju penggunaan nyata di jaringan blockchain.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait