Blockworks, Media Kripto Legendaris, Resmi Menutup Divisi Berita

Media kripto populer, Blockworks, resmi menutup divisi pemberitaannya setelah delapan tahun beroperasi. Keputusan mengejutkan ini menandai akhir salah satu nama paling berpengaruh di dunia kripto.

Akhir Perjalanan Blockworks Newsroom

Kabar penutupan divisi berita Blockworks pertama kali mencuat pada Rabu (29/10/2025) melalui sebuah unggahan di X dari mantan reporter mereka, Sam Reynolds.

“Sedih mendengar Blockworks menutup divisi medianya. Saya sangat menikmati bekerja di sana selama masa gila DeFi pada tahun  2021. Semoga semua orang bisa segera bangkit,” tulisnya di X.

Ia menambahkan bahwa dunia media kini sedang menghadapi tantangan berat akibat dominasi Google, strategi PR yang tidak seimbang, serta pergeseran perhatian pembaca ke platform media sosial seperti X. 

IKLAN
Chat via WhatsApp

Reynolds menilai masa depan media harus lebih “hyper entrepreneurial” agar relevan di tengah perubahan industri yang cepat. Menurutnya, model campuran antara konten berbayar dan organik bisa menjadi arah baru yang lebih berkelanjutan.

BACA JUGA:  SBI Holdings Rilis Tokenisasi Obligasi dengan Bonus XRP

Sementara itu, mantan rekan kerja Reynolds, Casey Wagner, yang merupakan salah satu jurnalis senior di Blockworks, juga mengonfirmasi kabar penutupan divisi berita tersebut.

“Sedih untuk melaporkan bahwa saya terdampak oleh keputusan Blockworks untuk menutup divisi beritanya. Saya bergabung sebagai jurnalis pendiri pada tahun 2021 dan saya bangga dengan apa yang telah kami capai,” tulisnya.

Blockworks Beralih ke Bisnis Data dan Software

CEO sekaligus salah satu pendiri Blockworks, Jason Yanowitz, memberikan penjelasan resmi mengenai kabar tersebut. Melalui unggahan di X pada Kamis (30/10/2025), ia menyebut bahwa Blockworks akan berfokus pada sektor baru.

“Kami memutuskan untuk memperkuat fokus pada software dan data serta menghentikan bisnis berita kami. Kami juga akan segera meluncurkan lebih banyak produk software dan data yang mendefinisikan kategorinya,” tegasnya.

Yanowitz menjelaskan bahwa sejak berdiri pada 2017, Blockworks dibangun untuk mengatasi “masalah informasi” di dunia kripto. Selama perjalanannya, perusahaan mengembangkan berbagai lini bisnis, dan dalam dua tahun terakhir, unit data Blockworks tumbuh pesat hingga menjadi fokus utama.

BACA JUGA:  Mengurai Insiden Salah Kirim 2.000 BTC oleh Crypto Exchange Korsel

“Pasar memberi tahu kami bahwa kombinasi data + distribusi yang kami miliki sangat berharga. Setiap hari, kami mendengar dari investor maupun protokol bahwa data Blockworks sangat penting bagi alur kerja harian mereka,” ujarnya.

Menurut Yanowitz, keputusan menutup divisi berita bukan kegagalan, melainkan langkah strategis menuju peluang yang lebih besar. Ia menambahkan, Blockworks akan berevolusi menjadi platform intelijen berbasis data (data-first intelligence platform).

Ke depan, media kripto tertuai tersebut berencana memperkuat lini produk data dan memperluas event seperti Digital Asset Summit (DAS) ke Abu Dhabi. Dengan langkah ini, Blockworks tidak sekadar menutup lembar lama, tetapi juga membuka babak baru dalam perjalanannya. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia