Pembobolan Binance tidak hanya meninggalkan kerugian bernilai miliaran dolar. Dalam upaya mencairkan aset curian, hacker justru membuat blunder besar yang membuat kripto senilai jutaan dolar nyaris tak bernilai.
Hacker Binance Tukar PROM Jutaan Dolar, Hasilnya Cuma US$71
Berdasarkan data Etherscan per Senin (02/11/2026), wallet berlabel Binance Hot Wallet Exploiter 2 tercatat menukar sekitar 908.792 PROM melalui Uniswap V2 pada Sabtu lalu.
Nilai PROM yang tercatat dalam transaksi tersebut mencapai sekitar US$5,23 juta. Namun, setelah proses swap selesai, wallet itu hanya menerima 0,03156 ETH senilai sekitar US$71,55.
Jika dikonversikan, aset kripto bernilai Rp83 miliar tersebut praktis hanya menghasilkan Rp1 jutaan. Selisih yang sangat ekstrem ini membuat transaksinya menjadi salah satu blunder terbesar sang hacker.

Masalahnya bukan karena seluruh PROM di pasar kehilangan nilainya. Transaksi dilakukan melalui liquidity pool Uniswap V2 dengan likuiditas crypto yang sangat tipis dibandingkan jumlah token yang hendak dijual.
Ketika ratusan ribu PROM dilempar sekaligus ke pool, harga di dalamnya terdorong turun sangat tajam. Akibatnya, hacker hanya memperoleh sebagian kecil ETH dari aset bernilai jutaan dolar itu.
Mengapa Blunder Rp83 Miliar Itu Bisa Terjadi?
Untuk memahami blunder yang dilakukan oleh peretas Binance, kuncinya ada pada cara kerja AMM di DEX. Uniswap V2 menentukan harga berdasarkan perbandingan aset yang tersedia di dalam liquidity pool.
Masalah muncul ketika PROM dalam jumlah besar ditukar melalui pool dengan cadangan ETH yang tipis. Transaksi sebesar itu mengubah keseimbangan aset dan mendorong harga turun drastis.
Semakin besar nilai transaksi dibandingkan likuiditas yang tersedia, semakin besar pula price impact yang muncul. Inilah yang membuat hasil akhir penukaran bisa jauh berbeda dari nilai token sebelum transaksi dilakukan.
Kondisi seperti ini juga sering dikaitkan dengan slippage. Bedanya, price impact terjadi karena transaksi menggerakkan harga di dalam pool, sedangkan slippage menggambarkan selisih antara hasil perkiraan dan hasil akhir.
Blunder tersebut terjadi saat Binance masih memulihkan layanan setelah peretasan sekitar US$6,3 miliar. Pada Minggu (01/11/2026), perusahaan menyebut 95 persen aset terdampak telah berhasil dipulihkan.
Kronologi Lengkap Peretasan Binance 2026: Lebih dari Rp100 Triliun Raib dalam 4 Jam!
Pada hari yang sama, Binance juga membuka kembali layanan withdrawal secara bertahap. Sejumlah jaringan utama, termasuk Bitcoin dan Ethereum, masuk fase awal setelah melalui pemeriksaan keamanan dan kesiapan sistem.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita Bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


