BNB Chain resmi membuka proses voting atas proposal teknis yang bertujuan menekan potensi risiko reorganisasi blok (reorg) di jaringannya.
Proposal tersebut mengusulkan pengurangan “TurnLength,” parameter utama dalam mekanisme BEP-341, dari 16 blok menjadi 8 blok. Langkah ini diajukan sebagai upaya menjaga stabilitas jaringan, terutama terkait produksi blok berurutan yang dapat memicu reorg ketika validator menghadapi gangguan teknis.
Fokus Stabilitas Jaringan BNB Chain
Perubahan ini diajukan setelah pengembang BNB Chain menilai bahwa mekanisme BEP-341, yang memungkinkan validator menghasilkan beberapa blok berturut-turut dalam satu giliran, memiliki sisi teknis yang berpotensi meningkatkan risiko reorg.
Reorg dapat terjadi apabila validator gagal memproduksi blok sesuai urutan, sehingga rantai harus disusun kembali. Kondisi ini dianggap berpotensi mengganggu transaksi maupun sinkronisasi data di seluruh jaringan.
Menurut dokumen proposal, pemangkasan TurnLength dari 16 menjadi 8 dilakukan untuk mempersempit dampak jika validator menghadapi penurunan performa atau gangguan konektivitas.
Dengan jendela produksi blok yang lebih pendek, rentang reorg dinilai akan ikut berkurang. BNB Chain menekankan bahwa perubahan parameter ini merupakan langkah preventif yang dirancang untuk membatasi skenario ekstrem yang bisa memengaruhi pengguna serta aplikasi terdesentralisasi yang berjalan di jaringan.
Voting untuk proposal ini dibuka kepada komunitas validator BNB Chain dan hasilnya akan menentukan apakah perubahan akan diterapkan sebagai bagian dari pembaruan teknis jaringan.
Proses pemungutan suara ini merupakan bagian dari mekanisme tata kelola jaringan yang menekankan partisipasi komunitas dalam pengambilan keputusan teknis.
Dampak Pengurangan TurnLength dan Respons Pengembang
Pengembang menegaskan bahwa stabilitas menjadi alasan utama di balik perubahan parameter tersebut. Dalam simulasi dan pengujian lokal, perubahan TurnLength diperkirakan menurunkan throughput jaringan sekitar lima hingga tujuh persen.
Namun, tim teknis meyakini dampak nyata di jaringan BNB Chain tidak akan sebesar itu, karena strategi produksi blok dan aktivitas MEV di jaringan umumnya tidak menggunakan seluruh jendela giliran secara penuh.
BNB Chain juga menjelaskan bahwa proposal ini tidak mengubah pondasi mekanisme BEP-341, melainkan mengoptimalkan batasan teknis agar jaringan tetap dapat beroperasi dengan efisien tanpa mengorbankan kestabilan.
Dalam skenario tertentu, validator dan penyedia infrastruktur yang mengandalkan data slot produksi blok mungkin perlu menyesuaikan konfigurasi untuk mengikuti parameter baru jika proposal disahkan.
Perubahan TurnLength ini juga diproyeksikan dapat mengurangi beban pemrosesan ketika validator mengalami anomali performa.
Dengan jendela produksi blok yang lebih pendek, sistem dapat melakukan penyesuaian lebih cepat apabila terjadi hambatan pada salah satu validator. Hal tersebut diharapkan membantu menjaga ritme produksi blok secara keseluruhan, sehingga jaringan tetap responsif.
Seiring pembukaan voting, komunitas BNB Chain kini menilai manfaat dari pengurangan risiko reorg dibandingkan potensi penurunan throughput yang relatif kecil.
Jika mayoritas validator menyetujui proposal tersebut, pembaruan TurnLength akan diterapkan dalam pembaruan teknis berikutnya dan menjadi konfigurasi standar pada mekanisme konsensus yang digunakan jaringan.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



