BREAKING: Changpeng Zhao Dikabarkan Mundur sebagai CEO Binance, Terkait Kasus di AS

Changpeng Zhao (CZ) dikabarkan mengundurkan diri sebagai CEO Binance, terkait tudingan regulator AS terhadap crypto exchange itu sejak tahun 2020. Hal itu disampaikan oleh sejumlah sumber anonim kepada Wall Street Journal (WSJ), dilansir dari Forbes, Selasa (21/11/2023).

“CZ mengundurkan diri sebagai CEO Binance sebagai bagian dari proses settlement raksasa senilai US$4 miliar antara Departemen Kehakiman (DOJ) AS dan Binance, menurut sumber anonim yang mengetahui secara dekat kasus itu,” tulis Forbes mengutip dari WSJ.

Proses settlement akan dilakukan oleh DOJ dan Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi (CFTC), tanpa ada pihak dari Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) AS.

Dalam dokumen pengadilan terkait kasus ini, pihak tergugat (defendant) hanya entitas perusahaan Binance saja, yakni “Binance Holdings Limited (Binance.com)”, tanpa entitas individu CZ.

“Dimulai setidaknya sejak Agustus 2017 dan berlanjut hingga setidaknya Oktober 2022, tergugat, yang dipimpin oleh pendirinya, pemilik, dan Chief Executive Officer, Changpeng Zhao, dan beberapa pejabat lain, direktur, karyawan, dan agennya, dengan sengaja tidak mendaftar sebagai bisnis layanan keuangan (MSB), dengan sengaja melanggar Undang-Undang Keamanan Bank (BSA) dengan tidak menerapkan dan menjaga program anti-pencucian uang yang efektif, dan dengan sengaja menyebabkan pelanggaran terhadap sanksi ekonomi AS yang dikeluarkan berdasarkan Undang-Undang Keadaan Darurat Ekonomi Internasional (IEEPA), dalam upaya yang disengaja dan terukur untuk mendapatkan keuntungan dari pasar AS tanpa menerapkan kendali yang diperlukan oleh hukum AS,” tertera di dokumen itu.

CZ Disebutkan Akan Hadir di Pengadilan Setempat

Sebagai bagian dari settlement, Zhao juga disebut-sebut akan resmi mengaku bersalah atas tuduhan melanggar undang-undang anti pencucian uang yang diajukan oleh Departemen Kehakiman. Dia dijadwalkan untuk mengajukan pembelaan di pengadilan federal di Seattle pada Selasa sore waktu setempat.

Sebelumnya SEC mendakwa Binance, dan pendirinya CZ pada Juni 2023 karena mengoperasikan crypto exchange tanpa izin dan menyesatkan investor dengan menggunakan dana Sigma Chain yang berbasis di Swiss, yang juga dimiliki oleh CZ, untuk meningkatkan volume perdagangan di Binance AS.

“Melalui tiga belas dakwaan, kami menuduh entitas Changpeng Zhao dan Binance terlibat dalam jaringan penipuan yang luas, konflik kepentingan, kurangnya pengungkapan, dan penghindaran hukum yang disengaja,” kata ketua SEC Gary Gensler pada Juni.

Langkah SEC menyusul tuduhan yang diajukan oleh CFTC, yang juga menuding Binance menawarkan produk derivatif kripto, seperti kontrak berjangka atau options, kepada warga AS tanpa mendaftar sebagai pedagang komoditas berjangka.

Denda US$4 Miliar

Sumber lain dari Bloomberg menyebutkan, bahwa pada Senin Binance akan menyetujui settlement US$4 miliar dengan Departemen Kehakiman. Kesepakatan itu akan menandai berakhirnya penyelidikan Departemen Kehakiman terhadap Binance yang dimulai setidaknya pada tahun 2018 silam. Reuters melaporkan bahwa jaksa federal telah meminta Binance untuk menyerahkan sejumlah dan pesan terkait dengan penggunanya di AS pada akhir tahun 2020.

Dalam perkembangan terkini, Forbes menulis bahwa pihaknya pernah mengetahui petinggi Binance Richard Teng sempat dipertimbangkan untuk mengambil alih jabatan CEO.

“Teng saat ini menjabat sebagai kepala pasar regional Binance di luar AS, dan sebelumnya memimpin operasi perusahaan di Eropa dan Asia. Sumber anonim kami mengatakan bahwa Teng adalah kandidat utama, meskipun pembicaraan masih berlangsung dan situasinya dapat berubah,” tulis Forbes.

Terkait dengan disebutnya CZ akan mundur dari jabatannya sebagai CEO, sumber anonim Forbes juga menyebutkan perusahaan akan mengumumkan anggota dewan baru untuk mengawasi tata kelola perusahaan, dan akan menyerahkan kepada pemantau pihak ketiga yang berbasis di AS sebagai bagian dari settlement.

Sebelumnya pada pada Senin malam waktu AS, Komisi Sekuritas dan Bursa menuduh bahwa crypto exchange Kraken telah beroperasi sebagai pialang, lembaga kliring, dan dealer yang tidak terdaftar dan mencampurkan aset kripto pengguna dengan miliknya sendiri. Ini adalah kedua kalinya tahun ini SEC menggugat Kraken. Pada Februari 2023 komisi itu mengatakan Kraken gagal mendaftarkan penawaran dan penjualan program Staking-as-a-Service aset kripto.

Pada tahun 2021, Otoritas Keuangan Inggris (FCA) melarang unit bisnis Binance di Inggris beroperasi di negara tersebut. Baru-baru ini, Binance membatalkan rencana mereka untuk mendapatkan lisensi penuh Inggris setelah regulator mengatakan bahwa sistem Know your Customer (KYC) Binance tidak memenuhi syarat.

Sementara itu, DOJ pada Selasa memuji Tether, perusahaan penerbit stablecoin USDT, atas upayanya membekukan aset senilai US$225 juta yang terkait dengan sindikat perdagangan manusia di Asia Tenggara. [ps]

Terkini

Warta Korporat

Terkait