Langkah antisipatif terhadap ancaman komputasi kuantum mulai terlihat nyata. BSC, blockchain besutan Binance, baru saja menguji implementasi kriptografi post-quantum dan hasilnya cukup mengejutkan.
BSC Mulai Bersiap Hadapi Era Quantum Computing
BSC menunjukkan bahwa kesiapan menghadapi era komputasi kuantum bukan lagi konsep. Melalui laporan yang dirilis pada Kamis (14/05/2026), jaringan ini mulai mengintegrasikan algoritma ML-DSA-44 untuk tanda tangan transaksi dan pqSTARK untuk agregasi konsensus.
Langkah ini menegaskan pendekatan jangka panjang yang diambil BSC. Meski komputer kuantum belum cukup kuat untuk meretas sistem kriptografi saat ini, risikonya dinilai semakin nyata dalam 10 hingga 20 tahun ke depan.
Seiring dengan itu, ancaman utama datang dari algoritma Shor yang berpotensi memecahkan kriptografi seperti ECDSA dan BLS. Karena itu, ML-DSA dari NIST hadir sebagai alternatif yang lebih tahan terhadap ancaman kuantum, sekaligus tetap efisien.
“Margin keamanannya dinilai cukup. Proses verifikasi berada di jalur kritis. ML-DSA-44 menjadi varian tercepat dari ketiganya, sehingga memberikan dampak langsung terhadap throughput pemrosesan blok,” sebagaimana tercantum pada laporan tersebut

Dengan pendekatan ini, jaringan blockchain BSC tetap kompatibel dengan infrastruktur yang saat ini sudah ada, mulai dari wallet hingga SDK, tanpa perlu perubahan besar di sisi pengguna saat ini.
Keamanan Meningkat tapi Performa Turun Drastis
Di balik peningkatan keamanan untuk menghadapi ancaman kuantum, muncul konsekuensi yang tidak bisa dihindari. Ukuran tanda tangan transaksi melonjak dari 65 byte menjadi sekitar 2.420 byte.
Peningkatan ini kemudian berdampak langsung pada ukuran transaksi dan blok. Rata-rata transaksi yang sebelumnya hanya sekitar 110 byte kini membengkak menjadi sekitar 2,5 KB, sementara ukuran blok meningkat hingga sekitar 2 MB.
Dampaknya, throughput jaringan pun tertekan. Dalam pengujian, TPS turun hingga lebih dari setengahnya dibandingkan versi non post-quantum. Hal ini menunjukkan bahwa batas utama kini bukan lagi pada gas fee, melainkan pada kapasitas data dalam blok.
“Ukuran transaksi meningkat dari 110 byte menjadi sekitar 2,5 KB, sementara ukuran blok tumbuh hingga sekitar 2 MB, sehingga throughput dalam pengujian turun sekitar 40 hingga 50 persen,” jelas mereka.
Meski begitu, tidak semua aspek mengalami penurunan. Di sisi konsensus, pqSTARK tetap efisien. Enam tanda tangan validator yang semula mencapai 14,5 KB dapat dikompresi menjadi sekitar 340 byte, dengan rasio sekitar 43 banding 1.
Di sisi lain, tantangan baru muncul pada jaringan lintas wilayah. Latensi finalitas meningkat, terutama saat beban tinggi, karena ukuran blok yang lebih besar memperlambat proses propagasi data antar node.
Era Komputasi Kuantum Mendekat, Skalabilitas Jadi Tantangan
Eksperimen yang dilakukan oleh pengembang blockchain BSC memperjelas satu hal penting: keamanan post-quantum memang sudah bisa dicapai hari ini, tetapi tidak datang tanpa biaya.
BSC berhasil menunjukkan bahwa integrasi kriptografi tahan kuantum dapat dilakukan tanpa perlu merombak total arsitektur. Namun, konsekuensinya adalah penurunan performa teknologi blockchain.
Di sisi lain, efisiensi pada layer konsensus memberi sinyal positif bahwa ruang optimasi masih terbuka. Ini menunjukkan bahwa tantangan saat ini bukan terletak pada algoritma, melainkan pada keterbatasan jaringan dan pengelolaan data.
Komputer Quantum Diprediksi Siap dalam 4 Tahun, Kripto Terancam?
Ke depan, tantangan terbesar industri bukan hanya mengadopsi teknologi baru, tetapi juga menemukan keseimbangan antara kebutuhan keamanan jangka panjang dan performa jaringan saat ini.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


