BTC Hari Ini Drop ke US$79.000, Tapi Sinyal Ini Buka Peluang Rebound

Harga BTC hari ini kembali terkoreksi ke level US$79.000, memicu kekhawatiran pasar. Namun di balik tekanan tersebut, sejumlah indikator justru menunjukkan fondasi yang kuat. Kombinasi sentimen regulasi dan data on-chain pun membuka peluang terjadinya rebound.

Bitcoin Hadapi Tekanan, Tapi Struktur Bullish Masih Kuat

Pergerakan Bitcoin masih tertahan di kisaran US$80.000–US$81.000 akibat tekanan jual jangka pendek setelah reli sebelumnya kehilangan momentum. Meski begitu, kondisi ini dinilai sebagai konsolidasi sehat, bukan awal tren turun baru.

Pendiri MN Capital sekaligus analis ternama, Michaël van de Poppe, optimistis terhadap kenaikan Bitcoin. Dalam prediksi yang diunggah pada Rabu (13/05/2026), ia menyoroti bahwa meski BTC masih bergerak di area US$80.000–US$81.000, tren naik bertahap masih terjaga.

Ia menilai pergerakan saat ini menunjukkan pola grinding upwards, selama harga mampu bertahan di atas support level US$79.000–US$76.000. Selain itu, ia juga menyoroti faktor eksternal yang berpotensi menjadi katalis pergerakan harga.

BACA JUGA:  Harga BBM Naik, Rupiah Melemah dan Ilusi Kenaikan Bitcoin di Indonesia

“Jika pergerakan naik bertahap ini berlanjut, dengan adanya CLARITY Act besok, saya memperkirakan Bitcoin bisa mengalami kenaikan cepat menuju US$90.000 dalam hitungan hari,” tegasnya.

Prediksi Pergerakan Harga Bitcoin - Michaël van de Poppe
Prediksi Pergerakan Harga Bitcoin – Michaël van de Poppe

Dari sisi on-chain, sinyal yang muncul cukup positif. Analis on-chain, Axel Adler Jr., dalam blog yang dipublikasikan Rabu (13/05/2026), menyebut tekanan kerugian pada STH berada di titik terendah, menandakan investor jangka pendek tidak lagi berada dalam posisi rugi.

Lebih lanjut, suplai Bitcoin yang dipegang trader jangka pendek turun ke 22,2 persen, level terendah dalam 90 hari terakhir. Kondisi ini mengindikasikan berkurangnya tekanan jual dari investor baru, sehingga membuka ruang bagi harga untuk bergerak naik.

“Kerugian STH turun ke 0 persen. Pada level saat ini, investor jangka pendek tidak lagi berada dalam posisi rugi. Kombinasi ini menunjukkan bahwa tekanan pasar pada April telah mereda, sementara suplai yang sensitif terhadap harga semakin berkurang,” tuturnya.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan
BACA JUGA:  Harga BTC Hari Ini Melemah ke US$79.500, Ada Risiko Koreksi Lanjutan?
Bitcoin STH - Axel Adler Jr
Bitcoin STH – Axel Adler Jr

Area Kritis dan Dampak CLARITY Act pada BTC

Meski sinyal bullish terlihat, bukan berarti kenaikan harga BTC menuju US$90.000 akan mulus. Trader kripto ternama, Zord, dalam tweet yang diunggahnya pada Rabu (13/05/2026), mengingatkan adanya potensi resistance kuat.

Menurut analisisnya, setelah Bitcoin berhasil merebut kembali retracement level 50 persen di sekitar US$78.983, pergerakan selanjutnya akan diuji di zona tersebut. Jika gagal bertahan, rebound bisa tertahan sementara sebelum mencoba kembali.

“Area yang menarik untuk diperhatikan adalah US$83.400-US$84.600. Zona tersebut menjadi area ambil untung atau membuka posisi short (jika terjadi penolakan atau muncul tanda-tanda pelemahan),” tegasnya.

Analisis Pergerakan Harga BTC - Zord
Analisis Pergerakan Harga BTC – Zord

Di sisi lain, perhatian pasar tertuju pada pembahasan CLARITY Act, yang bertujuan memberi kejelasan regulasi untuk pasar kripto dan stablecoin. Lebih dari 100 amandemen telah diajukan, mencerminkan kompleksitas aturan yang sedang dibahas.

BACA JUGA:  Dominasi Bitcoin Mulai Goyah, Altseason Bersiap Tampil?

Salah satu poin krusial adalah potensi pelarangan imbal hasil pada stablecoin yang menyerupai bunga. Kebijakan ini diarahkan untuk membedakan stablecoin sebagai alat pembayaran, bukan sebagai produk yang menyerupai deposito bank.

Secara keseluruhan, meski harga BTC hari ini tertekan ke US$79.000, kombinasi struktur teknikal yang tetap bullish, data on-chain yang membaik, serta sentimen dari CLARITY Act menjaga peluang rebound tetap terbuka.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait