Pergerakan BTC hari ini kembali membuat pasar kripto bergairah. Setelah sempat jatuh di bawah US$80.000 beberapa waktu lalu, Bitcoin saat ini kembali menembus US$82.000 dan memicu spekulasi soal dimulainya fase lanjutan bull run.
Menariknya, penguatan ini tidak hanya terjadi pada Bitcoin. Sejumlah altcoin juga menunjukkan performa yang kuat, memunculkan indikasi rotasi modal yang biasanya muncul saat momentum pasar mulai memanas.
Area US$79.000 Jadi Benteng Penting Bitcoin
Bitcoin berhasil ditutup di atas US$82.000 pada candle mingguan untuk pertama kalinya sejak Januari 2026. Secara teknikal, ini bukan sekadar kenaikan biasa. Struktur pasar mulai berubah dan perlahan menggeser sentimen bearish yang sempat mendominasi sejak awal tahun.
Analis kripto Michaël van de Poppe pada Minggu (10/05/2026) menyebut tren Bitcoin saat ini masih tergolong sehat selama harga BTC saat ini tetap berada di atas garis penting.
“Selama garis 21-MA masih berada di bawah harga, maka peluang tren naik tetap terbuka. Area US$79.000 juga menjadi zona penting yang harus dipertahankan dalam jangka pendek,” tulisnya.

Dari grafik, BTC berhasil membentuk higher low setelah memantul dari area US$65.000 dan kini kembali mendekati resistance US$86.500 hingga US$90.000. Jika area itu berhasil ditembus, peluang kenaikan BTC dinilai masih terbuka.
Meski begitu, Michaël juga memberi catatan penting. Jika support level US$79.000 gagal dipertahankan, maka area support berikutnya akan menjadi penentu agar struktur bullish tetap terjaga.
“Area US$76.000 bisa menjadi support level kedua yang penting bagi Bitcoin untuk menjaga struktur bullish tetap utuh,” tambahnya.
Altcoin Mulai Panas, Tapi Risiko Koreksi Mengintai
Di tengah penguatan harga Bitcoin, altcoin mulai bergerak lebih agresif. Michaël van de Poppe melihat semakin banyak altcoin yang mulai menunjukkan kekuatan setelah cukup lama tertinggal dari BTC.
Fenomena ini sering disebut sebagai “altseason mini”, ketika modal mulai berputar dari Bitcoin menuju kripto dengan market cap lebih kecil demi mencari keuntungan lebih besar. Kondisi seperti ini biasanya membuat sentimen pasar berubah sangat optimistis dalam waktu singkat.
Namun, Michaël mengingatkan bahwa kenaikan altcoin yang terlalu cepat justru bisa menjadi tanda pasar mulai memasuki fase akhir dari gelombang kenaikan jangka pendek.
Ia bahkan memperingatkan potensi koreksi besar dalam beberapa bulan ke depan saat altcoin mulai breakout secara masif. Karena itu, trader dinilai perlu mulai mempertimbangkan strategi ambil untung secara bertahap.
“Karena itu, trader perlu mulai waspada dan mempertimbangkan untuk ambil untung saat altcoin mulai breakout, sebab potensi koreksi 30 hingga 50 persen kemungkinan akan terjadi di seluruh pasar pada Juni atau Juli nanti,” tegasnya.
Peringatan tersebut dinilai cukup masuk akal mengingat kondisi pasar global masih sensitif, terutama di tengah munculnya isu wabah Hantavirus 2026 serta ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang belum mereda.
Sinyal Teknikal dan Faktor Makro Mulai Mendukung BTC
Sementara itu, Ash Crypto pada Senin (11/05/2026) menyoroti sinyal teknikal lain yang mulai menguat. Weekly MACD Bitcoin akhirnya mencetak bullish crossover, sementara RSI naik ke level 52 dan kembali masuk wilayah bullish.
Selain itu, BTC juga kembali diperdagangkan di atas MA-20 minggu untuk pertama kalinya sepanjang 2026. Menurut Ash Crypto, kondisi ini menunjukkan momentum pasar mulai kembali berpihak pada buyer setelah tekanan panjang sejak awal tahun.

Di sisi lain, kondisi makro juga mendukung. Pasar saham AS mencetak enam candle mingguan hijau beruntun, sementara core inflation berada dekat level terendah dalam 60 bulan terakhir. Beberapa hari ke depan pun diperkirakan menjadi momen penting bagi pergerakan BTC.
“Empat hari ke depan akan menjadi periode penting karena Senate Banking Committee dijadwalkan melakukan voting terhadap CLARITY Act pada 14 Mei mendatang,” tegasnya.
Tak hanya itu, data ISM tercatat berada di atas level 52 selama empat bulan berturut-turut dan suplai uang M2 mendekati rekor tertinggi. Kombinasi tersebut dinilai bisa membuka peluang masuknya modal baru ke pasar kripto jika kondisi pasar tetap stabil.
Untuk saat ini, momentum pasar memang mulai kembali berpihak pada Bitcoin dan altcoin. Namun, di tengah euforia tersebut, pasar kripto masih berada dalam fase sensitif, sehingga pergerakan beberapa hari ke depan berpotensi menjadi penentu arah tren selanjutnya.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


