BTC versus Emas dan Saham

Lanskap pasar aset digital yang terus berkembang telah menjadikan Bitcoin (BTC) tidak pantas lagi dibandingkan dengan saham receh, melainkan dengan aset tradisional yang tangguh seperti saham FAANG, obligasi, dan emas.

Demikian diutarakan jurnalis Bitcoin, Susie Violet Ward dalam satu artikel di laman media finansial Forbes, belum lama ini.

“Bitcoin telah mengungguli semua aset lain sejak awal kemunculannya, menawarkan pengembalian yang sepuluh kali lipat lebih tinggi daripada NASDAQ selama dekade terakhir

Ward merujuk grafik “Asset Class Returns” yang dibagikan Charlie Bilelo di platform X. Di mana, grafik tersebut mengungkapkan tren yang menakjubkan. Selama periode 2011 hingga 2021, keuntungan akumulatif bitcoin melonjak menjadi luar biasa 20.000.000 persen.

“Ini termasuk beberapa penurunan harga, dari mana nilai pasar akhirnya pulih, membuktikan bahwa aset yang sangat fluktuatif ini dapat bertahan dari osilasi pasar,” imbuh Ward.

Selain itu Ward juga merujuk, dokumen-dokumen terkait Bitcoin Spot Exchange Traded Funds oleh lembaga-lembaga besar seperti BlackRock, Wisdom Tree, Investco, Galaxy Digital, Valkyrie, dan Ark Invest memang menunjukkan minat yang semakin besar terhadap Bitcoin sebagai kelas aset di Amerika Serikat.

Dia menambahkan, lembaga keuangan besar seperti Fidelity yang berinvestasi dengan besar-besaran dalam ekonomi Bitcoin juga lebih menekankan tren ini.

“Dorongan untuk ETF spot di Amerika Serikat mewakili langkah strategis untuk menjembatani kesenjangan antara pasar keuangan tradisional dan bidang cryptocurrency yang sedang berkembang, yang potensial membuka jalan bagi adopsi dan penerimaan yang lebih luas terhadap bitcoin dalam keuangan mainstream.”

Ward tak menampik kritikus seringkali mengungkit kekhawatiran tentang volatilitas Bitcoin, namun di tahun 2023 ini terjadi pergeseran signifikan dalam narasi ini. Kendati demikian, pada tahun ini volatilitas Bitcoin telah menurun, menyamai aset tradisional seperti emas.

BTC Melampaui Emas dan Obligasi

Masih dari pemaparan Ward, membandingkan bitcoin dengan aset tradisional seperti obligasi dan emas via data empisi, mengungkapkan perbedaan yang mencolok.

Bitcoin vs Traditional Assets@DECENTRASUZE
Bitcoin vs Traditional Assets@DECENTRASUZE

“Grafik di atas, yang saya buat, membandingkan bitcoin (BTC) dengan sejumlah aset tradisional, termasuk emas, obligasi, saham Microsoft, dan S&P 500, dari Krisis Keuangan 2008 hingga 2023,” terangnya.

Menurut sang jurnalis, grafik tersebut menggambarkan pertumbuhan luar biasa bitcoin, secara konsisten melampaui kedua obligasi dan emas selama periode waktu tersebut.

“Sementara obligasi telah menawarkan pengembalian yang stabil dan emas telah berfungsi sebagai lindung nilai tradisional terhadap ketidakpastian, keduanya tidak sebanding dengan kenaikan tajam bitcoin, dan mereka juga tidak mengikuti inflasi dalam nilai nyata.”

Pertumbuhan luar biasa Bitcoin terhadap benchmark tradisional seperti saham, obligasi dan emas memberi legitimasi statusnya sebagai penyimpan nilai superior.

Di dunia yang ditandai oleh volatilitas ekonomi, kemampuan BTC untuk bertahan dari fluktuasi pasar dan memberikan pengembalian yang luar biasa menantang pandangan konvensional tentang pertumbuhan kekayaan.

“Performa kokoh BTC terhadap aset tradisional menggarisbawahi kemunculannya bukan hanya sebagai alternatif tetapi sebagai pesaing unggul dalam lanskap investasi,” pungkas Ward. [ab]

Terkini

Warta Korporat

Terkait