Tiongkok kembali menaikkan ambisi digitalnya. Kali ini, bukan hanya 6G yang masuk agenda, tetapi juga pembangunan jaringan blockchain nasional yang ditargetkan terbentuk secara mendasar pada 2030.
Rencana tersebut menjadi bagian dari strategi informatika terbaru Beijing, yang mencakup jaringan generasi baru, keamanan siber, internet cerdas, hingga integrasi teknologi digital dengan aktivitas ekonomi sehari-hari.
Tiongkok Pasang Target Blockchain Nasional pada 2030
Komisi Pusat Urusan Ruang Siber Tiongkok atau Central Cyberspace Affairs Commission pada Jumat (23/10/2026) menerbitkan National Informatization 15th Five-Year Plan, yang menjadi salah satu panduan utama pembangunan teknologi hingga akhir dekade.
Salah satu target yang mencuri perhatian adalah pembangunan jaringan blockchain nasional. Pemerintah ingin infrastruktur tersebut pada dasarnya sudah terbentuk pada 2030 dan menjadi bagian dari pondasi digital negara.
Target itu masuk dalam agenda modernisasi yang lebih luas. Beijing ingin teknologi informasi tidak hanya berkembang sebagai sektor tersendiri, tetapi ikut memperkuat ekonomi, industri, layanan publik, serta tata kelola.
“Pada 2030, informatika negara kami akan mencapai kemajuan signifikan dan memainkan peran yang semakin menonjol dalam mendorong modernisasi bergaya Tiongkok,” tulis Komisi Pusat Urusan Ruang Siber Tiongkok.
Teknologi blockchain juga berjalan beriringan dengan pembangunan konektivitas tersebut. Pemerintah ingin membentuk jaringan yang menghubungkan darat, laut, udara, hingga ruang angkasa dalam satu ekosistem digital yang semakin terintegrasi.
Di saat yang sama, Tiongkok juga menyiapkan jalan menuju 6G. Pemerintah membuka peluang penggunaan komersial teknologi tersebut ketika kondisi dan kesiapan infrastrukturnya dianggap sudah cukup matang.
“Generasi baru jaringan komunikasi akan dibangun sepenuhnya, penggunaan komersial 6G akan diluncurkan pada waktu yang tepat, dan jaringan blockchain nasional pada dasarnya akan selesai,” sebagaimana tercantum pada laporan tersebut.
Blockchain Mulai Masuk Fondasi Infrastruktur Digital
Posisi blockchain dalam dokumen tersebut cukup menarik. Teknologi ini tidak lagi sekadar dibahas sebagai eksperimen atau aplikasi tertentu, tetapi ditempatkan sebagai bagian dari infrastruktur digital nasional.
Belajar Teknologi Blockchain untuk Pemula, Begini Penjelasannya!
Arah pengembangannya juga lebih luas dibanding sekadar kripto. Pemerintah mengaitkannya dengan digitalisasi ekonomi, penguatan industri teknologi, pengembangan layanan publik, hingga peningkatan kemampuan tata kelola.
Tiongkok ingin tingkat digitalisasi, konektivitas, dan penggunaan AI yang terus meningkat. Harapannya, teknologi tidak hanya berkembang di pusat inovasi, tetapi semakin terasa dalam kegiatan ekonomi dan kehidupan masyarakat.
“Tingkat penerapan digitalisasi, jaringan, dan kecerdasan dalam ekonomi dan masyarakat akan mencapai level baru, sehingga kemampuan memberdayakan pembangunan ekonomi, sosial, serta tata kelola meningkat secara signifikan,” seperti tercantum pada rencana tersebut.
Beijing juga ingin memperkuat kemampuan inovasi di sektor strategis. Fokusnya mencakup pengembangan teknologi inti, penguatan sistem inovasi, serta mendorong perusahaan teknologi domestik agar memiliki daya saing yang lebih besar.
Dengan arah tersebut, blockchain diposisikan sebagai salah satu lapisan teknologi penting. Bukan berdiri sendiri, tetapi terhubung dengan jaringan komunikasi, industri digital, layanan, dan teknologi lainnya.
Dari 6G hingga Blockchain, Beijing Kebut Infrastruktur Digital
Untuk mengejar target itu, mereka menyusun sepuluh kelompok tugas utama yang mencakup pembangunan infrastruktur informasi, penguatan inovasi teknologi, pengembangan industri digital, hingga peningkatan tata kelola dan layanan publik.
Agenda juga mencakup koordinasi antardaerah, pembangunan hijau, peningkatan keterbukaan, serta penguatan aturan dan standar agar perkembangan teknologi tetap berjalan dalam kerangka yang lebih terarah.
Keamanan menjadi bagian penting dari strategi ini. Mereka ingin pertumbuhan digital berjalan seiring dengan penguatan perlindungan siber, regulasi, serta standar yang mampu mengikuti perkembangan teknologi baru.
“Keamanan siber akan mendapat jaminan yang lebih kuat lagi, sementara sistem hukum dan standar akan menjadi semakin lengkap,” tulis Komisi Pusat Urusan Ruang Siber Tiongkok.
Rencana tersebut juga memuat sejumlah program khusus, mulai dari infrastruktur informasi, pengembangan masyarakat cerdas, ekspansi perusahaan teknologi ke luar negeri, hingga kemudahan aliran data lintas negara.
Jika semuanya sesuai rencana, 2030 bisa menjadi titik yang penting bagi transformasi digital Tiongkok. Bukan cuma 6G yang mulai masuk fase komersial, jaringan blockchain nasional juga disiapkan menjadi bagian dari pondasinya.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


