Awal tahun kembali menjadi periode yang kerap dikaitkan dengan kebangkitan Bitcoin, setidaknya berdasarkan data historis lima tahun terakhir.
Analisis on-chain terbaru dari XWIN Research Japan di CryptoQuant pada hari Senin (5/1/2026) menunjukkan bahwa bulan Januari berulang kali mencatat performa positif bagi aset kripto terbesar tersebut, setelah melewati tekanan pada penghujung tahun.
Dalam analisis terbarunya, XWIN Research Japan meninjau pergerakan bulanan BTC sejak 2021 hingga 2025. Hasilnya, empat dari lima bulan Januari tercatat berakhir di zona positif dengan rata-rata kenaikan mendekati 10 persen.
Pola ini dinilai tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan erat dengan arus modal akhir tahun, perilaku institusional, serta sinyal on-chain yang muncul saat pergantian kalender.

Data CoinGlass menunjukkan Januari 2021 mencatat kenaikan sekitar 14,51 persen, disusul lonjakan signifikan pada Januari 2023 yang mencapai sekitar 39,63 persen. Pada Januari 2025, BTC kembali menguat sekitar 9,29 persen, sementara Januari 2024 bergerak relatif datar dengan kenaikan tipis di kisaran 0,62 persen.
Satu-satunya pengecualian terjadi pada Januari 2022, ketika BTC terkoreksi sekitar 16,68 persen seiring dimulainya fase awal pasar bearish yang lebih luas.
Menurut XWIN Research Japan, dominasi kinerja positif di awal tahun ini menonjol jika dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa penurunan tajam lebih sering terjadi pada Mei dan Juni, sementara Desember justru kerap ditandai oleh koreksi harga.
Selama lima tahun terakhir, Desember mencatat return negatif pada empat periode, memperkuat indikasi adanya pelemahan menjelang tutup tahun.
Arus Modal dan Psikologi Pasar di Pergantian Tahun
XWIN Research Japan menilai pola musiman ini tidak terlepas dari dinamika arus modal institusional. Bulan Desember umumnya diwarnai oleh aksi rebalancing portofolio, realisasi keuntungan, serta penyesuaian pajak.
Kondisi tersebut kerap diperparah oleh likuiditas pasar yang menipis akibat libur akhir tahun, sehingga mendorong sikap risk-off di kalangan pelaku pasar.
“Pada akhir tahun, tekanan jual sering kali dipicu oleh kebutuhan penyesuaian portofolio dan faktor pajak, terutama ketika likuiditas pasar sedang rendah,” tulis XWIN Research Japan.
Mereka menambahkan bahwa situasi ini kerap menciptakan tekanan jangka pendek pada BTC, meskipun tidak selalu mencerminkan perubahan fundamental.
Memasuki Januari, situasi cenderung berbalik. Modal yang sebelumnya keluar mulai kembali masuk seiring dimulainya alokasi tahunan baru, pembukaan posisi oleh investor institusional, serta penutupan posisi short yang dibangun menjelang akhir tahun.
“Awal tahun sering menjadi fase ketika posisi dibangun ulang dan arus modal kembali bergerak ke aset berisiko,” tambahnya.
Pola ini, menurut XWIN Research Japan, membentuk struktur berulang yang membuat awal tahun menjadi periode krusial bagi pergerakan BTC.
Meski demikian, mereka menekankan bahwa pola historis tidak dapat dijadikan jaminan mutlak untuk setiap tahun, terutama di tengah dinamika makro dan kebijakan global yang terus berubah.
Sinyal On-Chain Perkuat Pola Bitcoin Awal Tahun
Selain pergerakan harga, XWIN Research Japan juga menyoroti data on-chain, khususnya jumlah alamat aktif, sebagai indikator pendukung. Data menunjukkan bahwa meskipun harga Bitcoin cenderung melemah atau stagnan menjelang akhir tahun, aktivitas jaringan sering kali mulai stabil atau meningkat memasuki Januari.

Contoh yang disorot adalah Januari 2023, ketika kenaikan harga BTC berjalan seiring dengan lonjakan alamat aktif. Kondisi ini dinilai mencerminkan kembalinya partisipasi pasar yang lebih luas, bukan sekadar reli teknikal jangka pendek.
“Ketika harga dan alamat aktif sama-sama meningkat, hal itu menunjukkan keterlibatan pasar yang lebih sehat,” ungkap XWIN Research Japan.
Fenomena ini memperkuat pandangan bahwa awal tahun sering menjadi momen konsolidasi ulang bagi BTC setelah tekanan Desember.
Kenaikan aktivitas jaringan dipandang sebagai sinyal bahwa minat dan kepercayaan pelaku pasar mulai pulih, seiring meredanya faktor musiman yang menekan harga sebelumnya.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



