Bull Market Bitcoin Baru Mulai? Arthur Hayes Ingatkan Koreksi Brutal

Harga Bitcoin pada akhirnya menembus level psikologis penting di US$80.000, jauh di atas fase sideways US$60.000 hingga US$65.000 yang terjadi beberapa waktu lalu. Arthur Hayes menilai reli ini belum selesai.

Arthur Hayes Sebut Bull Market Bitcoin Baru Dimulai

Dalam artikel yang dipublikasikan pada Selasa (25/08/2026), Arthur Hayes menilai pasar kripto sedang memasuki fase bull market baru, didorong oleh bertambahnya likuiditas dolar dari kebijakan pemerintah AS.

Hayes menarik perbandingan dengan akhir 2023, ketika Janet Yellen meningkatkan penerbitan Treasury bills dibandingkan obligasi tenor panjang. Menurutnya, strategi itu membantu mengalirkan likuiditas besar kembali menuju pasar keuangan.

Saldo fasilitas reverse repo The Fed kemudian turun dari sekitar US$2,5 triliun menjadi US$100 miliar pada Januari 2025. Hayes memperkirakan sekitar US$2,4 triliun likuiditas akhirnya kembali berputar di pasar.

Efeknya terlihat pada aset berisiko. Nasdaq 100 dan Bitcoin menguat, sementara yield Treasury 10 tahun turun dari area penting 5 persen, meski suku bunga The Fed tetap berada sekitar 5,3 persen.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Bisa Uji US$57.800? Pola Bear Market 2022 Kembali Terlihat
Chart Likuiditas The Fed, Yield, dan Indeks Saham AS - Arthur Hayes
Chart Likuiditas The Fed, Yield, dan Indeks Saham AS – Arthur Hayes

Bagi Hayes, pola tersebut menjadi petunjuk untuk membaca pergerakan sekarang. Ia bahkan menilai investor yang mengabaikan hubungan likuiditas dan Bitcoin berisiko melewatkan fase bull market berikutnya.

“Jika Anda tidak memahami mengapa Bitcoin dan aset berisiko naik ketika The Fed mempertahankan suku bunga tinggi, Anda akan melewatkan bull market berikutnya yang baru saja dimulai,” tulis Hayes.

Bessent Bisa Jadi Pemicu Likuiditas Berikutnya

Fokusnya kini beralih kepada Menteri Keuangan AS Scott Bessent. Ia melihat Bessent menghadapi masalah serupa dengan Yellen, yakni membiayai pengeluaran pemerintah tanpa membiarkan biaya utang melonjak terlalu tinggi.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Pada 19 Agustus, Bessent mengumumkan peningkatan buyback obligasi jangka panjang sekitar US$20 miliar untuk kuartal fiskal berikutnya. Yield sempat turun, sementara Bitcoin kemudian ikut menguat.

Namun, efek kebijakan tersebut tidak bertahan lama. Yield Treasury AS tenor 10 tahun kembali naik melampaui level sebelum pengumuman, membuat Hayes menilai skala buyback itu masih terlalu kecil.

BACA JUGA:  Cara Prediksi Harga Bitcoin dengan AI, Cocok untuk Pemula!

“Pertama, langkah Bessent masih belum cukup besar. Dengan total utang mencapai US$40 triliun, tambahan pembelian sebesar US$20 miliar ibarat setetes air di lautan,” tulis Hayes.

Hayes melihat skenario bullish BTC muncul jika Bessent berani melakukan buyback tanpa batas ketika yield Treasury 10 tahun menembus 5 persen, mirip intervensi pasar obligasi ala Bank of Japan.

Yield Treasury AS - Arthur Hayes
Yield Treasury AS – Arthur Hayes

Meski begitu, Hayes menilai skenario yang lebih realistis adalah peningkatan buyback secara bertahap. Ia juga menyoroti potensi pemanfaatan Treasury General Account, yang disebut menyimpan sekitar US$1 triliun likuiditas.

Bitcoin Bisa Terus Naik, tetapi Koreksi Brutal Mengintai

Di tengah skenario tersebut, Hayes tetap optimistis terhadap Bitcoin. Menurutnya, arah likuiditas dolar masih mendukung reli, tetapi kenaikan harga bukan berarti BTC akan terus bergerak mulus tanpa skenario koreksi.

“Entah Bessent menggelontorkan likuiditas dengan cepat atau perlahan, Bitcoin akan terus melanjutkan relinya. Volatilitas akan meningkat, jadi grafik yang terlihat terus naik bukan berarti tidak akan ada koreksi brutal,” tegasnya.

BACA JUGA:  Baru Beli Bitcoin? Ini yang Perlu Kamu Lakukan Setelahnya

Peringatan itu menjadi penting setelah harga BTC melesat ke sekitar US$80.000 dari kisaran US$60.000 hingga US$65.000. Semakin tinggi volatilitas, semakin besar pula peluang munculnya koreksi tajam dalam waktu singkat.

Karena itu, Hayes secara khusus mengingatkan soal penggunaan leverage. Bagi investor yang bukan trader penuh waktu, ia menilai menghindari leverage dapat mengurangi risiko tersapu koreksi singkat yang agresif.

Meski optimistis, pesan akhirnya cukup jelas. Bull market baru dimulai, tetapi perjalanan menuju level lebih tinggi kemungkinan tidak akan tenang. Reli besar dan koreksi tajam bisa muncul dalam fase yang sama.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait