Hasil mengejutkan kembali terjadi di Piala Dunia 2026. Setelah sebelumnya menahan Spanyol, Cabo Verde kembali membuat kejutan dengan memaksa Uruguay bermain imbang 2-2. Bukan hanya mengubah peta persaingan Grup H, hasil ini juga membuat sejumlah trader Polymarket harus menelan kerugian.
Cabo Verde Kembali Bikin Kejutan di Grup H Piala Dunia 2026
Cabo Verde tampaknya mulai menjelma menjadi salah satu tim kejutan terbesar di Piala Dunia 2026. Setelah membuat Spanyol frustrasi pada laga sebelumnya, tim debutan asal Afrika itu kembali menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar pelengkap di turnamen ini.
Bertanding melawan Uruguay di Stadion Hard Rock, Miami pada Senin (22/06/2026) WIB, Cabo Verde kembali tampil disiplin dan berani. Padahal di atas kertas, Federico Valverde dan kolega jauh lebih diunggulkan untuk mengamankan tiga poin.
Sejak menit awal, Uruguay langsung mengambil inisiatif serangan. Tim berjuluk La Celeste itu mendominasi penguasaan bola dan terus menekan pertahanan Cabo Verde yang lebih banyak menunggu kesempatan melalui serangan balik cepat.
Namun justru Cabo Verde yang berhasil mencuri perhatian. Pada menit ke-20, Kevin Pina sukses memanfaatkan tendangan bebas dari luar kotak penalti. Sepakan kerasnya melewati pagar betis Uruguay dengan mudah dan gagal dijangkau Fernando Muslera.
Spanyol Ditahan Cabo Verde, Trader Polymarket Rugi Rp28 Miliar
Gol Kevin Pina menjadi bukti bahwa Cabo Verde bukan tim yang bisa dipandang sebelah mata di Pildun 2026. Uruguay yang terlihat meremehkan situasi bola mati langsung dihukum dengan gol pembuka yang mengejutkan.
Meski begitu, Uruguay tidak tinggal diam. Menjelang turun minum, Maximiliano Araujo menyamakan kedudukan melalui sundulan akrobatik pada menit ke-44. Tak lama berselang, Agustin Canobbio membalikkan keadaan menjadi 2-1 pada masa injury time babak pertama.
Uruguay Sempat Unggul, Tetapi Cabo Verde Menolak Menyerah
Memasuki babak kedua, jalannya pertandingan tidak banyak berubah. Uruguay mendominasi permainan, sementara Cabo Verde tetap sabar menunggu celah untuk melancarkan serangan balik yang efektif.
Kesabaran tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-61. Berawal dari lemparan ke dalam yang kurang sempurna dari Uruguay, Helio Varela berhasil memanfaatkan situasi dan mencetak gol penyeimbang yang membuat skor berubah menjadi 2-2.
Uruguay mengira telah menemukan gol yang mengembalikan keunggulan mereka di Pildun 2026. Namun setelah pemeriksaan, wasit menganulir gol tersebut karena posisi offside pada awal proses serangan.

Sisa pertandingan berlangsung menegangkan. Uruguay terus menggempur pertahanan Cabo Verde, tetapi lini belakang tim Afrika tersebut kembali tampil disiplin seperti saat menghadapi tim Spanyol beberapa hari sebelumnya.
Bahkan pada masa injury time, Cabo Verde sempat memperoleh peluang emas untuk mencuri kemenangan. Sayangnya kesempatan tersebut gagal dimanfaatkan dengan baik sehingga skor 2-2 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Hasil ini semakin mengukuhkan status Cabo Verde sebagai salah satu tim paling merepotkan di Grup H Piala Dunia 2026. Setelah membuat Spanyol kehilangan poin, kini Uruguay merasakan nasib yang sama.
Trader Polymarket Boncos hingga Rp25 Miliar
Cabo Verde kembali membuktikan diri sebagai pembuat kejutan di Pildun 2026. Setelah menggagalkan Spanyol, mereka kini menahan Uruguay dan membuat banyak trader di pasar prediksi harus menelan kerugian besar akibat prediksi yang meleset.
Berdasarkan data Polymarket, Eztennis menjadi trader dengan kerugian terbesar dari posisi yang mendukung kemenangan Uruguay. Akun tersebut tercatat merugi hingga US$584.626,76 atau lebih dari Rp10,4 miliar.
Kerugian besar juga dialami Zzzz87 sebesar US$121.487,22, suntori US$120.193,43, MrBlobby US$61.750,09, dan CCTExBanker US$55.000,16. Secara kumulatif, lima trader terbesar yang menjagokan kemenangan Uruguay kehilangan US$943.057,66 atau sekitar Rp16,8 miliar.
Di sisi lain, trader yang mengambil posisi “No” pada kontrak kemenangan Cabo Verde juga ikut terpukul. Akun 0x2c33. merugi US$172.188,10, disusul swisstony US$114.366,10, serta 18ce52319fddea55c7783d901… sebesar US$95.871,09.
Daftar kerugian ini berlanjut dengan AnonymousUsername yang kehilangan US$52.768,94 dan oieshfn345 sebesar US$37.757,85. Total kerugian lima trader ini mencapai US$472.952,08 atau Rp8,4 miliar, sehingga total kerugian kedua kelompok menyentuh Rp25,2 miliar.

Fenomena ini kembali menunjukkan bagaimana prediction market bisa bergerak sangat cepat ketika hasil pertandingan melenceng dari ekspektasi mayoritas pasar. Dalam hitungan menit, posisi yang sebelumnya terlihat aman bisa berubah menjadi kerugian miliaran rupiah.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


