Cadangan Bitcoin Anjlok, Mulai Muncul Sinyal Supply Shock

Pasar Bitcoin memasuki fase baru yang dinilai semakin ketat setelah cadangan Bitcoin di bursa terpusat jatuh ke salah satu titik terendah dalam sejarah.

Data on-chain dari XWIN Research Japan di CryptoQuant menunjukkan bahwa pasokan BTC yang tersedia di bursa turun menuju 2,76 juta BTC, meski harga mengalami koreksi ke kisaran US$90.186. Penurunan cadangan ini terjadi sepanjang 2025 dan kian tajam pada periode November–Desember.

cadangan bursa bitcoin

Penurunan cadangan bursa tersebut bertepatan dengan performa harga yang bergerak fluktuatif. Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin melemah 0,93 persen, namun masih mencatat kenaikan mingguan sebesar 4,48 persen.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Kapitalisasi pasar berada di US$1,79 triliun, dengan volume perdagangan spot 24 jam sebesar US$6,37 miliar dan open interest mencapai US$57,52 miliar.

Menurut XWIN, penurunan cadangan BTC yang terjadi saat harga melemah menjadi indikator penting bahwa dinamika pasokan dapat berubah secara signifikan dalam beberapa minggu ke depan.

“Meskipun harga terkoreksi, pasokan yang tersedia di bursa justru menyusut lebih cepat dari biasanya, sehingga tekanan suplai mulai membentuk pola yang tidak lazim,” ujar analis tersebut.

BACA JUGA:  Bos Coinbase: Investor Ritel Diam-diam Serok BTC dan ETH

Cadangan Bitcoin Terus Turun Saat Harga Melemah

Temuan XWIN Research Japan menunjukkan bahwa cadangan Bitcoin menurun secara konsisten sejak awal tahun, tetapi percepatan penurunan terjadi saat pasar memasuki tekanan pada November–Desember 2025.

Pada periode itu, investor biasanya mengirimkan BTC ke bursa sebagai persiapan menjual. Namun, data memperlihatkan kebalikan, ada semakin banyak BTC yang ditarik keluar dari bursa menuju dompet penyimpanan pribadi atau kustodian institusional.

XWIN menyoroti bahwa pola ini jarang terjadi pada kondisi pasar bearish. Turunnya cadangan BTC ketika harga juga terkoreksi membuka kemungkinan terjadinya ketidakseimbangan pasokan, yang dapat berdampak pada dinamika harga di masa depan.

Penyusutan cadangan juga mengindikasikan bahwa semakin sedikit koin yang likuid dan siap diperdagangkan, sehingga pasar perlahan bergerak menuju kondisi pasokan ketat.

Analis itu menjelaskan bahwa faktor utama yang mempengaruhi tren ini adalah peran investor jangka panjang dan institusi yang terus menarik BTC dari bursa. Aksi ini menandakan bahwa akumulasi masih berlangsung meski volatilitas harga meningkat.

BACA JUGA:  Changpeng Zhao: Tokenisasi RWA dan Pasar Prediksi Jadi Tren Baru

Menurut XWIN, para pemegang jangka panjang tampaknya tidak terpengaruh oleh gejolak harga jangka pendek dan memilih memperkuat posisi mereka.

Sinyal Menuju Supply Shock Mulai Terbentuk

Berdasarkan dinamika tersebut, XWIN Research Japan memperingatkan bahwa struktur pasar Bitcoin dapat bergerak menuju kondisi supply shock, situasi ketika cadangan Bitcoin yang tersedia untuk diperdagangkan menjadi sangat terbatas.

Meskipun harga belum menunjukkan penguatan yang sejalan dengan tren penurunan cadangan, indikator on-chain memperlihatkan kecenderungan yang lebih bullish dibandingkan pergerakan harga.

Dalam skenario ini, jika permintaan meningkat sementara pasokan likuid terus menurun, tekanan harga ke atas berpotensi terbentuk lebih cepat. Analis menilai bahwa meski volatilitas jangka pendek masih akan terjadi, fondasi pasar secara struktural bergerak menuju kondisi yang lebih rapuh dari sisi suplai.

Fenomena ini juga mulai tercermin dari kombinasi data pasar lainnya. Open interest yang mencapai US$57,52 miliar menunjukkan bahwa aktivitas derivatif tetap tinggi meski pasokan di bursa menyusut.

BACA JUGA:  Laporan Outset PR: Posisi Media Kripto Lokal Indonesia di Tengah Konsolidasi Audiens Asia

Selain itu, volume perdagangan spot harian yang berada di US$6,37 miliar menandakan bahwa minat transaksi tetap stabil, sementara cadangan terus menipis.

Penurunan cadangan Bitcoin hingga ke level historis ini dipandang sebagai salah satu indikator paling signifikan yang dapat mempengaruhi harga dalam jangka menengah. Seiring semakin sedikitnya BTC yang tersedia di bursa, tekanan pasokan diperkirakan akan meningkat apabila terjadi lonjakan permintaan mendadak dari investor global.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia