Penurunan cadangan Bitcoin di bursa kripto, khususnya Binance, kembali memunculkan sinyal bullish Bitcoin.
Analis on-chain PelinayPA di CryptoQuant mencatat bahwa setiap fase penurunan cadangan di Binance secara historis selalu diikuti oleh tren kenaikan harga BTC dalam jangka menengah hingga panjang.
Saat ini, cadangan Bitcoin di Binance berada di kisaran 649.000 BTC, sementara harga Bitcoin diperdagangkan sekitar US$95.000, dengan tren cadangan yang terus melorot.
Dalam analisisnya, PelinayPA menjelaskan bahwa arus keluar Bitcoin dari bursa mengurangi pasokan yang siap dijual di pasar. Kondisi tersebut melemahkan tekanan jual dan sering kali menjadi sinyal awal terbentuknya fase bullish.
“Secara historis, setiap kali cadangan Binance turun di bawah level harga, Bitcoin selalu mencatat kenaikan signifikan,” ungkap PelinayPA.

Data historis menunjukkan pola yang konsisten. Pada awal 2019, ketika cadangan Binance menyusut, harga Bitcoin melonjak dari sekitar US$6.500 ke US$13.800, atau naik 112,3 persen.
Setelah guncangan pasar akibat pandemi Covid-19 pada Maret 2020, cadangan kembali turun dan Bitcoin naik dari US$7.300 ke US$10.500, mencatat kenaikan 43,8 persen.
Periode penurunan cadangan paling signifikan terjadi pada akhir 2020 hingga awal 2021, yang mendahului reli besar dari US$9.000 ke US$64.000, setara dengan kenaikan 611 persen.
Pola serupa juga terlihat pada siklus 2024–2025 yang didorong oleh kehadiran Bitcoin ETF. Dalam fase ini, harga BTC naik dari sekitar US$78.000 ke US$127.000, atau meningkat 62,8 persen.
Berdasarkan rangkaian data tersebut, setiap periode penurunan cadangan Binance selalu menghasilkan kenaikan harga Bitcoin di kisaran 40 persen hingga lebih dari 600 persen, memperkuat narasi sinyal bullish Bitcoin dari perspektif struktur pasar.
Cadangan Binance Terus Turun, Tekanan Jual Melemah
Saat ini, cadangan Bitcoin di Binance masih berada di bawah level harga pasar dan menunjukkan tren penurunan yang berkelanjutan.
Menurut PelinayPA, kondisi ini mengindikasikan bahwa Bitcoin tidak sedang diposisikan di bursa untuk tujuan distribusi atau penjualan besar-besaran. Sebaliknya, arus keluar BTC mencerminkan preferensi investor untuk menyimpan aset di luar bursa, yang secara historis berkorelasi dengan tren kenaikan harga.
“Dari sudut pandang historis dan struktur pasar, dinamika cadangan saat ini menunjukkan bahwa tren naik Bitcoin masih terjaga,” ujar PelinayPA.
Penurunan cadangan ini juga berarti pasokan Bitcoin yang tersedia untuk dijual semakin terbatas. Dengan berkurangnya likuiditas jual di bursa, potensi tekanan turun terhadap harga menjadi lebih kecil.
Hal ini memperkuat sinyal bullish Bitcoin dalam jangka menengah hingga panjang, terutama jika tren penarikan BTC dari bursa terus berlanjut.
Alamat Akumulasi BTC Perkuat Sinyal Bullish
Selain data cadangan bursa, analis lain di CryptoQuant juga menyoroti pertumbuhan signifikan pada alamat akumulasi.
Menurut definisi CryptoQuant, alamat akumulasi adalah dompet yang tidak memiliki riwayat arus keluar, memiliki saldo minimal 100 BTC, serta menunjukkan aktivitas transaksi jangka panjang. Alamat-alamat ini dianggap merepresentasikan investor dengan orientasi penyimpanan jangka panjang.

Pada titik terendah pasar bearish tahun 2022, alamat-alamat akumulasi ini hanya menyimpan sekitar 540.000 BTC, yang saat itu bernilai sekitar US$8 miliar. Saat ini, jumlah Bitcoin yang dikuasai oleh alamat akumulasi melonjak menjadi sekitar 2,4 juta BTC, dengan nilai mencapai US$218 miliar.
Dalam denominasi dolar AS, peningkatan tersebut setara dengan lonjakan sekitar 2.700 persen atau 27 kali lipat dalam tiga tahun terakhir.
Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa semakin banyak Bitcoin yang berpindah ke tangan investor jangka panjang dan tidak siap untuk dijual dalam waktu dekat. Kondisi ini semakin memperkuat sinyal bullish Bitcoin, karena pasokan yang beredar di pasar aktif menjadi semakin terbatas.
Kombinasi antara penurunan cadangan Bitcoin di Binance dan peningkatan kepemilikan oleh alamat akumulasi memperlihatkan perubahan struktur pasar yang signifikan. Bitcoin semakin banyak disimpan di luar bursa dan dikuasai oleh pemegang jangka panjang, sementara tekanan jual di bursa terus melemah.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



