Cadangan aset kripto Ethereum (ETH) di berbagai bursa global tercatat mengalami penurunan konsisten dalam enam bulan terakhir, namun porsi cadangan yang berada di Binance tetap menunjukkan stabilitas struktural.
Temuan ini disampaikan oleh analis on-chain XWIN Research Japan di CryptoQuant, yang memantau pergerakan aset kripto lintas bursa secara real-time. Data tersebut menunjukkan bahwa arus keluar aset terjadi secara merata di seluruh bursa, bukan disebabkan oleh penurunan kepercayaan terhadap satu platform tertentu.

Penurunan cadangan ini tercermin dari berkurangnya jumlah ETH yang tersimpan di bursa kripto utama sejak pertengahan tahun.
Menurut XWIN Research Japan, kondisi tersebut berlangsung dalam periode enam bulan terakhir dan bertepatan dengan meningkatnya preferensi pelaku pasar untuk menyimpan aset secara mandiri melalui dompet pribadi. Fenomena ini juga mengindikasikan berkurangnya tekanan jual jangka pendek di pasar spot.
Meskipun total cadangan Ethereum di bursa menurun, data menunjukkan bahwa porsi cadangan ETH yang berada di Binance relatif tidak berubah secara signifikan.
Rasio cadangan Binance dibandingkan total cadangan di seluruh bursa berada dalam kisaran sekitar 22 persen hingga 25 persen. Pergerakan rasio tersebut tercatat fluktuatif secara terbatas dan kembali menormal setelah sempat meningkat sementara pada periode musim panas.
Penurunan Cadangan Ethereum Terjadi Secara Merata di Seluruh Bursa
Analisis XWIN Research Japan menegaskan bahwa penurunan cadangan Ethereum merupakan fenomena pasar secara menyeluruh. Tidak terdapat indikasi arus keluar spesifik yang hanya terjadi di Binance.
Hal tersebut membedakan kondisi saat ini dengan situasi krisis kepercayaan bursa, yang biasanya ditandai oleh penarikan dana besar-besaran dari satu platform tertentu.
Menurut XWIN Research Japan, perbedaan ini penting untuk memahami struktur pasar. Arus keluar yang bersifat luas cenderung mencerminkan perubahan perilaku investor menuju kepemilikan jangka panjang, sementara arus keluar yang terfokus pada satu bursa sering kali berkaitan dengan kekhawatiran likuiditas atau risiko operasional.
“Data rasio Binance menunjukkan bahwa penurunan cadangan ETH terjadi secara menyeluruh di pasar, bukan karena tekanan atau masalah spesifik pada satu bursa,” ungkap XWIN.
Dari sisi waktu dan lokasi, data ini dikumpulkan dari seluruh bursa kripto utama yang terpantau secara on-chain, dengan fokus khusus pada Binance sebagai bursa dengan volume perdagangan terbesar. Analisis dilakukan berdasarkan perbandingan cadangan harian dan tren jangka menengah yang berlangsung hingga periode terbaru.
Stabilitas Rasio Binance Dukung Struktur Pasar yang Lebih Sehat
Stabilnya porsi cadangan Ethereum di Binance dinilai mencerminkan kondisi likuiditas pasar yang relatif sehat.
Dengan semakin sedikit ETH yang tersimpan di bursa dan tidak adanya konsentrasi cadangan berlebihan di satu platform, potensi volatilitas ekstrem akibat aksi jual paksa dinilai lebih rendah. Kondisi ini juga mengurangi risiko tekanan harga yang dipicu oleh likuidasi mendadak.
XWIN Research Japan menilai bahwa struktur pasar saat ini cenderung lebih seimbang dibandingkan periode sebelumnya.
Penurunan cadangan bursa yang terjadi bersamaan dengan stabilnya distribusi antar platform menunjukkan proses konsolidasi yang alami. Jika permintaan kembali meningkat, keterbatasan pasokan di bursa berpotensi memperkuat pergerakan harga secara bertahap.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



