Sebuah kisah tak biasa kembali mengguncang komunitas kripto. Setelah lebih dari satu dekade terkunci, sebuah wallet Bitcoin akhirnya berhasil dibuka. Bukan dengan cara konvensional, melainkan dengan bantuan AI. Nilainya pun tidak main-main, mencapai sekitar Rp7 miliar.
Password Hilang, Bitcoin Terkunci Selama 11 Tahun
Kisah ini bermula pada 2015, ketika seorang pengguna dengan akun cprkrn menyimpan 5 BTC di wallet Blockchain.com. Saat itu, nilainya masih relatif kecil, tetapi situasinya berubah drastis seiring waktu.
Masalah muncul ketika ia mengganti password dalam kondisi tidak sepenuhnya sadar. Keputusan impulsif tersebut berujung fatal. Ia benar-benar lupa password yang baru dibuat, sehingga akses ke wallet BTC terkunci total.
Selama bertahun-tahun, Bitcoin tersebut hanya bisa “dipandang” tanpa bisa disentuh olehnya. Nilainya terus meningkat, sementara akses tetap tertutup rapat. Tekanan psikologis pun ikut bertambah.

Ia sempat mencoba berbagai cara untuk membuka akses, termasuk brute-force dan berbagai recovery tools. Namun, semua upaya tersebut berujung kegagalan. Bahkan, ia mengaku telah mencoba triliunan kombinasi password tanpa hasil.
“Aku sudah mencoba sekitar 7 triliun kombinasi password, haha. Kukira aku sudah tidak punya harapan,” jelasnya di X, Rabu (13/05/2026).
AI Temukan Celah yang Terlewat
Setelah delapan minggu mencoba berbagai metode tanpa hasil, ia mengambil langkah terakhir yang tidak biasa. Ia memasukkan seluruh file dari hard drive lamanya ke dalam AI Claude buatan Anthropic.
Keputusan ini menjadi titik balik. Alih-alih menebak password, AI justru menganalisis file lama yang tersimpan di perangkat tersebut. Dari situ, Claude menemukan file wallet Bitcoin lama yang sebelumnya terlewat.
“Sebagai upaya terakhir, aku memasukkan seluruh data komputer lamaku ke Claude. Ia menemukan file wallet lama yang berhasil didekripsi menggunakan mnemonic tersebut,” tambahnya.
Lebih jauh, AI memberikan perintah spesifik untuk menggunakan tool btcrecover secara tepat. Dengan pendekatan ini, private key berhasil didekripsi dan akses ke wallet BTC yang telah lama terkunci akhirnya terbuka.

Meski terdengar seperti AI “membobol” Bitcoin, konteksnya berbeda. AI tidak meretas seed phrase ataupun sistem keamanan jaringan Bitcoin, melainkan hanya menganalisis data lokal milik pengguna.
Artinya, keamanan Bitcoin tetap utuh dan kasus ini menegaskan bahwa risiko terbesar sering kali ada pada manusia, sekaligus menunjukkan bahwa AI bisa menjadi solusi untuk memulihkan akses wallet yang hilang.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


