Minat masyarakat Indonesia terhadap kripto terus meningkat. Dengan lebih dari 18 juta investor kripto di awal 2026, Indonesia menjadi salah satu pasar terbesar di Asia Tenggara. Bitcoin bukan lagi sekadar eksperimen digital, tetapi telah berkembang menjadi aset investasi global yang diperhitungkan. Kalau kamu tertarik untuk mulai, yuk simak cara beli bitcoin di Indonesia secara lengkap, praktis, dan aman di bawah ini!
BACA JUGA:Â Panduan Staking Crypto 2026 Untuk Pemula!
Mengapa Harus Beli Bitcoin di Indonesia pada 2026?
Beli Bitcoin di Indonesia pada 2026 menarik karena adopsinya semakin luas, regulasinya lebih jelas, dan potensinya sebagai aset jangka panjang masih terbuka.
Bitcoin kini bukan lagi sekadar eksperimen digital yang diperkenalkan oleh Satoshi Nakamoto sejak 2009, melainkan sudah menjadi aset investasi global yang diakui. Di Indonesia sendiri, jumlah investor kripto telah menembus lebih dari 20 juta orang pada awal 2026.
Selain itu, Bitcoin menawarkan tiga nilai utama yaitu potensi pertumbuhan jangka panjang, diversifikasi di luar saham dan properti, serta sifatnya yang terbatas hanya 21 juta koin sehingga sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi.
Dengan regulasi yang lebih jelas dan platform exchange crypto yang semakin ramah pemula, cara beli bitcoin di Indonesia kini jauh lebih mudah dan aman dibanding beberapa tahun lalu.
BACA JUGA:Â Apa Itu Tokenized Stocks? Ini Cara Kerja dan Risikonya!
Apakah Legal Beli Bitcoin di Indonesia?
Ya, beli Bitcoin di Indonesia adalah legal sebagai aktivitas investasi dan perdagangan aset kripto.
Pemerintah Indonesia melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) telah mengakui Bitcoin dan aset kripto lainnya sebagai komoditas yang boleh diperdagangkan sejak 2019.
Sejak 10 Januari 2025, pengaturan dan pengawasan aset kripto di Indonesia juga resmi masuk masa transisi dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan kerangka UU P2SK. Dan per Selasa (20/01/2026), Otoritas Jasa Keuangan dan Bappebti secara resmi mengakhiri masa transisi pengaturan dan pengawasan Aset Keuangan Digital, termasuk aset kripto, di Indonesia. Sehingga OJK ini menjadi pengawas perdagangan industri aset kripto.
Masa Transisi Berakhir, Pengawasan Aset Digital Kini di Tangan OJK
Kondisi ini menempatkan kripto bukan lagi sekadar komoditas berjangka, melainkan sebagai bagian dari aset keuangan digital dalam sistem keuangan nasional.
Artinya, kamu boleh membeli, menyimpan, dan menjual Bitcoin secara resmi melalui exchange yang terdaftar dan diawasi regulator.
Di samping semakin matangnya pengawasan aset kripto, lanskap industri kripto dalam negeri juga diisi oleh PT Central Finansial X (CFX) dan PT Fortuna Integritas Mandiri (ICEX) yang menjadi bursa kripto berizin OJK yang menyediakan infrastruktur perdagangan dan menetapkan daftar aset kripto yang legal diperdagangkan.
Namun, penting dipahami bahwa Bitcoin bukan alat pembayaran yang sah di Indonesia. Sesuai ketentuan Bank Indonesia, satu-satunya alat pembayaran resmi adalah rupiah. Jadi, kamu bisa menjadikan Bitcoin sebagai aset investasi, tetapi tidak untuk membayar barang atau jasa di dalam negeri.
BACA JUGA:Â Apakah Binary Option Penipuan? Begini Legalitas di Indonesia!
Persiapan Sebelum Membeli Bitcoin
Sebelum membeli bitcoin, kamu perlu menyiapkan identitas resmi, rekening pembayaran, dana investasi, perangkat yang aman, serta pemahaman dasar tentang keamanan digital.
Sebelum masuk ke proses transaksi, yuk pahami satu per satu persiapan penting agar kamu bisa membeli bitcoin dengan lancar dan aman.
1. Dokumen Identitas (KYC)
Semua exchange kripto legal di Indonesia wajib menerapkan prosedur KYC (Know Your Customer) sesuai regulasi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi. Kamu biasanya diminta mengunggah KTP, foto KTP yang jelas, selfie dengan KTP, dan dalam kondisi tertentu NPWP. Pastikan data yang kamu masukkan sesuai dengan identitas asli agar proses verifikasi tidak ditolak.
2. Rekening Bank atau E-Wallet
Untuk beli bitcoin di Indonesia, kamu perlu menyetor rupiah ke akun exchange melalui transfer bank, virtual account, atau e-wallet seperti GoPay, OVO, atau DANA. Pastikan nama rekening atau akun e-wallet sama dengan nama di akun exchange, karena sistem biasanya otomatis menolak transfer dari nama yang berbeda demi alasan keamanan.
3. Budget Investasi
Tentukan nominal yang siap kamu investasikan tanpa mengganggu kebutuhan utama. Untuk pemula, mulai dari nominal kecil sudah cukup karena sekarang kamu bisa membeli Bitcoin mulai dari puluhan ribu rupiah. Ingat, kripto adalah aset high-risk high-return, jadi jangan gunakan dana darurat atau uang kebutuhan harian.
4. Smartphone atau Laptop dengan Internet Stabil
Proses registrasi dan verifikasi membutuhkan kamera untuk selfie serta koneksi internet yang stabil untuk mengunggah dokumen. Gunakan perangkat pribadi yang aman dan pastikan sudah terlindungi dari malware agar data sensitif kamu tidak bocor.
5. Pengetahuan Dasar Keamanan Digital
Sebelum benar-benar mempraktikkan cara beli bitcoin di Indonesia, pahami prinsip keamanan seperti tidak membagikan password atau OTP, mengaktifkan 2FA (Two-Factor Authentication), serta waspada terhadap phishing atau website palsu. Banyak kasus kerugian terjadi bukan karena sistem blockchain yang lemah, melainkan karena kelalaian pengguna dalam menjaga keamanan akun.
Cara Beli Bitcoin di Indonesia
Kamu bisa membeli Bitcoin di Indonesia dengan mendaftar di exchange kripto resmi, melakukan verifikasi identitas, deposit rupiah, lalu membeli BTC melalui fitur trading. Agar lebih jelas dan tidak bingung saat praktik, simak step-by-step berikut ini sampai kamu benar-benar punya Bitcoin pertama.
BACA JUGA:Â 5 Cara Staking Crypto: Tutorial Step-by-Step untuk Pemula
1. Download dan daftar di exchange resmi
Mulailah dengan mengunduh aplikasi exchange terdaftar seperti Indodax melalui Play Store, App Store, atau website resminya. Setelah itu, lakukan registrasi menggunakan email aktif, nomor HP, dan password yang kuat. Pastikan kamu hanya mengakses platform dari sumber resmi untuk menghindari phishing atau aplikasi palsu.
2. Lakukan verifikasi akun (KYC)
Setelah mendaftar, kamu wajib menyelesaikan proses KYC sesuai regulasi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi. Unggah foto KTP yang jelas, lakukan selfie dengan KTP, dan lengkapi data tambahan seperti NPWP jika diperlukan. Tanpa verifikasi ini, kamu tidak bisa melakukan deposit maupun trading.
3. Deposit rupiah ke akun exchange

Jika akun sudah terverifikasi, masuk ke menu deposit dan pilih metode pembayaran seperti transfer bank, virtual account, atau e-wallet. Transferlah dana dari rekening atas nama kamu sendiri agar tidak ditolak sistem. Setelah dana masuk, saldo rupiah akan muncul di akun dan siap digunakan untuk membeli Bitcoin.
4. Beli Bitcoin melalui market BTC/IDR

Masuk ke menu trading dan pilih pasangan BTC/IDR. Untuk pemula, gunakan Market Order agar pembelian langsung tereksekusi sesuai harga pasar saat itu. Masukkan nominal rupiah yang ingin kamu belikan, periksa detail termasuk fee trading, lalu konfirmasi transaksi. Dalam hitungan detik, saldo BTC akan muncul di wallet akun kamu.
5. (Opsional) Gunakan Limit Order jika ingin harga tertentu

Jika kamu ingin membeli di harga yang lebih rendah dari harga pasar, gunakan fitur Limit Order dengan menentukan harga target sendiri. Order akan masuk ke sistem dan hanya tereksekusi jika harga menyentuh angka yang kamu tetapkan. Cara ini lebih strategis, tetapi membutuhkan kesabaran dan pemahaman pergerakan harga.
Dengan mengikuti langkah-langkah ini, cara beli bitcoin di Indonesia pada 2026 menjadi proses yang sistematis, aman, dan mudah dipahami bahkan untuk pemula.
Sudah Siap Memulai Perjalanan Investasi Bitcoin Kamu?
Cara beli bitcoin di Indonesia pada 2026 kini semakin mudah, legal, dan bisa dimulai bahkan dengan modal kecil, asalkan kamu memahami langkah-langkahnya dan menjaga keamanan akun dengan disiplin. Dari memilih exchange resmi, menyelesaikan verifikasi KYC, deposit rupiah, hingga membeli dan menyimpan BTC dengan aman, semua prosesnya bisa kamu lakukan secara mandiri dan transparan.
Mau belajar crypto dan blockchain lebih lanjut? Yuk, pelajari selengkapnya hanya di Blockchain Media Indonesia! [msn]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



